SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Zegren tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan sendi atau rheumatoid arthritis

Zegren Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 16.880

Jumlah Produk
1

Tersedia 13 Penjual

Apotek Kranggan
Rp 16.880
Apotek Kranggan
Kota Bekasi23.43 km
Apotek Happy
Rp 17.000
Apotek Happy
Kota Medan1410.35 km
Apotek Holong
Rp 17.500
Apotek Holong
Kota Jakarta Barat12 km
Apotek Deka Farma
Rp 17.850
Apotek Deka Farma
Kota Bogor51.2 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Zegren tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan sendi, seperti rheumatoid arthritis yang menyebabkan rasa sakit, kaku, dan pembengkakan sendi. 

Obat ini mengandung natrium diklofenak zat aktifnya. Natrium diklofenak sering digunakan sebagai pereda nyeri ringan sampai sedang, seperti nyeri yang dirasakan setelah melakukan operasi.

Selain itu, natrium diklofenak juga mampu meringankan nyeri pada tulang, nyeri haid (dismenore), sakit gigi, asam urat, dan nyeri karena batu ginjal dan batu empedu. 

Zegren tablet termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Zegren Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Natrium diklofenak
Kelas Terapi
Antiinflamasi
Klasifikasi
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen
Lapi Laboratories

Informasi Zat Aktif

Diklofenak merupakan obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang berasal dari asam fenilasetat. Obat ini memiliki sifat analgesik atau antinyeri, antiinflamasi atau antiradang, dan antipiretik atau antidemam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan dan kulit. Makanan dapat menurunkan tingkat penyerapan obat. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 55%.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribus sekitar 1,3-1,4 L/kg. Ikatan protein plasma lebih dari 99%, terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan empedu. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-2 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi nyeri pada kondisi:

  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri atau rheumatoid artritis
  • Peradangan ringan akibat gesekan ujung tulang penyusun sendi atau osteoartritis
  • Peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antara ruas tulang belakang atau ankylosing spondylitis

Natrium diklofenak bekerja dengan cara mengurangi produksi zat dalam tubuh yang bernama prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan peradangan dengan gejala, seperti nyeri dan bengkak.

Dengan mengurangi produksi zat tersebut, natrium diklofenak dapat membantu meredakan peradangan yang sedang terjadi.

Komposisi

Natrium diklofenak 50 mg

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1 tablet sebanyak 2-3 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda.
    Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena dapat membantu menenangkan perut.
  • Pusing
    Beristirahatlah ketika Anda merasa pusing agar tidak pingsan. Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda.
  • Sakit kepala hingga merasa seperti berputar (vertigo)
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi)
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
  • Sulit buang air besar (konstipasi)
  • Perut kembung
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Luka pada saluran pencernaan
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Gangguan fungsi hati

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan pembentukan heme atau bagian sel darah merah yang terdiri dari zat besi (porfiria)
  • Pasien penderita gangguan pembekuan darah yang mengakibatkan perdarahan berlebih (koagulopati)
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus
  • Pasien yang mengalami kekurangan darah dan cairan dalam tubuh (hipovolemia)
  • Pasien penderita peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK)
  • Pasien penderita penyakit autoimun lupus eritematous sistemik (SLE)
  • Pasien penderita penyakit mata termasuk infeksi pada mata
  • Pasien penderita peradangan pada rongga hidung (rhinitis)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes)
  • Pasien penderita infeksi saluran pernapasan
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal
  • Pasien yang mengalami kehilangan cairan tubuh (dehidrasi)
  • Pasien dengan kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia)
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang merokok
  • Ibu menyusui
  • Anak-anak

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Zegren tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit penyempitan pembuluh darah di daerah kaki (arteri perifer)
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG)
  • Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau penghambat pembekuan darah
  • Pasien penderita gangguan jantung dan pemuluh darah (kardiovaskular)
  • Pasien penderita luka atau perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Wanita hamil trimester ketiga
  • Pasien penderita gagal jantung sedang hingga berat
  • Pasien penderita jantung iskemik
  • Pasien penderita asma

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat meningkatkan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Obat yang mengandung hormon steroid (kortikosteroid) dan obat SSRI untuk mengatasi depresi
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kolestipol dan colestiramine
    Natrium diklofenak dapat menurunkan efektivitas obat di atas.
  • Obat untuk melancarkan pengeluaran urine (diuretik), ciclosporin, dan tacrolimus
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Mifepriston
    Interaksi obat natrium diklofenak dengan mefiproston dapat mengurangi efek mefipriston.
  • Glikosida jantung
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Azithromycin
    Azithromycin dapat meningkatkan terjadinya keracunan pada darah.
  • Digoxin, lithium, metotreksat, dan phenytoin
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam atau kemerahan kulit
  • Gejala seperti flu
  • Masalah jantung yang ditandai dengan pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, serta sesak napas
  • Masalah ginjal yang ditandai sedikit atau tidak buang air kecil sama sekali, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki, merasa lelah, atau sesak napas
  • Masalah hati yang ditandai mual, diare, sakit perut di sisi kanan atas, kelelahan, gatal, urine berwarna gelap, serta kulit atau mata menguning
  • Tanda-tanda perut berdarah, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Zegren Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 16.880