Stok Habis
Zellopurin tablet adalah obat untuk menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah.

Zellopurin Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Zellopurin tablet adalah obat untuk menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah dan mencegah terbentuknya batu ginjal. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Zellopurin tablet mengandung zat aktif allopurinol.
Zellopurin Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Allopurinol.
Kelas Terapi
Hiperurisemia.
Klasifikasi Obat
Inhibitor Xanthine Oxidase.
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen
Lloyd Pharma Indonesia

Informasi Zat Aktif

Allopurinol menghambat xanthine oksidase, enzim yang mengkatalisis konversi hipoksantin menjadi xantin kemudian menjadi asam urat. Kerjanya pada katabolisme purin, mengurangi produksi asam urat tanpa mengganggu biosintesis purin vital.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bromheksin hidroklorida diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan (hingga 90%). Ketersediaan hayati: sekitar 49-53%. Waktu puncak konsentrasi plasma: 1,5 jam untuk allopurinol dan 4,5 jam untuk oxipurinol.
  • Distribusi: Didistribusikan secara seragam dalam total air jaringan kecuali untuk otak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI
  • Metabolisme: Metabolisme cepat menjadi oksipurinol (metabolit aktif)
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 70% sebagai oxipurinol, kira-kira 10% sebagai allopurinol); sisanya melalui feses (sekitar 20%). Waktu paruh eliminasi: Kira-kira 1-2 jam (allopurinol); sekitar 15 jam ke atas (oxipurinol).

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia).
  • Menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker.
  • Mengatasi batu saluran kemih.

Allopurinol digunakan untuk mengobati asam urat dan batu ginjal jenis tertentu. Obat ini juga digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien yang menjalani kemoterapi. Pasien-pasien ini dapat mengalami peningkatan kadar asam urat karena pelepasan asam urat dari sel-sel kanker. Allopurinol adalah obat asam urat bekerja dengan cara menurunkan kadar asam urat melalui mekanisme penghambat xanthine oxidase, enzim xanthine oxidase ini bekerja dengan menghambat hipoksantin menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi asam urat. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan masalah asam urat dan ginjal.

Komposisi Obat

Allopurinol 100 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hiperurisemia:
  • Hiperurisemia akibat pengobatan kanker: 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi, dikonsumsi selama 2-3 hari sebelum dilakukan pengobatan kanker.
  • Batu saluran kemih: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Gagal ginjal.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Nyeri pada perut.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Demam.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Kelelahan.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson). Sindrom Stevens-Johnson adalah efek samping langka dari allopurinol yang ditandai dengan gejala seperti flu, diikuti oleh ruam merah atau ungu yang menyebar, dan membentuk lepuh. Kulit yang terkena akhirnya mati dan mengelupas dapat terjadi dalam 8 minggu pertama penggunaan allopurinol, atau ketika dosis ditingkatkan terlalu cepat. Ini juga dapat terjadi jika allopurinol dihentikan tiba-tiba selama beberapa hari dan kemudian dimulai kembali dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Hentikan penggunaan obat ini secara perlahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu dibawah 30° C. Hindari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak - anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan penyimpanan zat besi termasuk penyakit ketika kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan (hematokromatosis).
  • Pasien dengan gangguan tiroid.
  • Pasien yang mengalami serangan asam urat akut.
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang menggunakan allopurinol (300-600 mg) bersamaan dengan merkaptopurin atau azatioprin.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan zellopurin tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aziatiopirin dan merkaptopurin.
    Allopurinol dapat mengurangi metabolisme aziatiopirin dan merkaptopurin sehingga meningkatkan risiko terjadinya kerusakan sumsum tulang yang parah.
  • Dikumarol, klorpropamid, dan vidarabin.
    Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh dari obat-obat di atas.
  • Siklosporin.
    Allopurinol dapat meningkatkan kadar siklosporin.
  • Diuretik tiazid.
    Allopurinol dapat meningkatkan risiko alergo pada pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal.
  • Teofilin.
    Allopurinol dapat menghambat metabolisme teofilin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gejala flu, nyeri sendi, mudah memar, dan perdarahan yang tidak biasa.
  • Nyeri ketika buang air kecil atau terdapat darah dalam urine.
  • Penurunan frekuensi dan jumlah urine.
  • Mati rasa, kesemutan, dan nyeri terbakar.
  • Gejala asam urat yang memburuk, atau
  • Terjadinya masalah hati yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut (sisi kanan atas), gatal, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, penyakit kuning atau menguningnya kulit atau mata.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/allopurinol

Diakses pada 27 Juli 2020



Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/allopurinol/

Diakses pada 27 Juli 2020



Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682673.html

Diakses pada 27 Juli 2020



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8610/allopurinol-oral/details

Diakses pada 27 Juli 2020

SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Zellopurin Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)