SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Triatec tablet adalah obat untuk membantu mengatasi hipertensi dan gagal jantung kongestif

Triatec Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 214.310

Jumlah Produk
0

Tersedia 14 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 193.284
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 269.100
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek AIS
Rp 277.000
Apotek AIS
Kota Jakarta Selatan6.69 km
Apotek Nico Sehat
Rp 229.254
Apotek Nico Sehat
Kota Jakarta Timur7.16 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Triatec tablet adalah obat untuk membantu mengatasi hipertensi dan gagal jantung kongestif. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Triatec tablet mengandung zat aktif Ramipril

Informasi zat aktif :

Ramipril merupakan obat golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini akan menghambat enzim yang mengubah hormon angiotensin I menjadi hormon angiotensin II.

Angiotensin I berperan dalam mengatur tekanan darah di tubuh. Sementara, angiotensin II dapat menyempitkan pembuluh darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 28% (ramipril); 44% (ramiprilat). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma adalah 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat) dan 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Ramipril hampir sepenuhnya dimetabolisme menjadi ramiprilat.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 13-17 jam (ramiprilat).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Efek antihipertensi dikurangi oleh simpatomimetik vasopresor dan AINS
  • Alopurinol, imunosupresan, kortikosteroid, prokainamid, sitostatik, obat lain dapat mempengaruhi TD dan meningkatkan terjadinya reaksi hematologik
  • Dengan garam litium dapat meningkatkan efek obat antidiabetes
  • Penggunaan bersama heparin dapat meningkatkan kadar K serum
  • Dapat meningkatkan efek alkohol
  • Pemberian dengan suplemen K atau obat hemat K meningkatkan resiko hiperkalemia
  • Dengan diuretik dan antihipertensi lain, nitrat, antidepresan trisiklik, anestesi dapat meningkatkan efek hipotensi
  • Meningkatkan resiko hipokalemia dengan glukokortikoid atau laksatif
  • Reaksi anafilaksis dan anafilaktoid terhadap venom atau racun serangga dan alergen lainnya mungkin meningkat

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Triatec Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ramipril.
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Sanofi Aventis

Informasi Zat Aktif

Ramipril merupakan obat golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini akan menghambat enzim yang mengubah hormon angiotensin I menjadi hormon angiotensin II.

Angiotensin I berperan dalam mengatur tekanan darah di tubuh. Sementara, angiotensin II dapat menyempitkan pembuluh darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 28% (ramipril); 44% (ramiprilat). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma adalah 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat) dan 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Ramipril hampir sepenuhnya dimetabolisme menjadi ramiprilat.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 13-17 jam (ramiprilat).

Indikasi (manfaat)

Membantu mengatasi hipertensi dan gagal jantung kongestif.

Komposisi

Ramipril 10 mg.

Dosis

Hipertensi:

  • Diawali: 0,25 tablet/hari
  • Pemeliharaan: 0,25-0,5 tablet/hari, maksimal 1 tablet/hari
  • Pasien yang diterapi dengan diuretik: bila memungkinkan diuretik harus dihentikan 2-3 hari sebelum terapi

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Gangguan ginjal
  • Gangguan keseimbangan elektrolit
  • Reaksi alergi
  • Gangguan kardiovaskular
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Gangguan kulit

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Monitor fungsi ginjal terutama pada minggu awal terapi, monitor K serum dan sel darah putih
  • Pasien dengan hiperstimulasi sistem renin-angiotensin, hipertensi maligna berat, gagal jantung, gangguan aliran ventrikel kiri, pra terapi dengan diuretik, pasien dengan defisiensi cairan atau garam
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal, pasien yang mendapat transplantasi ginjal
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin

Kategori Kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Riwayat pembengkakan pada jaringan yang dibabkan karena penumpukan cairan (edema)
  • Penurunan aliran darah pada arteri ginjal (stenosis yang relevan secara hemodinamik), bersifat bilateral atau unilateral pada ginjal tunggal
  • Hipotensi atau kondisi sirkulasi darah yang labil
  • Onset cepat yg berat dari reaksi hipersensitivitas serta menyerupai alergi (anafilaktoid)
  • Pasien yang menjalani cuci darah
  • Wanita hamil dan ibu menyusui

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Efek antihipertensi dikurangi oleh simpatomimetik vasopresor dan AINS
  • Alopurinol, imunosupresan, kortikosteroid, prokainamid, sitostatik, obat lain dapat mempengaruhi TD dan meningkatkan terjadinya reaksi hematologik
  • Dengan garam litium dapat meningkatkan efek obat antidiabetes
  • Penggunaan bersama heparin dapat meningkatkan kadar K serum
  • Dapat meningkatkan efek alkohol
  • Pemberian dengan suplemen K atau obat hemat K meningkatkan resiko hiperkalemia
  • Dengan diuretik dan antihipertensi lain, nitrat, antidepresan trisiklik, anestesi dapat meningkatkan efek hipotensi
  • Meningkatkan resiko hipokalemia dengan glukokortikoid atau laksatif
  • Reaksi anafilaksis dan anafilaktoid terhadap venom atau racun serangga dan alergen lainnya mungkin meningkat

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Triatec Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0