SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Zitanid tablet 2 mg adalah obat yang digunakan untuk pengobatan nyeri kejang otot dan terapi kelainan neurologik.

Zitanid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 65.115


Tersedia 37 Penjual

Urutkan
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Rp 56.500
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2Kota Jakarta Pusat
1.54 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 61.600
Apotek Sehat KrendangKota Jakarta Barat
3.73 km
Apotek Berkah Syifa
Rp 88.000
Apotek Berkah SyifaKota Jakarta Barat
6.43 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 72.800
Apotek Golden Sehat Duri RayaKota Jakarta Barat
6.46 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Zitanid tablet adalah obat untuk membantu merilekskan otot akibat kejang otot, kram otot, dan kekakuan otot. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Zitanid tablet mengandung zat aktif tizanidin hidroklorida.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Zitanid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Itrakonazol.
Kelas Terapi
Antifungi.
Klasifikasi
Azole.
Kemasan

1 strip @ 10 tablet (2 mg)

Produsen
Novell Pharmaceutical Laboratories

Informasi Zat Aktif

Itrakonazol adalah agen antijamur turunan triazol yang dapat menghambat aktivitas enzim CYP450 pada jamur, sehingga menurunkan pembentukan ergosterol sebagai komponen dinding sel dan menghambat pembentukan membran sel jamur.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, itrakonazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Peningkatan penyerapan dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 55%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2-5 jam.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke organ, jaringan, kulit, dan kuku. Memasuki ASI dalam jumlah kecil. Volume distribusi lebih dari 700 L. Ikatan protein plasma sekitar 99,8% terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Secara luas dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (35% sebagai metabolit tidak aktif; <1% sebagai obat aktif); feses (54%, sekitar 3-18% sebagai obat tidak berubah), stratum korneum dan rambut (jumlah kecil). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 16-28 jam dalam dosis tunggal dan 34-42 jam dalam dosis terbagi.

Indikasi (manfaat)

  • Meringankan kejang otot, kram otot, dan kekakuan pada otot yang disebabkan karena gangguan otot yang disebabkan karena gangguan saraf yang menyerang bagian mata, otak, dan tulang belakang (multiple sklerosis) ataupun penyakit di mana saraf tidak berfungsi dengan baik dan pasien mungkin mengalami kelemahan, mati rasa, kehilangan koordinasi otot dan masalah dengan penglihatan, bicara, dan kontrol kandung kemih, stroke, atau cedera otak atau tulang belakang.

Tizanidin dapat mengurangi aktivitas saraf di sumsum tulang belakang yang mengontrol otot, sehingga dapat membantu mengurangi kejang otot. Tizanidin adalah obat golongan agonis alfa-2-adrenergik. Tizanidin merupakan relaksan otot rangka. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi di otak dan sistem saraf untuk memungkinkan otot rileks.

Komposisi

Tizanidin hidroklorida 2 mg.

Dosis

  • Untuk mengatasi nyeri kejang otot: 1-2 tablet (2-4 mg) sebanyak 3 kali/hari. Untuk kasus-kasus yang berat dapat diberikan dosis tambahan 1-2 tablet (2-4 mg) pada waktu malam hari.
  • Terapi tambahan pada spesifitas akibat kelainan neurologik:

