SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Toras tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti peradangan sendi

Toras Tablet 4 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 33.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Abe Farma
Rp 33.000
Apotek Abe Farma
Kota Tangerang13.69 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Toras tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti peradangan sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Toras tablet mengandung zat aktif methylprednisolone. Zat aktif ini digunakan untuk mengobati peradangan di dalam tubuh, misalnya radang sendi, lupus, peradangan kulit dengan gejala ruam merah, kering, dan bersisik (psoriasis), peradangan usus besar (kolitis ulserativa), alergi, gangguan kelenjar (endokrin), dan masalah mata, paru-paru, perut, sistem saraf, atau sel darah.

Selain itu, methylprednisolone juga dapat digunakan bersama obat lain untuk mengatasi gangguan hormon.

Informasi zat aktif :

Methylprednisolone adalah obat golongan kortikosteroid yang bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan gejala peradangan, yaitu pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral atau melalui mulut.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif,
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat adalah 18-36 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Toras tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat

    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.
  • Ketoconazole, boseprevir, ciclosporin, erithromycin, rifampicin, phenytoin, phenobarbital, dan telaprevir

    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jangan hentikan penggunaan methylprednisolone tanpa berkonsultasi dengan dokter. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Kantuk
  • Kebingungan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kulit mengelupas
  • Penurunan berat badan

Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam dosis besar dan waktu lama, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap agar tubuh Anda dapat beradaptasi, sebelum menghentikan obat sepenuhnya.

Perhatikan efek samping ini jika Anda secara bertahap mengurangi dosis penggunaan dan setelah berhenti mengonsumsi obat ini. Jika terjadi efek samping, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis obat sementara atau mulai meminum obat kembali.

Indikasi (manfaat)

Obat Toras memiliki fungsi, seperti:

  • Mengatasi asma bronkial
  • Mengobati kelainan pada darah
  • Mengobati jenis kanker tertentu
  • Mengobati alergi parah
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik
  • Mengobati kelainan kelenjar endokrin
  • Mengatasi peradangan sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis)
  • Mengatasi dermatitis, psoriasis, sindrom Stevens-Johnson, dan kelainan kulit lainnya yang peka terhadap obat kortikosteroid
  • Mengatasi peradangan sendi (artritis) serta gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus seperti peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis)

Methylprednisolone mampu meredakan peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh, sehingga akan mengurangi gejala atau reaksi peradangan.

Komposisi

Methylprednisolone 4 mg

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mudah berkeringat
    Penggunaan methylprednisolone dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil.
    Metylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Diare
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda merasa lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
  • Rasa terbakar pada dada
  • Perubahan nafsu makan
  • Kesulitan bernapas
  • Gangguan tidur
  • Gatal-gatal
  • Keringat berlebih

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kerusakan pada organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis)
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan risiko efek samping pada saluran pencernaan seperti peradangan, perdarahan, dan maag
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik)
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid)
  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan yang berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul pada dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
  • Penggunaan jangka panjang
  • Pasien penderita tuberkulosis
  • Anak-anak
  • Bayi

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis)
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup)
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis)
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap methylprednisolone
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik
  • Pasien penderita gangguan mental
  • Pasien penderita infeksi virus
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Toras Tablet 4 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 33.000