SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Velacom Plus tablet adalah obat untuk terapi tambahan dalam menurunkan kadar gula darah

Velacom Plus Tablet 1/250 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 20.200


Tersedia 13 Penjual

Urutkan
Apotek Sehat Krendang
Rp 21.600
Apotek Sehat KrendangKota Jakarta Barat
3.74 km
Apotek Seni Budaya
Rp 21.300
Apotek Seni BudayaKota Jakarta Barat
5.56 km
Apotek Mestik Jaya
Rp 20.400
Apotek Mestik JayaKota Jakarta Selatan
8.21 km
Apotek Aeri Farma
Rp 22.000
Apotek Aeri FarmaKota Jakarta Timur
12.88 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Velacom Plus tablet adalah obat untuk terapi tambahan dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita penyakit kencing manis atau diabetes tipe 2.

Menurunkan kadar gula yang tinggi di dalam darah akan membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota badan, dan masalah fungsi seksual.

Velacom Plus tablet mengandung zat aktif glimepiride dan metformin HCl. Glimepiride dapat menurunkan gula darah dengan merangsang pelepasan insulin alami tubuh, sedangkan metformin dapat menurunkan jumlah gula atau glukosa yang diserap dari makanan dan yang diproduksi hati.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Velacom Plus Tablet 1/250 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Glimepiride dan metformin HCl
Kelas Terapi
Antidiabetes
Klasifikasi
Sulfonilurea dan biguanida
Kemasan

1 strip @ 10 kapsul (6 mg)

Produsen
Novell Pharmaceutical Laboratories

Informasi Zat Aktif

Glimepiride digunakan untuk menurunkan kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Biasanya, obat ini digunakan sembari menjalankan diet sehat dan olahraga teratur.

Obat ini juga dapat digunakan bersama insulin atau jenis obat diabetes lainnya untuk membantu mengontrol gula darah tinggi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glimepiride diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap seluruhnya dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 2-3 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sekitar 8,8 L. Pengikatan protein plasma lebih dari 99,5%
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati menjadi senyawa kimia turunan sikloheksil hidroksi metil (M1) dan selanjutnya dimetabolisme menjadi turunan karboksil tidak aktif (M2).
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat kira-kira 9 jam.

Metformin termasuk dalam kelas obat biguanid yang digunakan untuk mengendalikan tingginya kadar gula darah akibat diabetes tipe 2.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan dapat mengurangi kadar dan sedikit memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50-60% pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menurunkan kadar gula darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol hanya dengan melakukan diet, olahraga, dan penurunan berat badan
  • Membantu mengurangi risiko terjadinya serangan jantung atau stroke

Glimepiride dapat membantu pankreas melepaskan insulin. Sementara, metformin dapat mengurangi jumlah gula yang dilepaskan hati ke dalam darah dengan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.

Insulin adalah bahan kimia yang dibuat tubuh untuk memindahkan gula (glukosa) dari aliran darah ke sel-sel. Gula yang telah memasuki sel dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk tubuh.

Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh tidak membuat cukup insulin, atau tidak dapat menggunakan insulin yang dibuatnya dengan benar, sehingga gula tetap berada di aliran darah. Hal ini menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia).

Komposisi

  • Glimepiride 1 mg
  • Metformin HCl 250 mg

Dosis

Dewasa: Dosis bersifat individual, dapat diberikan 1 tablet sebanyak 1-2 kali/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan atau segera sebelum dan saat makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat atau botol berisi air panas.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menghindari kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis)
  • Penurunan kadar natrium dalam darah (hiponatremia)
  • Kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah
  • Kelelahan
  • Penurunan fungsi hati
  • Reaksi alergi
  • Nyeri pada ulu hari
  • Peningkatan berat badan
  • Rambut rontok
  • Jantung berdetak lambat atau tidak teratur
  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Merasa dingin
  • Kesulitan bernapas

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami peningkatan kadar nitrogen urea darah dan kreatinin yang berkaitan dengan adanya penurunan laju filtrasi glumerular (azotemia prerenal)
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat yang berlebih dalam tubuh (asidosis laktat)
  • Pasien yang menderita kekurangan (defisiensi) enzim G6PD, yaitu kondisi yang menyebabkan sel darah merah hancur sebelum waktunya
  • Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati yang ringan hingga sedang
  • Pasien yang akan melakukan tindakan operasi
  • Pasien yang menderita demam, infeksi berat, dan trauma
  • Pasien lanjut usia, yaitu di atas 70 tahun
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengalami dehidrasi
  • Pasien yang menderita gagal jantung stabil
  • Pasien yang menderita gangguan ginjal dan hati ringan hingga sedang

Selama mengonsumsi obat ini, aturlah pola makan dan aktivitas olahraga.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan glimepiride pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien yang menderita gangguan ginjal dan hati yang berat
  • Pasien yang menderita diabetes melitus tipe 1
  • Pasien yang mengalami komplikasi diabetes yang ditandai dengan tingginya kadar keton di dalam tubuh (ketoasidosis diabetik) dengan atau tanpa disertai koma

