Stok Habis
Suprasma Inhaler adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah asma.

Suprasma Inhaler


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Suprasma Inhaler adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara di paru-paru (bronkospasme) pada penderita asma dan penyakit paru-paru. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Suprasma Inhaler mengandung zat aktif salbutamol sulfat. Salbutamol adalah obat untuk mengobati penyempitan saluran udara pada paru-paru dan meringankan sesak napas. Obat ini bekerja dengan melemaskan otot pada saluran pernapasan yang mengalami penyempitan, sehingga pernapasan akan menjadi lancar.
Suprasma Inhaler
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Salbutamol sulfat
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 inhaler @ 200 dosis (100 mcg)
Produsen
Dexa Medica

Indikasi (manfaat) Obat

Mengobati dan mencegah: - Asma umum yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus) (asma bronkial). - Pasien penderita peradangan pada saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru (bronkitis kronik). - Penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru sehingga membuat pernapasan menjadi pendek (emfisema). - Pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).

Komposisi Obat

Salbutamol sulfat 100 mcg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Bronkospasme akut: 100 atau 200 mcg.
  • Pencegahan bronkospasme: 200 mcg.
  • Terapi kronis bronkospasme: 200 mcg selama 4 kali/hari

Anak-anak:

  • Bronkospasme akut: 100 mcg .
  • Pencegahan bronkospasme: 100 mcg.
  • Terapi kronis bronkospasme: 200 mcg selama 4 kali/hari

Aturan pakai obat

Dihirup melalui mulut lalu dihembuskan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap, atau berulang (dispepsia)
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Konstipasi
  • Gangguan perut

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu dibawah 30° C. Hindari paparan sinar matahari langsung. Jangan disimpan dilemari es.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh dan disertai gejala peningkatan denyut jantung, gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor), dan penurunan berat badan(tirotoksikosis).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia).
  • Pasien penderita asma akut.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata yang terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan dari obat ini.
  • Pasien hipertiroid Pasien penderita penyakit jantung koroner.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Guanetidin, metildopa, reseprin, dan obat penghambat monoamin oksidase (MAOI) seperti isokarboksazid, fenelzin, rasagilin, selegilin, dan transilpromin dapat mempengaruhi kerja salbutamol.
  • Dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah jika digunakan bersama kortikosteroid, diuretik, xantin, dan digoksin.
  • Penggunaan bersama obat penghambat beta seperti atenolol, metoprolol, propranolol, dan labetalol memiliki efek antagonis.
  • Penggunaan bersama obat simpatomimetik dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
  • Penggunaan bersama kortikosteroid dapat menyebabkan penumpukan cairan pada kantong paru sehingga menyebabkan gejala kesulitan bernafas (edema paru).
  • Penggunaan bersama obat anestesi dapat meningkatkan inersia uteri.
  • Penggunaan bersama obat antidiabetes dapat menyebabkan efek antagonisme.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Suprasma Inhaler