Stok Habis
Zibramax sirup adalah obat untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri

Zibramax Sirup Kering 15 ml


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Zibramax sirup adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi telinga, pneumonia, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri. Zibramax sirup mengandung zat aktif azithromycin. Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida, yaitu jenis antibiotik yang dapat mengatasi berbagai macam infeksi bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut. Obat azithromycin juga termasuk dalam kelompok spektrum luas, sehingga mampu mengobati berbagai infeksi yang disebabkan bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Azithromycin adalah obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Zibramax Sirup Kering 15 ml
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Azithromycin
Kelas Terapi
Antiinfeksi
Klasifikasi Obat
Makrolida
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 15 ml
Produsen
Cendo Pharmaceutical

Informasi Zat Aktif

Azitromisin merupakan antibiotik golongan makrolida yang dapat menghambat unit ribosom 50-an dan mencegah translokasi rantai peptida. Obat ini mampu menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azitromisin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 37%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan (kulit, paru-paru, amandel, serviks) dan sputum. Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 31-33 L/kg. Pengikatan protein plasma sebanyak 7-51%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu (50%, sebagai obat tidak berubah); urin (6-14%, sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi terminal sekitar 68-72 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengobati infeksi bakteri, seperti:

  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis) yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae.
  • Peradangan pada saluran untuk mengeluarkan urine (uretra) yang disebabkan bakteri, tetapi tidak menyebabkan terjadinya kencing nanah atau gonorrhea (uretritis nongonokokal). Bakteri yang dapat menyebabkan uretritis, di antaranya C. trachomatis atau N. gonorrhoeae.
  • Peradangan pada faring (faringitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes.
  • Radang amandel (tonsilitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes.
  • Peradangan pada daerah serviks (servisitis).
  • Infeksi menular seksual.
  • Infeksi yang disebabkan peradangan pada paru (pneumonia).

Dalam mengobati infeksi bakteri, azithromycin akan merusak siklus perpanjangan komponen penyusun dinding sel (rantai peptidil) dengan mengikat tempat pembentukan protein, yaitu subunit 50S dari ribosom. Dengan begitu, proses penerjemahan (translasi) mRNA menjadi protein akan terhambat.
Penghambatan translasi mRNA akan menyebabkan perkembangbiakan bakteri turut terhambat, sehingga dapat membunuh bakteri dan mengobati infeksi tersebut.

Komposisi Obat

Tiap 5 ml: Azithromycin 200 mg

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Dewasa dan remaja berusia 16 tahun ke atas:

  • Servisitis dan uretritis non-gonokokal: 1000 mg dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, serta infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi:

Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari, dikonsumsi selama 3 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong. Dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Diare atau muntah
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Kehilangan nafsu makan
    Makanlah ketika merasa lapar dalam porsi kecil dan lebih sering dari biasanya. Konsumsilah makanan ringan ketika merasa lapar. Pilihlah makanan ringan bergizi dengan kandungan tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Sakit kepala
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika hal tersebut mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing atau lelah
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun perlahan atau tetap duduk sampai merasa lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mual
    Konsumsi makanan ringan dan jangan makan terlalu banyak. Hindarilah makanan pedas.
  • Gangguan pengecapan rasa
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa, segera hubungi dokter.
  • Pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo)
  • Rasa tidak enak pada perut (dispepsia)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Gangguan irama jantung
  • Nyeri dada
  • Ruam pada kulit

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat sejuk dan kering. Hindari dari paparan sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sumsum tulang (transplantasi sel punca hematopoietik)
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi, seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesia)
  • Pasien yang memiliki denyut jantung lebih lambat dari biasanya (bradikardia)
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung berat
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat
  • Pasien dengan kondisi gangguan irama jantung
  • Pasien penderita penyakit hati
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida
  • Pasien yang mengonsumsi turunan (derivat) ergot, yaitu obat yang dapat mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain.
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan penggunaan antibiotik

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Digoksin yang dapat mengatasi penyakit jantung, obat untuk mengatasi asam urat seperti kolkisin, dan obat penekan sistem imun seperti siklosporin.
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala, mual, dan muntah.
  • Golongan obat untuk mengatasi gangguan irama jantung, seperti kuinidin, prokainamid, dofetilid, amiodaron, sotalol, pimozid, cisapride, dan terfenadin.
    Penggunaan azithromycin dan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung berkepanjangan (interval QT).
  • Warfarin.
    Azithromycin dapat meningkatkan penghambatan pembekuan darah (antikoagulan), sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mezatrin?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/
Diakses pada 10 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html
Diakses pada 10 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 10 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin?mtype=generic
Diakses pada 10 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html
Diakses pada 10 Februari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#overview
Diakses pada 10 Februari 2021

SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Zibramax Sirup Kering 15 ml