SehatQ
SehatQ Profile
Zibramax 500 Kaplet 500 mg  harga terbaik

Zibramax 500 Kaplet 500 mg (2 Strip @ 3 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 228.420

Jumlah Produk
1

Tersedia 13 Penjual

Apotek Ade
Rp 228.420
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.31 km
Apotek Iqro
Rp 505.800
Apotek Iqro
Kota Jakarta Utara9.19 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 332.057
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.74 km
Apotek Aldi
Rp 321.000
Apotek Aldi
Kota Jakarta Utara13.8 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Zibramax kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti infeksi pada saluran pernapasan dan infeksi kulit. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Zibramax kaplet mengandung zat aktif azithromycin.

Indikasi obat:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri Haemophylius influenzae, Moraxella catarrhalis atau Streptococcus pneumoniae.
  • Pengobatan alternatif infeksi saluran pernapasan bagian atas misalnya sakit tenggorokan akibat streptokokus (Streptococcal pharingitis) atau radang amandel (tonsilitis).
  • Infeksi kulit dan jaringan yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes atau Streptococcus agalactiae.
  • Peradangan pada bagian uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar) (urethritis non-gonococcal) dan peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim (servisitis).

Azithromycin adalah antibiotik golongan makrolida yang dapat menghambat pembentukan protein. Azithromycin bekerja dengan mengganggu siklus perpanjangan rantai peptidil dengan secara khusus mengikat subunit 50 S dari ribosom sehingga dapat menghentikan perkembangbiakan bakteri, sehingga dapat membunuh bakteri dan mengobati infeksi.

Komposisi obat: Azithromycin 500 mg.

Dosis:

  • Dewasa dan remaja 16 tahun ke atas: 1 g dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi lain:

Aturan pakai obat:

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat:

  • Diare atau muntah.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan, konsumsi sedikit demi sedikit air ketika sedang merasa sakit. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urin berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan konsumsi banyak air dan minta rekomendasi apoteker untuk obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala masih berlangsung selama lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing atau lelah.
    Jika Anda merasa pusing ketika berdiri, cobalah untuk bangun dengan sangat lambat atau tetaplah duduk hingga merasa kondisi Anda jauh lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mual.
    Tetaplah mengonsumsi makanan yang sederhana dan jangan konsumsi makanan terlalu banyak atau konsumsi makanan pedas.
  • Kehilangan nafsu makan.
    Makanlah ketika merasa lapar, makanlah dalam porsi kecil dan lebi serin dari biasanya. Konsumsilah makanan ringan ketika merasa lapar. Konsumsi makanan ringan yang bergizi dengan kandungan yang tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Gangguan pengecapan rasa.
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa segera hubungi dokter Anda.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida seperti azithromycin, erythromycin, dan clarithromycin.
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan akibat penggunaan antibiotik.
  • Pasien yang mengonsumsi derivat ergot yang akan menyebabkan ergotisme yaitu keracunan ergot yang merupakan sejenis parasit yang biasanya tumbuh pada bulir padi dan gandum.

Perhatian khusus:

  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium yang rendah dalam darah (hipomagnesia).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardia).
  • Pasien kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sel induk hematopoietik.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung yang berat.
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah.
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pada penggunaan jangka panjang.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi obat:

  • Warfarin.
    Azithromycin dapat meningkatkan efek dalam memperlambat pembekuan darah (antikoagulan) sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Digoxiin, colchicine, dan ciclosporin.
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas sehingga dapat menyebabkan terjadinya keracunan (toksisitas).
  • Quinidine, procainamide, dofetilide, amiodarone, sotalol, antriaritmia, pimozid, cisapride, dan terfenadin.
    Penggunaan azithromycin dan obat di atas dapat menyebabkan detak jantung yang cepat (aritmia) dan menyebabkan jantung berhenti mendadak.

Kandungan utama: Azithromycin.

Kelas terapi: Antiinfeksi.

Klasifikasi obat: Makrolida.

Kategori kehamilan:

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Informasi zat aktif:

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang mampu menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azithromycin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati sekitar) adalah 37%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan (kulit, paru-paru, amandel, serviks) dan dahak (sputum). Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 31-33 L/kg. Ikatan protein plasma sebanyak 7-51%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu sebanyak 50% dan urine sebanyak 6-14%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 68-72 jam.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Diare dengan atau tanpa disertai kram otot yang mengandung darah atau lendir selama lebih dari 4 hari.
  • Nyeri dada atau detak jantung yang lebih cepat atau tidak teratur.
  • Kulit menjadi berwarna kuning atau bagian putih mata menjadi menguning.
  • Feses berwarna pucat dengan urine berwarna gelap bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Gangguan pendengaran sementara.
  • Pusing hingga seperti berputar (vertigo).
  • Sakit parah di perut atau punggung Anda bisa menjadi tanda peringatan peradangan pankreas (pankreatitis).

Perlu Resep

Ya

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Zibramax 500 Kaplet 500 mg (2 Strip @ 3 Kaplet)

Total

Rp 228.420