SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stalevo tablet adalah obat untuk penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson).

Stalevo Tablet (1 Botol @ 30 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 339.000


Tersedia 11 Penjual

Urutkan
Apotek Sehat Krendang
Rp 378.000
Apotek Sehat KrendangKota Jakarta Barat
3.73 km
Apotek Berkah Syifa
Rp 849.000
Apotek Berkah SyifaKota Jakarta Barat
6.43 km
Apotek Wellings PIK
Rp 774.200
Apotek Wellings PIKJakarta Utara
9.96 km
Apotek Kosambi
Rp 499.646
Apotek KosambiKota Jakarta Barat
11.97 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Stalevo tablet adalah obat untuk penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Stalevo tablet mengandung zat aktif karbidopa, levodopa, dan entakapon.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Stalevo Tablet (1 Botol @ 30 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Carbidopa, levodopa dan entakapon
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan

1 box isi 1 botol @ 30 tablet

Produsen
IMEDCO DJAJA

Indikasi (manfaat)

  • Penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson).
  • Mengatasi perubahan motorik yang tidak dapat dikendalikan dengan terapi levodo[a atau depo karboksilase.

Komposisi

Carbidopa 100 mg, levodopa 25 mg, dan entakapon 200 mg.

Dosis

Dosis maksimal: 10 tablet/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Gangguan medis berupa gerakan yang tidak terkendali pada lidah, bibir, dan wajah (dyskinesia).
  • Kedutan pada otot.
  • Kelainan pada kontraksi otot kelopak mata, sehingga mata terus berkedut atau berkedip (blefarospasme).
  • Mual.
  • Perubahan mental.
  • Depresi.
  • Kelelahan.
  • Mengantuk.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Gangguan fungsi kognitif.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Kondisi yang ditandai dengan rasa pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).
  • Diare.
  • Kehilangan kesadaran (somnolen).
  • Perubahan warna urin.
  • Halusinasi.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Mulut kering.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan hati yang berat.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata secara tiba-tiba (glaukoma sudut sempit).
  • Pasien yang memiliki tumor pada kelenjar adrenal (freokromositoma).
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase.
  • Pasien dengan riwayat sindrom neuroleptik maligna atau rabdominolisis non traumatik.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiparkinson lain.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Obat antidepresen.
  • Antagonis reseptor dopamin.
  • Metoklopramid.
  • Isoniazid.
  • Fenitoin.
  • Fenelzin.
  • Tranilsipromin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Nomor Izin Edar

DKI2180901417B1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson).Mengatasi perubahan motorik yang tidak dapat dikendalikan dengan terapi levodo[a atau depo karboksilase.

Dosis maksimal: 10 tablet/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Gangguan medis berupa gerakan yang tidak terkendali pada lidah, bibir, dan wajah (dyskinesia).Kedutan pada otot.Kelainan pada kontraksi otot kelopak mata, sehingga mata terus berkedut atau berkedip (blefarospasme).Mual.Perubahan mental.Depresi.Kelelahan.Mengantuk.Reaksi alergi kulit.Gangguan fungsi kognitif.Penurunan tekanan darah (hipotensi).Kondisi yang ditandai dengan rasa pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).Diare.Kehilangan kesadaran (somnolen).Perubahan warna urin.Halusinasi.Muntah.Nyeri pada perut.Mulut kering.

Nama Produk

Stalevo Tablet (1 Botol @ 30 Tablet)

Total

Rp 378.000