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual atau sakit perut.
    Makan makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau makanan pedas.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap manisan bebas gula.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
    Cobalah untuk mengonsumsi obat pada pagi hari untuk mengurangi efek insomnia.
  • Mengantuk, lelah, pusing, atau lemas.
    Istirahatlah hingga merasa lebih baik, jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari menguonsumsi alkohol.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30° C. Hindari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak - anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan gangguan kejiwaan.
  • Pasien penderita penyakit arteri koroner.
  • Hindari penghentian penggunaan obat ini secara mendadak.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Pasien dengan gangguan kardiovaskular.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan forcanox kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi inhibitor CYP1A2 seperti siprofloksasin dan fluvoksamin.
  • Pasien penderita gangguan hati.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, isoniazid, rifabutin, rifampisin, nevirapin, efavirenz.
    Penggunaan bersama dapat menurunkan kadar obat diatas jika dikonsumsi bersama itrakonazol.
  • Obat golongan antimuskarinik, antasida, pompa proton inhibitor, dan antagonis reseptor histamin H2.
    Penggunaan bersama dapat menurunkan kadar obat diatas jika dikonsumsi bersama itrakonazol.
  • Indinavir, ritonavir, telaprevir, eritromisin, klaritromisin, dan siprofloksasin.
    Penggunaan bersama akan meningkatkan kadar dari obat di atas jika dikonsumi bersama itrakonazol.
  • Meloksikam.
    Penggunaan bersama dapat menurunkan kadar obat diatas jika dikonsumsi bersama itrakonazol.
  • Digoksin, alfentanil, oksikodon, repaglinid, bilastin, alprazolam, midazolam, buspiron, saquinavir, praziquantel, bosentan, aprepiran, reboksetin, fesoterodin, solifenason, tamsulosin, taldafil, sildenafil, cinacalcet, tolvaptan, antineoplastik seperti busulfan, dosetaksel, trimetreksat, vinsa alkaloid, imunosupresan seperti siklosporin dan takrolimus, kortikosteroid seperti budesonid, deksametason, flutikason, obat penghambat pembekuan darah seperti epiksaban, silostazol, dan kumarin.
    Penggunaan bersama dapat menurunkan kadar obat diatas jika dikonsumsi bersama itrakonazol.
  • Fentanil.
    Dapat menyebabkan risiko terjadinya depresi napas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika lupa mengonsumsi obat ketika sebelum tidur, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika ingat ketika malam hari atau hari berikutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan itrakonazol dan hubungi dokter Anda segera atau dapatkan perawatan medis darurat:

  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Menguningnya kulit atau mata.
  • Urine berwarna gelap.
  • Perasaan mati rasa, kesemutan, tertusuk, terbakar, atau merayap di kulit.
  • Gangguan pendengaran.
  • Peningkatan kepekaan terhadap cahaya.
  • Kelainan kulit yang parah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Ruam.
  • Gatal-gatal.
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah.
  • Suara serak.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.

Nomor Izin Edar

DKL0633517010A1

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/itraconazole/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 23 Agustus 2020



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-128-2179/itraconazole-oral/itraconazole-oral/details#:~:text=If%20you%20miss%20a%20dose,the%20dose%20to%20catch%20up.

Diakses pada 23 Agustus 2020



Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692049.html

Diakses pada 23 Agustus 2020



Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01167

Diakses pada 23 Agustus 2020



Mayoclinic.https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/itraconazole-oral-route/side-effects/drg-20071421?p=1

Diakses pada 23 Agustus 2020

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Meringankan kejang otot, kram otot, dan kekakuan pada otot yang disebabkan karena gangguan otot yang disebabkan karena gangguan saraf yang menyerang bagian mata, otak, dan tulang belakang (multiple sklerosis) ataupun penyakit di mana saraf tidak berfungsi dengan baik dan pasien mungkin mengalami kelemahan, mati rasa, kehilangan koordinasi otot dan masalah dengan penglihatan, bicara, dan kontrol kandung kemih, stroke, atau cedera otak atau tulang belakang.Tizanidin dapat mengurangi aktivitas saraf di sumsum tulang belakang yang mengontrol otot, sehingga dapat membantu mengurangi kejang otot. Tizanidin adalah obat golongan agonis alfa-2-adrenergik. Tizanidin merupakan relaksan otot rangka. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi di otak dan sistem saraf untuk memungkinkan otot rileks.

Untuk mengatasi nyeri kejang otot: 1-2 tablet (2-4 mg) sebanyak 3 kali/hari. Untuk kasus-kasus yang berat dapat diberikan dosis tambahan 1-2 tablet (2-4 mg) pada waktu malam hari.Terapi tambahan pada spesifitas akibat kelainan neurologik:

Dikonsumsi sesudah makan.

Mual atau sakit perut.Makan makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau makanan pedas.Mulut kering.Cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap manisan bebas gula.Gangguan kesulitan tidur (insomnia).Cobalah untuk mengonsumsi obat pada pagi hari untuk mengurangi efek insomnia.Mengantuk, lelah, pusing, atau lemas.Istirahatlah hingga merasa lebih baik, jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari menguonsumsi alkohol.

Nama Produk

Zitanid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 56.500