Spironolactone Tablet 100 mg (3 Strip @ 10 Tablet)

Spironolactone Tablet 100 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 38.750

Jumlah Produk
1

Tersedia 12 Penjual

Apotek Deka Farma
Rp 36.225
Apotek Deka Farma
Kota Bogor51.2 km
Apotek Mose Nusa Jaya
Rp 38.750
Apotek Mose Nusa Jaya
Kota Tangerang Selatan1384.47 km
Apotek Mose Sawah Baru
Rp 38.750
Apotek Mose Sawah Baru
Kota Tangerang Selatan18.15 km
Apotek Kita
Rp 40.950
Apotek Kita
Kota Depok24.75 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Spironolactone tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah serangan jantung, stroke, dan masalah pada ginjal.
Selain itu, kegunaan obat spironolactone lainnya adalah untuk mengobati hiperaldosteronisme atau tingginya hormon aldosteron di dalam tubuh, rendahnya kadar kalium dalam tubuh, dan gagal jantung.
Spironolactone tablet pun mampu mengobati pasien dengan pembengkakan jaringan tubuh karena penumpukan cairan atau edema. Kondisi ini bisa disebabkan berbagai penyakit, misalnya penyakit hati atau ginjal.
Obat ini mengandung zat aktif spironolactone 25 mg. Spironolactone adalah obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Spironolactone digunakan untuk mengobati orang dengan tekanan darah tinggi, kadar kalium rendah, gagal jantung, edema, penyakit hati, penyakit ginjal, dan hiperaldosteronisme.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, spironolactone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) kira-kira 90% dan ditingkatkan dengan makanan tinggi lemak atau kalori. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi plasma puncak) sekitar 2,6-4,3 jam (terutama sebagai metabolit aktif).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme yang cepat dan ekstensif di hati menjadi beberapa metabolit aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (terutama sebagai metabolit) dan feses (sekunder). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1,4 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Belum diketahui apakah spironolactone bisa terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

"

Interaksi obat :

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat.

  • Konsumsi Spironolactone dapat meningkatkan risiko hiperkalemia dengan diuretik K-sparing lainnya atau suplemen Kalium, ACE inhibitor, antagonis reseptor angiotensin II, trilostane, heparin, LMWH
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas dengan ciclosporin, NSAID
  • Peningkatan risiko toksisitas lithium, mengurangi sifat penyembuhan ulkus carbenoxolone,
  • Meningkatkan kadar serum digoxin, mengurangi respon vaskular terhadap norepinefrin,
  • Menyebabkan asidosis metabolik hiperkalemia,
  • Meningkatkan efek hiperkalemia dengan eplerenone.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati gagal jantung
  • Mencegah dan mengobati hipokalemia, yaitu kondisi kalium rendah dalam tubuh
  • Mengobati hiperaldosteronisme, yaitu kelainan kelenjar endokrin yang melibatkan satu atau kedua hormon adrenalin, sehingga menghasilkan terlalu banyak hormon aldosteron
  • Mengatasi edema, yaitu pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh, terutama pada kaki
  • Mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi

Komposisi Obat

Spironolactone 100 mg

Dosis Obat

Dosis yang diberikan bervariasi berdasarkan kondisi medis individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Edema

Oral

  • Dewasa: Awalnya 100 mg setiap hari, dosis dapat disesuaikan dengan respon hingga 400 mg setiap hari.

Sirosis hati disertai asites dan edema

Oral

  • Dewasa: Tergantung pada rasio Na/K urin: Jika >1: Dosis awal 100 mg setiap hari, jika <1: Dosis awal 200-400 mg setiap hari.
  • Anak: Awalnya 3 mg/kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan berdasarkan respon.
  • Lansia: Dimulai dengan dosis terendah kemudian titrasi ke atas jika diperlukan.

Hipertensi

Oral

  • Dewasa: Sebagai monoterapi: 50-100 mg dalam 1-2 dosis terbagi, dosis dapat disesuaikan setelah 2 minggu.

Untuk menegakkan diagnosa hiperaldosteronisme primer

Oral

  • Dewasa: tes durasi lama: 400 mg setiap hari selama 3-4 minggu. Tes durasi singkat: 400 mg setiap hari selama 4 hari.
  • Anak: 3 mg/kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Dimulai dengan dosis terendah kemudian titrasi ke atas jika diperlukan

Manajemen preoperatif hyperaldosteronisme

Oral

  • Dewasa: 100-400 mg setiap hari. Dosis pemeliharaan jangka panjang tanpa operasi: Berikan dosis efektif terendah.
  • Anak: 3 mg/ kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Awali dengan dosis terendah lalu titrasi ke atas.

Gagal jantung kongestif berat

Oral

  • Dewasa: sebagai terapi pendamping: 25 mg sekali sehari hingga maksimal 50 mg setiap hari. Dapat dikurangi hingga 25 mg setiap dua hari jika dosis 25 mg sekali sehari tidak ditoleransi.
  • Anak: 3 mg/kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Awali dengan dosis terendah lalu dititrasi ke atas.

Hipokalemia akibat Diuretik

Oral

  • Dewasa: 25-100 mg setiap hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual dan muntah
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas.
  • Merasa lelah, pusing, atau mengantuk
    Jika ini terjadi, jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Masalah seksual, ketidaknyamanan dan pembesaran payudara, perasaan bingung, menstruasi tidak teratur, kebingungan, berkeringat, kram, rambut rontok atau pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan, dan ruam kulit
    Jika mengalami efek samping ini, hubungi dokter Anda.
  • Kelelahan
  • Gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah
  • Menstruasi tidak teratur
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Penurunan kadar kalium dalam darah (hiponatremia)

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan ginjal dan jantung
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes)
  • Pasien lanjut usia
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang berisiko memiliki kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia)

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap spironolactone
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada kelenjar adrenal yang tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh (penyakit addison)
  • Pasien penderita gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi urine (anuria)
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah.
  • Pasien penderita gangguan ginjal
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Spironolactone Tablet 100 mg (3 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 36.225