Stok Habis
Tenapril kaplet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan gagal jantung.

Tenapril Kaplet 2,5 mg (1 Strip @ 6 Kaplet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Tenapril kaplet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan gagal jantung serta mencegah serangan jantung, masalah ginjal, dan stroke. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Tenapril kaplet mengandung zat aktif ramipril.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Tenapril Kaplet 2,5 mg (1 Strip @ 6 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Kelas Terapi
Antihipertensi.
Klasifikasi Obat
ACE Inhibitor.
Kemasan
1 strip @ 6 kaplet (2,5 mg)
Produsen
Ferron Par Pharmaceuticals

Informasi Zat Aktif

Ramipril merupakan obat antihipertensi golongan ACE inhibitor, yaiut suatu prodrug ramiprilat, secara kompetitif menghambat ACE dari mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II (vasokonstriktor kuat) yang mengakibatkan peningkatan aktivitas renin plasma dan penurunan sekresi aldosteron (hormon yang menyebabkan retensi air dan Na). Obat ini dapat meningkatkan vasodilatasi sehingga menghasilkan efek hipotensif dan efek menguntungkan pada gagal jantung kongestif.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Ketersediaan hayati sekitar 28% (ramipril); 44% (ramiprilat). Waktu untuk konsentrasi plasma puncak selama 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat); 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Melakukan saponifikasi enzimatik oleh esterase untuk membentuk ramiprilat (metabolit aktif).
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (60%, sebagai ramiprilat); feses (sekitar 40%). Waktu paruh eliminasi selama 13-17 jam (ramiprilat).

Indikasi (manfaat) Obat

Ramipril merupakan obat golongan penghambat ACE yang dapat bekerja dengan menghambat hormon yang dapat mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Obat ini bekerja dengan cara merelaksasikan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan jantung dapat memompa darah lebih efisien.

Komposisi Obat

Ramipril 2,5 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Sebaiknya dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg/hari sekali sehari, dapat dikonsumsi hingga 10 mg/hari jika diperlukan.
  • Setelah serangan jantung:
    • Dosis awal: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 2 hari hingga 5 mg sebanyak 2 kali/hari. Pengobatan dimulai ketika hari ke 3-10 setelah terjadi infark jantung.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Gagal jantung:
    • Dosis awal: 1,25 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari. Dosis 2,5 mg ke atas dapat diberikan dalam dua dosis terbagai ataupun dosis tunggal.
  • Mencegah timbulnya serangan jantung pada pasien yang berisiko tinggi:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sekali sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi.
    • Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari setelah 3 minggu berikutnya.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Batuk kering yang mengiritasi.
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak membantu untuk batuk yang disebabkan oleh ramipril. Terkadang batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Konsultasikan dengan dokter Anda jika batuk berlanjut, mengganggu Anda atau menghentikan Anda tidur, karena obat lain mungkin lebih baik. Jika Anda berhenti mengonsumsi ramipril, batuk mungkin membutuhkan beberapa hari hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Pusing.
    Jika ramipril membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Diare atau muntah.
    Minumlah banyak cairan, seperti air atau labu, untuk mencegah dehidrasi. Jika Anda sedang sakit, minumlah sedikit cairan, sesering mungkin. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter. Jika Anda mengalami diare atau muntah karena sakit perut atau penyakit, beri tahu dokter Anda. Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan ramipril untuk sementara sampai Anda merasa lebih baik.
  • Gatal atau ruam ringan pada kulit.
    Mungkin membantu untuk mengonsumsi antihistamin atau obat antialergi yang dapat Anda beli dari apotek. Tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis apa yang cocok untuk Anda.
  • Penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin saat ini terjadi. Jika berlangsung selama lebih dari satu atau dua hari, bicarakan dengan dokter Anda karena mereka mungkin perlu mengubah perawatan Anda.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 15-30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien dengan penyempiran pembuluh darah arteri menuju ginjal atau stenosis arteri ginjal bilateral atau ginjal tunggal dengan stenosis arteri ginjal unilateral.
  • Pasien yang berisiko mengalami penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien stenosis katup aorta atau mitral.

Kategori Kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat pembengkakan pada mukosa atau jaringan di bawah kulit (angioedema) dengan obat ACE inhibitor.
  • Pasien yang mengonsumsi aliskiren pada penderita kencing manis (diabetes melitus) atau penderita gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diuretik atau obat antihipertensi lain.
    Penggunaan ramipril dan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • NSAID misalnya asam mefenamat dan ibuprofen.
    Penggunaan ramipril bersama dengan obat golongan NSAID dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kerusakan fungsi ginjal.
  • Lithium.
    Ramipril dapat meningkatkan kadar serum dan menyebabkan terjadinya toksisitas pada lithium.
  • Suplemen dan diuretik hemat kalium.
    Penggunaan ramipril dengan obat di atas dapat meningkatkan terjadinya efek peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Aliskiren.
    Penggunaan ramipril dengan aliskiren dapat meneybabkan terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi), dan memicu terjadinya kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) pada pasien penderita diabetes atau gangguan ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika kulit Anda menjadi menguning atau bagian putih mata Anda menguning bisa menjadi tanda terjadinya masalah pada hati.
  • Jika Anda pucat, merasa lelah, pingsan atau pusing, tanda-tanda perdarahan (seperti pendarahan dari gusi dan lebih mudah memar), sakit tenggorokan dan demam dan lebih mudah terkena infeksi bisa menjadi tanda terjadinya kelainan pada darah atau sumsum tulang.
  • Jika detak jantung menjadi lebih cepat, nyeri dada, dan sesak di dada Anda bisa menjadi tanda masalah jantung. Sesak napas, mengi, dan dada sesak bisa menjadi tanda masalah paru-paru-paru.
  • Jika mengalami sakit perut yang parah bisa menjadi tanda pankreas yang meradang,
    pergelangan kaki bengkak, darah di kencing atau tidak kencing sama sekali bisa menjadi tanda masalah pada ginjal. Jika lengan dan kaki yang lemah atau kesulitan berbicara bisa menjadi tanda-tanda terjadinya stroke.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ramipril?mtype=generic
Diakses pada 24 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ramipril/
Diakses pada 24 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8843/ramipril-oral/details
Diakses pada 24 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692027.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ramipril.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Tenapril Kaplet 2,5 mg (1 Strip @ 6 Kaplet)