SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stenirol tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan seperti peradangan pada sendi.

Stenirol Tablet 4 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 39.500

Jumlah Produk
1

Tersedia 6 Penjual

Apotek A.K.A Farma
Rp 39.500
Apotek A.K.A Farma
Kota Jakarta Barat7.74 km
Apotek Pionsakti
Rp 41.400
Apotek Pionsakti
Kota Batam899.32 km
Apotek Holong
Rp 43.500
Apotek Holong
Kota Jakarta Barat12 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 46.000
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Stenirol tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan seperti peradangan pada sendi. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Stenirol tablet menganduk zat aktif metilprednisolon.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Stenirol Tablet 4 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Metilprednisolon.
Kelas Terapi
Hormon kortikosteroid.
Klasifikasi
Glukokortikoid.
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (4 mg)
Produsen
Guardian Pharmatama

Informasi Zat Aktif

Metilprednisolon bekerja dengan mengikat dan mengaktifkan reseptor glukokortikoid intraseluler. Reseptor glukokortikoid teraktivasi mengikat daerah promotor DNA (yang dapat mengaktifkan atau menekan transkripsi) serta mengaktifkan faktor transkripsi yang mengakibatkan inaktivasi gen melalui deasetilasi histon. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metilprednisolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi secara cepat dan waktu puncak konsetrasi plasma adlaah 2 jam.
  • Distribusi: Terdistribusi secara cepat dan melewati plasenta. Volume distribusi adalah 0,7-1,5 L/kg.
  • Ekskresi: Waktu paruh plasma adalah lebih dari 3,5 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Pengobatan peradangan (antiinflamasi), radang sendi (artritis), dan alergi.

Metilprednisolon bekerja dengan cara mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit sehingga dapat mengurangi gejala pembengkakan, rasa sakit, dan reaksi alergi.

Komposisi

Metilprednisolon 4 mg.

Dosis

Dosis awal: 4-48 mg/hari.

  • Multipel sklerosis: 160 mg/hari untuk beberapa minggu, dilanjutkan dengan 64 mg/hari selama 1 bulan.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makakan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan metilprednisolon dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes sehingga konsultasikan kepada dokter jika mengalami gejala kadar gula darah yang tinggi seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi sehingga konsultasikan kepada dokter jika memiliki gejala infeksi seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, batuk.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan tidur.
  • Perubahan nafsu makan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Penggunaan bersama dengan asam asetilsalisilat.
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan stenirol tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Gangguan psikiatrik.
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien penderita glaukoma sudut sempit atau sudut terbuka.
  • Pasien penderita infeksi virus.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.
  • Ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, fenitoin, fenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan terganggunya kerja metilprednisolon.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan), pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Memar, kulit menipis, atau luka apa pun yang tidak akan sembuh.
  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
  • Depresi berat, perubahan kepribadian, pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Nyeri baru atau tidak biasa di lengan atau kaki atau di punggung Anda.
  • Feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Kejang.
  • Kadar kalium rendah yang ditandai dengan gejala kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, berdebar-debar di dada Anda, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan.

Jangan hentikan penggunaan obat ini secara mendadak.

Guardian Pharmatama. https://www.guardianpharmatama.com/product/stenirol/
Diakses 21 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses 21 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/international/methylprednisolone.html
Diakses 21 Juli 2020

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Stenirol Tablet 4 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 39.500