SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Tyrema kaplet berguna untuk meredakan sakit kepala dan sakit gigi serta menurunkan demam

Tyrema Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0
Stok HabisCari produk lain dikategoriDemamataulihat selengkapnya dari Tyrema

Deskripsi

Tyrema kaplet merupakan obat yang berfungsi untuk meredakan peradangan di tubuh penyebab demam, nyeri sendi, pembengkakan, serta kemerahan akibat kejadian traumatis.

Selain kejadian traumatis seperti kecelakaan atau terbentur, infeksi bakteri dan virus juga dapat memicu terjadinya peradangan.

Faktanya, peradangan merupakan respons alami tubuh dalam menanggapi infeksi yang masuk ke tubuh. Namun, jika peradangan tidak disembuhkan akan memicu peradangan kronis, seperti penyakit kencing manis (diabetes) serta radang sendi (arthritis).

Tyrema kaplet mengandung kombinasi paracetamol dan ibuprofen. Paracetamol memiliki efektivitas sebagai penurun demam dan pereda nyeri. Sementara, ibuprofen selain memiliki sifat antipiretik dan analgesik juga dilengkapi antiinflamasi (peradangan).

Itu sebabnya, dua kombinasi bahan aktif ini akan saling melengkapi dalam meredakan peradangan di tubuh.

Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ, pasti asli dan aman digunakan!

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Tyrema Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ibuprofen dan paracetamol
Kelas Terapi
Antiinflamasi, antipiretik, analgesik
Klasifikasi
Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID), Analgesik non-opioid
Kemasan

1 strip @ 10 kaplet

Produsen
Graha Pharma

Informasi Zat Aktif

Ibuprofen merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang memiliki aktivitas antiinfllamasi atau anti-peradangan dan analgesik atau antinyeri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap di saluran pencernaan dan sebagian menuju kulit. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) yaitu 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati melalui proses oksidasi.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine dan feses.

Paracetamol termasuk dalam golongan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun suhu tubuh (antipiretik). Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 10-60 menit setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil dan didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Menurunkan demam
  • Mengurangi nyeri sendi dan radang persendian
  • Mengatasi bengkak atau kemerahan akibat terbentur
  • Mengobati sakit kepala, sakit gigi, dan sakit di punggung

Ibuprofen bekerja dengan menghambat jalur enzim siklooksigenase-1 dan 2 (COX-1 dan -2) dalam memproduksi senyawa prostaglandin. Selain itu, ibuprofen akan menghalangi prostaglandin dalam menciptakan peradangan yang dapat menyebabkan bengkak dan radang sendi.

Paracetamol memiliki mekanisme kerja sebagai antipiretik dan analgesik. Efek analgesik paracetamol bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin dan menghalangi jalur jalur serotonergik penyebab nyeri. Kemudian sebagai antipiretik, paracetamol akan menurunkan kadar prostaglandin di hipotalamus (saraf pusat), sehingga demam dapat diturunkan.

Komposisi

  • Ibuprofen 200 mg
  • Paracetamol 325 mg

Dosis

Dewasa: 1 kapsul sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Merasa mual
    Konsumsi makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Seimbangkan dengan minum air putih sebanyak enam gelas/hari dan jangan berbaring setelah makan.
  • Muntah
    Perbanyak minum air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil dan menganggu keseimbangan tubuh.
  • Reaksi alergi
    Timbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.
  • Pusing
    Jika mulai merasa pusing, hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Jantung berdebar kencang
  • Urine bewarna keruh
  • Nyeri di bagian punggung bawah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri di ulu hati
  • Timbul rasa cemas
  • Halusinasi
  • Susah buang air besar (konstipasi)
  • Pendarahan di lambung
  • Pandangan menjadi kabur
  • Sulit buang air kecil
  • Sakit tenggorokan

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengalami nyeri berat di ulu hati
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah
  • Pasien yang mengalami gangguan di saraf mata (glaukoma)
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang ringan
  • Pasien yang mengalami radang di saluran pernapasan
  • Pasien yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, dan kelebihan lemak dalam darah (hiperlipidemia)

