SehatQ
SehatQ Profile
Vomitas Fdt Tablet adalah obat untuk mengatasi mual dan muntah akut atau baru terjadi

Vomitas Fdt Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 49.941

Jumlah Produk
1

Tersedia 33 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 57.100
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 48.600
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 50.200
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 54.600
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Vomitas Fdt Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk kegunaan obat vomitas fdt tablet, antara lain:

mengatasi mual dan muntah akut atau baru terjadi
mengatasi mual dan muntah yang disebabkan pemberian levodopa dan bromokriptin lebih dari 12 minggu
mengobati gejala dispepsia tanpa luka (dispepsia fungsional) dan tidak disertai penyebab jelas (symptom dispepsia fungsional)
mengatasi mual dan muntah pada anak yang menjalani terapi kemoterapi dan radioterapi

domperidone bekerja dengan menghambat reseptor dopamin d2 di bagian otak, yaitu chemoreceptor trigger zone (ctz). proses penghambatan ini akan mengurangi rasa tidak nyaman pada perut serta keinginan untuk muntah.

Informasi zat aktif :

Domperidone adalah obat golongan antiemetik. Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala mual, muntah, nyeri, dan rasa tidak nyaman pada perut karena makan terlalu banyak dengan cara mempercepat proses pencernaan makanan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, domperidone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan sedikit tertunda dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 15%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 30 menit.
  • Distribusi: Tidak langsung melewati sawar darah-otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara cepat dan ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses dan urine 31%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat kira-kira 7,5 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Vomitas Fdt tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Azithromycin, roksitromisin, serta obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia)
    Penggunaan domperidone dengan obat di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid
    Penggunaan domperidone dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin
    Domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan produksi ASI.
  • Antasida atau agen antisekretori
    Domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Levodopa
    Domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Vomitas Fdt Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Domperidone
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Kalbe Farma

Informasi Zat Aktif

Domperidone adalah obat golongan antiemetik. Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala mual, muntah, nyeri, dan rasa tidak nyaman pada perut karena makan terlalu banyak dengan cara mempercepat proses pencernaan makanan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, domperidone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan sedikit tertunda dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 15%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 30 menit.
  • Distribusi: Tidak langsung melewati sawar darah-otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara cepat dan ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses dan urine 31%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat kira-kira 7,5 jam.

Indikasi (manfaat)

Kegunaan obat Vomitas Fdt tablet, antara lain:

  • Mengatasi mual dan muntah akut atau baru terjadi
  • Mengatasi mual dan muntah yang disebabkan pemberian levodopa dan bromokriptin lebih dari 12 minggu
  • Mengobati gejala dispepsia tanpa luka (dispepsia fungsional) dan tidak disertai penyebab jelas (symptom dispepsia fungsional)
  • Mengatasi mual dan muntah pada anak yang menjalani terapi kemoterapi dan radioterapi

Domperidone bekerja dengan menghambat reseptor dopamin D2 di bagian otak, yaitu Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ). Proses penghambatan ini akan mengurangi rasa tidak nyaman pada perut serta keinginan untuk muntah.

Komposisi

Domperidone 10 mg

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah dengan berat badan kurang dari 35 kg: 250 mcg/kgBB sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, sekitar 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak.
  • Mulut kering
    Cobalah mengunyah permen karet atau manisan bebas gula.
  • Pingsan
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.
  • Produksi ASI yang tidak biasa
  • Ruam kulit yang gatal
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Cemas dan mengantuk
  • Payudara bengkak atau nyeri saat ditekan
  • Perubahan menstruasi
  • Gatal atau biduran
  • Kejang

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan risiko kematian jantung mendadak, misalnya pasien dengan riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), dan obesitas, serta pasien yang merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang memiliki masalah pada jantung, seperti pasien dengan gangguan irama jantung
  • Pasien dengan kondisi motilitas lambung membahayakan, misalnya pasien yang mengalami perdarahan dan penyumbatan (obstruksi) saluran pencernaan
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun
  • Bayi berusia di bawah 1 tahun
  • Pasien lanjut usia
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Vomitas Fdt tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki gangguan elektrolit, seperti pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesemia)
  • Pasien yang memiliki tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak di bagian dasar otak (prolaktinomia)
  • Pasien yang mengonsumsi obat ketoconazole, erythromycin, protease inhibitor, atau nefazodon
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap domperidone
  • Pasien penderita gangguan hati sedang hingga berat
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Azithromycin, roksitromisin, serta obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia)
    Penggunaan domperidone dengan obat di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid
    Penggunaan domperidone dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin
    Domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan produksi ASI.
  • Antasida atau agen antisekretori
    Domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Levodopa
    Domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Vomitas Fdt Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 57.100