SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Yusimox Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 78.750

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Yusimox Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti: infeksi saluran kemih. infeksi kulit. infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru atau bronkitis. infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan. peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri atau pneumonia. amoxicillin membunuh bakteri penyebab infeksi dengan cara mengikat rantai peptidoglikan yang bertugas membentuk dinding sel bakteri. proses ini akan merusak dinding sel bakteri dan menyebabkan kematian sel.
selain kegunaan di atas, obat yusimox juga bisa digunakan bersama antibiotik clarithromycin untuk mengobati sakit maag karena infeksi helicobacter pylori.

Informasi zat aktif :

Amoxicillin digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi paru-paru atau saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan, serta infeksi kulit. Amoxicillin termasuk ke dalam golongan obat antibiotik penisilin.

Amoxicillin digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan bakteri, seperti peradangan paru-paru (pneumonia) dan bronkitis, yaitu infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru.

Obat amoxicillin juga kadang-kadang digunakan bersama antibiotik lain, yaitu clarithromycin, untuk mengobati sakit maag yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori. Kombinasi ini kadang digunakan dengan peredam asam lambung yang disebut lansoprazole.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Allopurinol.
    Amoxicillin dapat meningkatkan risiko alergi terhadap allopurinol.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoxicillin dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral.
  • Vaksin.
    Antibiotik seperti amoxicillin dapat mengurangi efektivitas vaksin.
  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline.
    Obat di atas dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri.
  • Probenesid atau obat untuk mengatasi asam urat.
    Penggunaan amoxicillin dengan probenesid dapat meningkatkan kadar probenesid dalam darah, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan amoxicillin dengan antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan memar dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare disertai kram perut yang mengandung darah atau lendir atau diare parah selama lebih dari 4 hari.
  • Feses berwarna pucat dengan urine berwarna gelap, kulit atau bagian putih mata menguning. Hal ini merupakan tanda terjadinya masalah hati atau kandung empedu.
  • Memar atau perubahan warna kulit.
  • Nyeri sendi atau otot yang muncul setelah 2 hari minum obat.
  • Ruam kulit dengan bercak merah melingkar.

Yusimox Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Amoxicilin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
Ifars

Informasi Zat Aktif

Amoxicillin digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi paru-paru atau saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan, serta infeksi kulit. Amoxicillin termasuk ke dalam golongan obat antibiotik penisilin.

Amoxicillin digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan bakteri, seperti peradangan paru-paru (pneumonia) dan bronkitis, yaitu infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru.

Obat amoxicillin juga kadang-kadang digunakan bersama antibiotik lain, yaitu clarithromycin, untuk mengobati sakit maag yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori. Kombinasi ini kadang digunakan dengan peredam asam lambung yang disebut lansoprazole.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi kulit.
  • Infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru atau bronkitis.
  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri atau pneumonia.

Amoxicillin membunuh bakteri penyebab infeksi dengan cara mengikat rantai peptidoglikan yang bertugas membentuk dinding sel bakteri. Proses ini akan merusak dinding sel bakteri dan menyebabkan kematian sel.
Selain kegunaan di atas, obat Yusimox juga bisa digunakan bersama antibiotik clarithromycin untuk mengobati sakit maag karena infeksi Helicobacter pylori.

Komposisi

Amoxicillin 500 mg.

Dosis

  • Dewasa: ½-1 kaplet (250-500 mg) sebanyak 1 kali/8 jam.
  • Anak-anak:
    • Berat badan di bawah 20 kg: 20-40 mg/kgBB/hari dalam dosis bagi tiap 8 jam.
    • Berat badan di atas 20 kg: ½-1 kaplet (250-500 mg) sebanyak 1 kali/8 jam.
  • Penyakit gonokokus uretritis, yaitu saluran pembawa urine terinfeksi bakteri penyebab gonorea: 3 g sebagai dosis tunggal.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur atau taruh biskuit biasa di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sebelum bangun. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman dengan gula di dalamnya bisa membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Reaksi alergi, seperti ruam pada kulit.
  • Gangguan saluran pencernaan.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit leukimia limfatik, yaitu kondisi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih terlalu banyak.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat ditularkan melalui droplet atau liur saat batuk maupun bersin (mononukleosis).
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap amoxicillin atau golongan penisilin lainnya.
  • Pasien penderita infeksi yang disebabkan virus.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Allopurinol.
    Amoxicillin dapat meningkatkan risiko alergi terhadap allopurinol.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoxicillin dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral.
  • Vaksin.
    Antibiotik seperti amoxicillin dapat mengurangi efektivitas vaksin.
  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline.
    Obat di atas dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri.
  • Probenesid atau obat untuk mengatasi asam urat.
    Penggunaan amoxicillin dengan probenesid dapat meningkatkan kadar probenesid dalam darah, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan amoxicillin dengan antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan memar dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare disertai kram perut yang mengandung darah atau lendir atau diare parah selama lebih dari 4 hari.
  • Feses berwarna pucat dengan urine berwarna gelap, kulit atau bagian putih mata menguning. Hal ini merupakan tanda terjadinya masalah hati atau kandung empedu.
  • Memar atau perubahan warna kulit.
  • Nyeri sendi atau otot yang muncul setelah 2 hari minum obat.
  • Ruam kulit dengan bercak merah melingkar.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Yusimox Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet)