SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Stenirol Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Stenirol Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung methylprednisolone 8 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Stenirol Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Methylprednisolone
Kelas Terapi
Hormon kortikosteroid
Klasifikasi
Glukokortikoid
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet
Produsen
Cendo Pharmaceutical

Informasi Zat Aktif

Methylprednisolone bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh. Hal ini dapat mengurangi kondisi peradangan yang terjadi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut atau oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukoronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mengobati alergi dan peradangan
  • Mengatasi asma bronkial
  • Mengobati alergi parah
  • Mengobati jenis kanker tertentu
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik
  • Mengobati kelainan kelenjar endokrin
  • Mengatasi gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus seperti peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis)
  • Mengatasi gangguan pada sistem kekebalan tubuh
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah
  • Mengatasi kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson) dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap obat kortikosteroid
  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, dan peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, kulit kering, dan mudah terkelupas (psoriasis)
  • Penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Methylprednisolone adalah obat kortikosteroid sintetis atau buatan manusia. Kortikosteroid adalah bahan kimia alami yang diproduksi kelenjar adrenal yang terletak berdekatan dengan ginjal. Kortikosteroid mempengaruhi metabolisme dengan cara mengubah sistem kekebalan. Kortikosteroid juga memblokir peradangan dan digunakan dalam berbagai macam penyakit inflamasi yang mempengaruhi banyak organ.

Komposisi

Methylprednisolone 8 mg.

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari

Multiple sklerosis: 160 mg/hari dalam 1 minggu, dilanjutkan 64 mg/hari dalam 1 bulan

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mudah merasa haus dan peningkatan buang air kecil
    Penggunaan methylprednisolone dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperburuk kondisi penderita diabetes. Jadi, konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya keinginan buang air kecil.
    Metylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • pembengkakan pada pergelangan kaki atau tangan akibat penumpukan cairan
  • luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)</li
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
  • Gangguan tidur
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Rasa terbakar pada dada
  • Iritasi perut
  • Peningkatan nafsu makan
  • Perdarahan
  • Kelemahan otot
  • Keringat berlebih

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat karena akan menimbulkan rasa perih atau nyeri ulu hati, mual, dan muntah
  • Hati-hati saat digunakan jangka panjang
  • Pasien penderita tuberkulosis
  • Anak-anak
  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul di dinding saluran pencernaan yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis)
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid)
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif nonspesifik)
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Stenirol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis)
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup)
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap methylprednisolone
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis)
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Pasien penderita gangguan mental
  • Pasien penderita infeksi virus
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik
  • Bayi prematur

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketoconazole, erythromycin, rifampicin, phenytoin, boseprevir, ciclosporin, phenobarbital, dan telaprevir
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone.
  • Aldesleukin, aspirin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, dan salisilat
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur.
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Mata atau kulit menjadi kuning.
  • Masalah penglihatan.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Stenirol Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)