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti fenilbutazon, insulin, antidiabetes oral seperti metformin, salisilat, fluoxetin, steroid anabolik, dan androgen, serta antibiotik chloramphenicol, sulfonamida, tetracycline, quinolon, clarithromycin, antikoagulan kumarin, disopiramid, fibrat, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), penghambat monoamine oxidase (MAO inhibitor) seperti fenelzin, allopurinol, probenesid, sulfinpirazon, siklosfamid, fluconazole, dan pentoksifilin
    Obat-obatan di atas meningkatkan efektivitas glimepiride dalam menurunkan gula darah, sehingga dapat menyebabkan penurunan kadar gula menjadi sangat rendah atau di bawah batas normal.
  • Asetazolamid, diklorfenamid, NSAID, dan obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi), seperti penghambat ACE
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat, yaitu kelebihan kadar asam di dalam tubuh.
  • Cimetidin, dolutegravir, ranolazin, trimetoprim, candetanib, dan isavuconazol
    Obat-obatan di atas dapat meningkatkan kadar metformin dalam plasma, sehingga dapat meningkatkan efektivitas metformin dalam menurunkan kadar gula darah dan menyebabkan terjadinya hipokalemia atau rendahnya jumlah kalium di dalam darah.
  • Estrogen, kontrasepsi oral, diuretik tiazid, glukokortikoid, derivat fenotiazin seperti clorpromazine, simpatomimetik seperti epinephrin, albuterol, dan terbutalin, asam nikotinat dalam dosis tinggi, derivat asam nikotinat, obat pencahar dalam jangka panjang, phenytoin, diazoksid, glukagon, barbiturat, rifampicin, dan isoniazid
    Penggunaan obat-obatan di atas bersama glimepiride dapat menurunkan efek penurunan kadar gula darah.
  • Kolesevelam
    Penggunaan glimepiride bersama obat di atas dapat mengurangi penyerapan glimepiride, sehingga efektivitas glimepiride dalam menurunkan kadar gula darah akan menurun. Sebaiknya, glimepirid dikonsumsi minimal empat jam sebelum mengonsumsi kolesevelam.
  • Obat golongan beta blocker misalnya propanolol, obat reserpine, dan guanethidine
    Penggunaan obat-obatan di atas bersama glimepiride dapat mengganggu kadar gula darah, seperti menurunkan kadar gula darah hingga di bawah normal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Demam
  • Perasaan tidak nyaman dengan kelelahan yang parah, pernapasan cepat atau dangkal, kedinginan, dan detak jantung yang lambat
  • Tanda masalah hati seperti kulit atau bagian putih mata menguning
  • Tanda-tanda kekurangan sel darah merah karena kekurangan asupan vitamin B12 yang ditandai dengan kelelahan ekstrim, kekurangan energi, kesemutan, lidah sakit dan merah, seriawan, kelemahan otot, dan penglihatan terganggu
  • Tanda gangguan kulit, seperti ruam kulit, kemerahan, atau gatal

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/glimepiride.html

Diakses pada 6 Agustus 2021



Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326145#about

Diakses pada 6 Agustus 2021



Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/glimepiride

Diakses pada 6 Agustus 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696016.html

Diakses pada 6 Agustus 2021



Healthline. https://www.healthline.com/health/glimepiride/oral-tablet

Diakses pada 6 Agustus 2021



NHS. https://www.nhs.uk/medicines/glimepiride/

Diakses pada 6 Agustus 2021



MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glimepiride?mtype=generic

Diakses pada 6 Agustus 2021



NHS. https://www.nhs.uk/medicines/metformin/

Diakses pada 6 Agustus 2021



MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metformin?mtype=generic

Diakses pada 6 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/metformin.html

Diakses pada 6 Agustus 2021



Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/metformin-oral-tablet#about

Diakses pada 6 Agustus 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Membantu menurunkan kadar gula darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol hanya dengan melakukan diet, olahraga, dan penurunan berat badanMembantu mengurangi risiko terjadinya serangan jantung atau strokeGlimepiride dapat membantu pankreas melepaskan insulin. Sementara, metformin dapat mengurangi jumlah gula yang dilepaskan hati ke dalam darah dengan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.Insulin adalah bahan kimia yang dibuat tubuh untuk memindahkan gula (glukosa) dari aliran darah ke sel-sel. Gula yang telah memasuki sel dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk tubuh.Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh tidak membuat cukup insulin, atau tidak dapat menggunakan insulin yang dibuatnya dengan benar, sehingga gula tetap berada di aliran darah. Hal ini menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia).

Dewasa: Dosis bersifat individual, dapat diberikan 1 tablet sebanyak 1-2 kali/hari.

Dikonsumsi bersama makanan atau segera sebelum dan saat makan.

Sakit perutIstirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat atau botol berisi air panas.MuntahMinumlah banyak air untuk menghindari kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.DiareUntuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.Sakit kepalaIstirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.PusingBerbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis)Penurunan kadar natrium dalam darah (hiponatremia)Kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia)Penurunan kadar trombosit dalam darahKelelahanPenurunan fungsi hatiReaksi alergiNyeri pada ulu hariPeningkatan berat badanRambut rontokJantung berdetak lambat atau tidak teraturNyeri otot yang tidak biasaMerasa dinginKesulitan bernapas

Nama Produk

Velacom Plus Tablet 1/250 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)

Total

Rp 21.600