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Tyrema kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi berat terhadap ibuprofen atau paracetamol
  • Pasien yang memiliki riwayat asma akut
  • Penderita yang mengalami peradangan saluran cerna menahun (penyakit Crohn)
  • Pecandu alkohol aktif karena dapat meningkatkan risiko keracunan
  • Pasien yang mengalami luka di lambung (tukak lambung)
  • Pasien yang mengalami penyakit gagal jantung
  • Pasien yang memiliki gangguan di sirkulasi darah
  • Pasien yang sedang melakukan operasi cangkok arteri koroner
  • Pasien yang sedang mengalami cedera tulang belakang
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat
  • Pasien dengan penyakit kencing manis (diabetes)
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi yang berat (hipertensi)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Carbamazepine, fenobarbital, dan fenitoin
    Obat tersebut merupakan obat untuk pasien kejang (epilepsi). Jika digunakan bersama paracetamol dapat mengurangi efektivitas masing-masing obat (efek antagonis) serta meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Aspirin, warfarin, kortikosteroid, dan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor)
    Penggunaan ibuprofen atau paracetamol dengan obat sejenis antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, antikoagulan seperti warfarin, dan kortikosteroid lainnya dapat meningkatkan risiko pendarahan dan peradangan di usus besar.
  • Siklosporin dan takrolimus
    Obat di atas merupakan jenis obat penekan imun (imunosupresan) yang jika diberikan bersama ibuprofen dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia) dan risiko keracunan pada ginjal.
  • Methotrexate
    Obat ini digunakan untuk membantu penyembuhan kanker. Jika diberikan bersamaan dengan ibuprofen akan meningkatkan risiko keracunan dalam tubuh.
  • Phenothiazine
    Obat ini biasa digunakan pada pasien dengan ganggguan mental. Apabila diberikan bersama paracetamol akan menyebabkan tubuh tidak mampu mengatasi suhu dingin (hipotermia berat).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Mengalami tekanan darah tinggi secara drastis
  • Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan
  • Muntah darah atau feses mengeluarkan darah
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Demam atau nyeri tidak kunjung sembuh dalam dua hari
  • Gangguan kardiovaskular, seperti jantung berdebar dengan cepat atau terjadi ketidakmampuan jantung untuk memompa darah (syok kardiogenik)

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen%20+%20 paracetamol?type=generic
Diakses pada 15 Oktober 2021

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/medicines/can-i-take-paracetamol-and-ibuprofen-together/
Diakses pada 15 Oktober 2021

NewsMedical. https://www.news-medical.net/drugs/Ibupane.aspx
Diakses pada 15 Oktober 2021

Sesuai kemasan per Oktober 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Menurunkan demamMengurangi nyeri sendi dan radang persendianMengatasi bengkak atau kemerahan akibat terbenturMengobati sakit kepala, sakit gigi, dan sakit di punggungIbuprofen bekerja dengan menghambat jalur enzim siklooksigenase-1 dan 2 (COX-1 dan -2) dalam memproduksi senyawa prostaglandin. Selain itu, ibuprofen akan menghalangi prostaglandin dalam menciptakan peradangan yang dapat menyebabkan bengkak dan radang sendi.Paracetamol memiliki mekanisme kerja sebagai antipiretik dan analgesik. Efek analgesik paracetamol bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin dan menghalangi jalur jalur serotonergik penyebab nyeri. Kemudian sebagai antipiretik, paracetamol akan menurunkan kadar prostaglandin di hipotalamus (saraf pusat), sehingga demam dapat diturunkan.

Dewasa: 1 kapsul sebanyak 3-4 kali/hari

Dikonsumsi setelah makan.

Merasa mualKonsumsi makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Seimbangkan dengan minum air putih sebanyak enam gelas/hari dan jangan berbaring setelah makan.MuntahPerbanyak minum air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil dan menganggu keseimbangan tubuh.Reaksi alergiTimbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.PusingJika mulai merasa pusing, hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.Jantung berdebar kencangUrine bewarna keruhNyeri di bagian punggung bawahSakit tenggorokanNyeri di ulu hatiTimbul rasa cemasHalusinasiSusah buang air besar (konstipasi)Pendarahan di lambungPandangan menjadi kaburSulit buang air kecilSakit tenggorokan

Nama Produk

Tyrema Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)