SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Tera F tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala flu disertai batuk

Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 5.250

Jumlah Produk
0

Tersedia 52 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 8.300
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 5.400
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 7.200
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Nico Sehat
Rp 6.997
Apotek Nico Sehat
Kota Jakarta Timur7.16 km

Deskripsi

Tera F tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala flu yang disertai batuk.

Obat ini mengandung kombinasi zat aktif paracetamol, glyceryl guaiacolate, phenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleate. Paracetamol merupakan obat pereda nyeri dan penurun demam, sedangnya phenylpropanolamine merupakan obat untuk mengatasi hidung tersumbat.

Chlorpheniramine maleate digunakan untuk mengatasi alergi. Sementara, glyceryl guaiacolate, atau disebut juga guaifenesin, digunakan untuk mengobati batuk dan hidung tersumbat yang disebabkan flu biasa, bronkitis, dan penyakit pernapasan lainnya.

Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter. Perhatikan dosis penggunaan yang tertera pada kemasan atau bila diperlukan, berkonsultasilah dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya sebelum mengonsumsi obat ini.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Paracetamol, glyceryl guaiacolate, phenylpropanolamine HCL, dan chlorpheniramine maleate
Kelas Terapi
Obat batuk dan flu
Klasifikasi
Analgesik non-opioid
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet
Produsen
Rama emerld multi

Informasi Zat Aktif

Glyceryl guaiacolate atau guaifenesin bertindak sebagai ekspektoran, yaitu obat yang berfungsi untuk mengurangi kelengketan dan kekentalan dahak agar mudah dikeluarkan saat batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaifenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal atau pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 1 jam.

Paracetamol merupakan obat dengan aktivitas analgesik atau antinyeri dan antipiretik atau antidemam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral atau melalui mulut. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Phenylpropanolamine digunakan secara oral sebagai garam HCl untuk mengatasi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenylpropanolamine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) sekitar 3-5 jam.

Chlorpheniramine maleate merupakan obat antihistamin atau antialergi. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak memengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa pencernaan dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit dibuang dalam urine.

Indikasi (manfaat)

  • Mengantuk
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urine (retensi urine)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Mual
  • Muntah

Komposisi

  • Paracetamol 650 mg
  • Glyceryl guaiacolate 50 mg
  • Phenylpropanolamine HCL 15 mg
  • Chlorpheniramine maleate 2 mg

Dosis

  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari
  • Dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mengantuk
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urine (retensi urine)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Mual
  • Muntah

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urine
  • Pasien penderita gangguan fungsi pernapasan
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah
  • Ibu hamil dan menyusui

Obat ini dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Tera F tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap kandungan zat aktif dalam obat ini
  • Pasien dengan diabetes
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoklopramid dan domperidone
    Jika dikonsumsi bersama metoklopramid dan domperidone dapat meningkatkan penyerapan paracetamol, sehingga menyebabkan peningkatan efek samping paracetamol, seperti insomnia.
  • Obat yang mengandung alkohol
    Penggunaan bersama obat yang mengandung alkohol dapat meningkatkan efek samping mengantuk.
  • Kolestiramin
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat menurunkan penyerapan paracetamol, sehingga efektivitas paracetamol dalam mengatasi rasa sakit dan demam akan berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika:

  • Gejala memburuk atau timbul gejala baru
  • Demam tidak kunjung turun setelah mengonsumsi obat selama tiga hari dan nyeri tidak hilang setelah lima hari
  • Timbulnya ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/guaifenesin?mtype=generic
Diakses pada 1 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html Diakses pada 1 Juli 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-relief/acetaminophen-tylenol-side-effects#about-acetaminophen Diakses pada 1 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html
Diakses pada 1 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0

Jual dan Beli Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Tera F adalah obat yang berfungsi meredakan gejala flu disertai batuk. Tera F mengandung bahan aktif paracetamol, guaiphenesin, phenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleat yang dikenal efektif mengurangi bersin-bersin disertai nyeri pada tubuh. Keluhan seperti demam, sakit kepala, batuk tidak berdahak, hingga hidung tersumbat dapat diatasi dengan Tera F. Obat ini menyebabkan kantuk dan tidak dianjurkan untuk berkendara setelah mengonsumsinya. Tera F merupakan golongan obat bebas terbatas sehingga frekuensi penggunaannya harus disesuaikan dengan kemasan atau anjuran dari dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. Beli Tera F online dengan harga terbaru hanya di Toko SehatQ, pasti asli!
Merek: Tera F
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Rama emerld multi
Manufacture: Rama emerld multi
Kemasan obat: Strip @ 10 Kapsul

Indikasi/Manfaat Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)

Untuk meringankan gejala flu seperi demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk

Dosis Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 1 kaplet 3 sampai 4 kali sehari
  • Anak-anak 6-12 tahun: 0.5 kaplet 3 sampai 4 kali sehari


Cara Penggunaan Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Diminum setelah makan

Cara Menyimpan Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan di tempat yang sejuk

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


Hipersensivitas paracetamol, penderita diabetes melitus, gangguang fungsi hati

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Ibu hamil dan menyusui

Efek Samping Obat Tera F Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Mengantuk, mulut kering, palpitasi, retensi urin