SehatQ
SehatQ Profile
Spironolactone Tablet untuk mengatasi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh

Spironolactone Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 10.600

Jumlah Produk
1

Tersedia 75 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 16.500
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 14.100
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 17.200
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek G+
Rp 15.000
Apotek G+
Kota Jakarta Barat5.89 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Spironolactone Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk kegunaan obat spironolactone, antara lain:

mengobati kelainan kelenjar endokrin yang melibatkan satu atau kedua hormon adrenalin dan menghasilkan terlalu banyak hormon aldosteron (hiperaldosteronisme)
mengatasi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh, terutama kaki
mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi)
mengobati gagal jantung
mencegah dan mengobati kondisi kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia)

obat ini mampu memblokir aktivitas aldosteron, yaitu hormon yang dapat menyebabkan retensi atau penahanan air di tubuh. hal ini dapat membuat kondisi jantung, ginjal, dan hati tertentu menjadi lebih buruk.

Informasi zat aktif :

Spironolactone merupakan obat antihipertensi yang bekerja dengan menghambat sintesis aldosteron dan menghambat penyerapan kembali natrium di ginjal. Obat ini digunakan bersama obat antihipertensi lain untuk mengobati gagal jantung. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Spirola tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Diuretik hemat kalium lainnya, suplemen kalium penghambat ACE, antagonis reseptor angiotensin II, trilostan, dan heparin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh hingga di atas batas normal (hiperkalemia).
  • Digoksin
    Spironolactone dapat meningkatkan kadar digoksin dalam serum, sehingga dapat menyebabkan keracunan.
  • Kolestiramin
    Kolestiramin meningkatkan kadar asam (asidosis metabolik) dan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Alkohol, barbiturat, atau obat golongan narkotika
    Penggunaan obat di atas menyebabkan pasien mengalami pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring yang disebabkan penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
  • Siklosporin dan NSAID
    Siklosporin dan NSAID dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal.
  • Lithium
    Lithum dapat menyebabkan risiko toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Spironolactone Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Spironolactone
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Spironolactone merupakan obat antihipertensi yang bekerja dengan menghambat sintesis aldosteron dan menghambat penyerapan kembali natrium di ginjal. Obat ini digunakan bersama obat antihipertensi lain untuk mengobati gagal jantung. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.

Indikasi (manfaat)

Kegunaan obat spironolactone, antara lain:

  • Mengobati kelainan kelenjar endokrin yang melibatkan satu atau kedua hormon adrenalin dan menghasilkan terlalu banyak hormon aldosteron (hiperaldosteronisme)
  • Mengatasi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh, terutama kaki
  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengobati gagal jantung
  • Mencegah dan mengobati kondisi kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia)

Obat ini mampu memblokir aktivitas aldosteron, yaitu hormon yang dapat menyebabkan retensi atau penahanan air di tubuh. Hal ini dapat membuat kondisi jantung, ginjal, dan hati tertentu menjadi lebih buruk.

Komposisi

Spironolactone 100 m

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Dewasa:

  • Edema: 100 mg/hari
  • Hiperentsi:
  • Hiperaldosteronisme:
  • Gagal jantung kongestif: 25 mg/hari, dosis maksimal: 50 mg/hari
  • Hipokalemia akibat diuretik: 25-200 mg/hari

Anak-anak:

  • Hiperaldosteronisme: 3 mg/kg
  • Gagal jantung kongestif: 3 mg/kg dikonsumsi dalam dosis terbagi

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Merasa lelah, pusing, atau mengantuk
    Jika ini terjadi, jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Masalah seksual, ketidaknyamanan dan pembesaran payudara, perasaan bingung, menstruasi tidak teratur, berkeringat, kram, rambut rontok atau pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan, dan ruam kulit
    Jika mengalami efek samping ini, hubungi dokter Anda.
  • Kelelahan
  • Gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit
  • Menstruasi tidak teratur
  • Penurunan jumlah sel darah putih
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan jantung
  • Pasien penderita kencing manis
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien yang berisiko memiliki kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia)

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Spirola tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap spironolactone
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada kelenjar adrenal yang tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh
  • Pasien penderita gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi urine
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah
  • Pasien penderita gangguan ginjal

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diuretik hemat kalium lainnya, suplemen kalium penghambat ACE, antagonis reseptor angiotensin II, trilostan, dan heparin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh hingga di atas batas normal (hiperkalemia).
  • Digoksin
    Spironolactone dapat meningkatkan kadar digoksin dalam serum, sehingga dapat menyebabkan keracunan.
  • Kolestiramin
    Kolestiramin meningkatkan kadar asam (asidosis metabolik) dan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Alkohol, barbiturat, atau obat golongan narkotika
    Penggunaan obat di atas menyebabkan pasien mengalami pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring yang disebabkan penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
  • Siklosporin dan NSAID
    Siklosporin dan NSAID dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal.
  • Lithium
    Lithum dapat menyebabkan risiko toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Spironolactone Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 16.500