SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Uperio tablet adalah adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung

Uperio Tablet 50 mg (2 Strip @ 14 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 507.609


Tersedia 9 Penjual

Urutkan
Apotek Garuda
Rp 538.000
Apotek GarudaKota Jakarta Barat
3.27 km
Apotek Manjur Sehat Pantai Indah Kapuk
Rp 548.800
Apotek Manjur Sehat Pantai Indah KapukKota Jakarta Utara
9.93 km
Apotek Mose Nusa Jaya
Rp 571.600
Apotek Mose Nusa JayaKota Tangerang Selatan
14.45 km
Apotek Mose Sawah Baru
Rp 566.720
Apotek Mose Sawah BaruKota Tangerang Selatan
18 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Uperio tablet adalah adalah obat untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Uperio tablet mengandung zat aktif sacubitril valsartan sodium hydrate dan valsartan. Valsartan adalah obat yang bekerja dengan membuat pembuluh darah rileks, sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Kombinasi sacubitril valsartan sodium hydrate dan valsartan juga dapat menurunkan risiko kematian setelah serangan jantung.

Valsartan dapat digunakan untuk terapi hipertensi pada pasien dewasa dan anak-anak berusia 6 tahun atau lebih.

Informasi zat aktif :

Sacubitril merupakan obat golongan inhibitor neprilysin yang membantu mengontrol volume darah. Sementara, valsartan termasuk dalam golongan obat penghambat reseptor angiotensin (ARB) yang dapat melancarkan aliran darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sacubitril dan valsartan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi:
  • Distribusi:
  • Metabolisme:
  • Ekskresi:

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberika

Interaksi obat :

  • Sildenafil
    Penggunaan bersama sildenafil dapat menyebabkan penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
    Penggunaan obat ini bersama NSAID dapat menyebabkan risiko gagal ginjal akut.
  • Rifampisin, siklosporin, dan ritonavir
    Peningkatan konsentrasi serum dengan rifampisin, siklosporin, ritonavir.
  • Metformin
    Obat ini dapat menurunkan konsentrasi metformin, sehingga efektivitas metformin akan menurun.
  • Obat golongan statin
    Sacubitril dapat meningkatan konsentrasi obat golongan statin.
  • Lithium
    Valsartan dapat meningkatkan konsentrasi lithium dan menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Diuretik hemat kalium (misalnya triamterene), antagonis mineralokortikoid (misalnya spironolakton), suplemen K, atau pengganti garam yang mengandung K (misalnya heparin)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah hingga di atas normal (hiperkalemia).
  • Penghambat ARB
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan risiko angioedema atau reaksi alergi pada kulit yang menyebabkan pembengkakan.
  • Aliskiren
    Penggunaan bersama aliskiren pada pasien kencing manis (diabetes melitus) dapat meningkatkan risiko gagal ginjal akut, tekanan darah rendah, dan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain untuk mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan jika Anda mengalami:

  • Penurunan tekanan darah hingga di baah normal (hipotensi)
  • Pembengkakan yang terjadi pada lapisan dalam kulit yang disebabkan reaksi alergi (angioedema)
  • Pasien penderita penyakit ginjal stadium akhir

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Membantu mengobati penyakit gagal jantung dan serangan jantung

Sebagai obat penghambat reseptor angiotensin II (ARB), valsartan akan memblokir efek angiotensin II. Hormon angiotensin II berperan dalam menyempitkan pembuluh darah.

Dengan menghambat efek angiotensin, maka pembuluh darah menjadi lebih lebar. Ginjal pun dapat membuang kelebihan air dan garam di tubuh, sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

Kandungan sacubitril mampu melancarkan aliran darah dan membuat kerja jantung dalam memompa darah menjadi lebih efisien.

Komposisi

  • Sacubitril valsartan sodium hydrate 56.55 mg setara sacubitril 24,3 mg
  • Valsartan 25,7 mg

Dosis

1 tablet (50 mg) sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan pada pagi dan malam hari.

Efek Samping

  • Mual
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Pusing
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat, tetap duduk sampai merasa lebih baik, atau berbaringlah agar tidak pingsan.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Gejala dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urin berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit kepala
    Beristirahatlah yang cukup. Minum banyak air dan hindari alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
  • Pembengkakan pada wajah, lidah atau tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan ginjal
  • Kadar kalium tinggi dalam darah
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Berikan sampai 36 jam setelah dosis obat penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme) terakhir
  • Hentikan penggunaan jika Anda mengalami penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi) dan pembengkakan yang disebabkan reaksi alergi pada jaringan bawah kulit (angioedema)
  • Perbaiki penipisan Na dan atau volume sebelum pengobatan
  • Tidak dianjurkan untuk penyakit ginjal stadium akhir
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam tubuh (hiperkalemia) dan penyempitan salah satu atau lebih arteri yang membawa darah menuju ginjal (stenosis arteri ginjal)
  • Segera hentikan jika terjadi angioedema
  • Pasien dengan gangguan hati
  • Ibu menyusui

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun
  • Wanita hamil
  • Pasien yang mengonsumsi obat diabetes melitus
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Penggunaan bersama dengan penghambat ACE dan obat aliskiren pada pasien dengan diabetes tipe II atau gangguan ginjal
  • Riwayat reaksi alergi pada kulit atau mukosa yang disertai pembengkakan (angioedema) terkait obat penghambat ACE atau terapi ARB sebelumnya
  • Pasien dengan gangguan hati berat, peradangan dan penyumbatan saluran empedu pada hati (sirosis bilier), dan penyakit hati yang disebabkan perlambatan atau penyumbatan aliran empedu ke hati (kolestasis)

Nomor Izin Edar

DKI1701700417B1
Ulasan Pembeli

Produk Terkait

FAQ

Membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)Membantu mengobati penyakit gagal jantung dan serangan jantungSebagai obat penghambat reseptor angiotensin II (ARB), valsartan akan memblokir efek angiotensin II. Hormon angiotensin II berperan dalam menyempitkan pembuluh darah.Dengan menghambat efek angiotensin, maka pembuluh darah menjadi lebih lebar. Ginjal pun dapat membuang kelebihan air dan garam di tubuh, sehingga membantu menurunkan tekanan darah.Kandungan sacubitril mampu melancarkan aliran darah dan membuat kerja jantung dalam memompa darah menjadi lebih efisien.

1 tablet (50 mg) sebanyak 2 kali/hari.

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan pada pagi dan malam hari.

MualCobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.PusingJika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat, tetap duduk sampai merasa lebih baik, atau berbaringlah agar tidak pingsan.DiareMinum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Gejala dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urin berwarna gelap dan berbau tajam.Sakit kepalaBeristirahatlah yang cukup. Minum banyak air dan hindari alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.Pembengkakan pada wajah, lidah atau tenggorokanKesulitan menelanGatal-gatalKesulitan bernapasPenurunan tekanan darahGangguan ginjalKadar kalium tinggi dalam darahBatukKelelahanKehilangan kesadaran secara tiba-tiba

Nama Produk

Uperio Tablet 50 mg (2 Strip @ 14 Tablet)

Total

Rp 538.000