SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Titan Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet) | Beli Online Toko SehatQ, Gratis Ongkir

Titan Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 8.000

Jumlah Produk
0

Tersedia 8 Penjual

Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 8.000
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km
Apotek Farhan
Rp 9.817
Apotek Farhan
Kota Jakarta Utara11.14 km
Apotek Zea
Rp 15.220
Apotek Zea
Kota Jakarta Timur12.39 km
Apotek Abe Farma Mencong
Rp 8.000
Apotek Abe Farma Mencong
Kota Tangerang14.63 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Titan Tablet adalah obat untuk membantu mengatasi luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum) dan lambung (tukak lambung).

Obat ini juga bekerja serta membantu mengatasi tingginya asam lambung akibat sindrom Zollinger-Ellison, yaitu penyakit yang timbul akibat munculnya satu atau lebih tumor gastrinoma di pankreas dan usus dua belas jari. 

Titan tablet mengandung zat aktif ranitidine. Ranitidine mampu menurunkan produksi asam lambung. Dengan begitu, gejala kelebihan asam lambung seperti sakit perut, mulas, sulit menelan, dan batuk terus menerus pun akan mereda.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Titan Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ranitidine
Kelas Terapi
Antasida, antirefluks, dan antiulserasi
Klasifikasi
Antagonis reseptor histamin H2
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (150 mg)
Produsen
Hexpharm Jaya

Informasi Zat Aktif

Ranitidine merupakan antasida atau obat penetral asam lambung yang bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ranitidine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: 50% dari dosis yang diberikan diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50%.
  • Distribusi: Minimal menembus sawar darah-otak, melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,4 L/kg. Ikatan protein plasma sekitar 15%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2,5-3 jam .

Indikasi (manfaat)

Membantu mengatasi produksi asam lambung berlebih, seperti pada kondisi:

  • GERD atau gastroesophageal reflux disease, yaitu rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan
  • Sindrom Zollinger-Ellison
  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus (esofagitis refluks)
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum)
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung)

Ranitidine termasuk dalam kelompok obat penghambat H2 (histamin-2). Histamin adalah bahan kimia alami yang merangsang sel-sel di perut (sel parietal) untuk menghasilkan asam.

Asam lambung yang berlebihan dapat merusak kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari. Obat penghambat H2 akan memblokir aksi histamin pada sel, sehingga mengurangi produksi asam oleh lambung.

Komposisi

Ranitidine HCl 150 mg

Dosis

  • Ulkus duodenum aktif: 150 mg sebanyak 2 kali/hari (pagi dan malam) atau 300 mg/hari sebelum tidur selama 4-8 minggu
  • Ulkus lambung: 150 mg sebanyak 2 kali/hari selama 4-8 minggu
  • Refluks esofagitis: 150 mg sebanyak 2 kali/hari selama 8 minggu
  • Pencegahan ulkus peptik: 150 mg pada malam hari selama 12 bulan

Aturan pakai

Dikonsumsi pada pagi dan malam hari, sesudah makan malam atau sebelum tidur.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak.
  • Sakit perut
    Cobalah beristirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit tetapi lebih sering. Kompres perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Konstipasi (sembelit)
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit, yaitu jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi (granulositopenia)
  • Rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Berkurangnya jumlah trombosit (trombositopenia)
  • Ruam kulit
  • Lemas

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C. Terlindung dari cahaya dan kelembaban.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes)
  • Pasien penderita penyakit paru kronis
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Pasien dengan gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien dengan gangguan kekebalan tubuh atau menderita sakit parah
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat porfiria akut, yaitu kelainan pembentukan heme (salah satu bagian sel darah merah atau hemoglobin) yang tidak sempurna
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap ranitidine

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin
    Ranitidine dapat mengubah waktu pembekuan darah (waktu protrombin) dan meningkatkan kadar obat, sehingga meningkatkan risiko efek samping tiap obat.
  • Prokainamid dan N-asetilprokainamid
    Ranitidine dalam dosis tinggi dapat mengurangi pengeluaran dan meningkatkan konsentrasi plasma prokainamid dan N-asetilprokainamid, sehingga dapat meningkatkan efek samping prokainamid dan N-asetilprokainamid, seperti nyeri dada dan detak jantung lambat atau cepat.
  • Dasatinib
    Ranitidine dapat mengganggu penyerapan dasatinib ke dalam aliran darah yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kanker.
  • Sucralfate
    Sucralfate dapat menurunkan penyerapan dan efektivitas ranitidine.
  • Triazolam, glipizide, midazolam, atazanavir, gefitinib, ketoconazole, dan delavirdin
    Ranitidine mengubah penyerapan obat yang bergantung pada pH seperti obat di atas, sehingga dapat meningkatkan penyerapan triazolam, glipizid, dan midazolam, serta menurunkan penyerapan atazanavir, gefitinib, ketoconazole, dan delavirdine.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Mudah memar atau berdarah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Urine berwarna gelap
  • Masalah dengan kulit atau rambut
  • Demam, menggigil, batuk berlendir, nyeri dada, dan sesak napas
  • Sakit perut
  • Kulit atau mata menguning

RxList. https://www.rxlist.com/consumer_ranitidine_zantac/drugs-condition.htm
Diakses pada 15 Juni 2021

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/ranitidine/article.htm
Diakses pada 15 Juni 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/ranitidine-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 15 Juni 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ranitidine?mtype=generic
Diakses pada 15 Juni 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4091-7033/ranitidine-oral/ranitidine-tablet-oral/details
Diakses pada 15 Juni 2021

Drugs. https://www.drugs.com/ranitidine.html
Diakses pada 15 Juni 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601106.html
Diakses pada 15 Juni 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ranitidine/
Diakses pada 15 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Titan Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0