SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Voltaren Retard Tablet 100 mg  harga terbaik

Voltaren Retard Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 725.680

Jumlah Produk
0

Tersedia 10 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 712.076
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Potenza
Rp 800.990
Apotek Potenza
Kota Jakarta Selatan6.55 km
Apotek Ade
Rp 725.680
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.31 km
Apotek Kasuari
Rp 881.046
Apotek Kasuari
Kota Tangerang Selatan17.41 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Voltaren Retard tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Voltaren Retard tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak.

Indikasi obat:

  • Mengurangi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai gejala kaku dan nyeri (ankylosing spondylitis).
  • Mengatasi peradangan sendi (osteoarthritis).
  • Meredakan peradangan pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Natrium diklofenak adalah obat yang mampu bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin yaitu enzim yang menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan, dengan penghambatan prostaglandin maka akan membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Komposisi obat: Natrium diklofenak 100 mg.

Dosis obat:

Dewasa:

  • Dosis awal: 100-150 mg/hari, dikonsumsi dalam 3 dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 75-100 mg/hari, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi.

Aturan pakai obat:

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat:

  • Sakit perut, kembung, atau kehilangan nafsu makan.
    Hindari makanan yang mengandung gas seperti kacang polong, bawang merah, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit, makan dan minum secara perlahan, dan olahraga secara teratur.
  • Sakit kepala.
    Berisitirahat dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum alkohol terlalu banyak dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker anda. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama minum diklofenak. Jika sakit kepala bertahan selama satu minggu lebih atau bahkan semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing atau sakit kepala hingga membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
    Hentikan aktivitas yang dilakukan dan duduk atau berbaring hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda merasa pusing atau pusing. Efek samping ini akan hilang ketika sudah terbiasa mengonsumsi diklofenak.
  • Mual.
    Cobalah untuk konsumsi diklofenak sesudah makan. Hindari makan terlalu banyak dan hindari makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Konsumsi banyak air atau cairan. Hubungi dokter jika mengalami tanda dehidrasi seperti urine berkurang, urine berwarna gelap, dan berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat lain tanpa konsultasi ke dokter atau apoteker.
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Luka pada saluran pencernaan.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan fungsi hati.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau penghambat pembekuan darah.
  • Pasien yang akan atau yang telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap diklofenak atau obat NSAID lain.
  • Pasien yang mengalami gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami jantung iskemik.
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita asma.

Perhatian khusus:

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus.
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik.Pasien yang mengalami kekurangan kadar kalium dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien yang mengalami asma, peradangan pada rongga hidung (rhinitis), peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK), infeksi saluran pernapasan, lupus eritematous sistemik (SLE), gangguan jaringan ikat campuran, gangguan pembentukan heme (porfiria), penyakit mata termasuk infeksi pada mata.
  • Gangguan pembekuan darah (koagulopati).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Wanita hamil pada trimester kedua.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Anak-anak.

Interaksi obat:

  • NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat menyebabkan peningkatan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kortikosteroid dan obat SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor).
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Glikosida jantung.
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping terkait dengan gangguan pembuluh darah dan jantung (kardiovaskular).
  • Azithromycin.
    Azitromycin dapat meningkatkan terjadnya toksisitas hematologis.
  • Digoxin, lithium, metotreksat, dan phenytoin.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Kolestipol dan kolestiramin.
    Natrium diklofenak dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat kolestipol dan kolestiramin.
  • Inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan takrolimus.
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Mefiproston.
    Natrium diklofenak dapat mengurangi efek mifepriston.

Kandungan utama: Natrium diklofenak.

Kelas terapi: Analgetik, antiinflamasi, dan antipiretik.

Klasifikasi obat: Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).

Kategori kehamilan:

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Voltaren Retard tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Informasi zat aktif:

Diklofenak merupakan obat yang termasuk dalam golongan NSAID yang berasal dari asam fenilasetat, memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik, yang menghambat pembentukan prostaglandin.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Tingkat penyerapan menurun dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) adalah 55%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk puncak konsentrasi plasma) dalam kondisi puasa sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi: Sekitar 1,3-1,4 L / kg. Ikatan protein plasma: Lebih dari 99% terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (sekitar 60% sebagai metabolit  dan <1% sebagai obat tidak berubah); empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 1-2 jam.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Jika mengalami muntah darah atau kotoran hitam bisa menjadi tanda pendarahan di perut atau usus.
  • Jika mengalami gangguan pencernaan yang parah, mulas atau sakit perut, muntah atau diare bisa menjadi tanda maag atau pembengkakan di perut atau usus.
  • Jika kulit atau bagian putih mata menguning bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Jika memiliki ruam yang timbul, gatal, atau kulit bengkak atau bengkak, hal ini bisa menjadi tanda gatal-gatal (urtikaria) atau edema, jika mengalami sesak napas, kelelahan dan kaki atau pergelangan kaki bengkak bisa menjadi tanda gagal jantung.
  • Jika mengalami nyeri dada, sesak napas, merasa lemah atau pusing, atau perasaan cemas yang luar biasa, bisa menjadi tanda serangan jantung.
  • Jika memiliki kelemahan di satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau berpikir, kehilangan keseimbangan atau penglihatan kabur bisa menjadi tanda-tanda stroke.

Perlu Resep

Ya

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Voltaren Retard Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0