SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Spasminal tablet adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi kolik abdomen

Spasminal Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 5.504

Jumlah Produk
0
Stok HabisCari produk lain dikategoriObat Kerasataulihat selengkapnya dari Spasminal

logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Spasminal tablet adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi keadaan kolik abdomen, yaitu nyeri atau kram perut.

Kolik abdomen dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri, radang usus dan pankreas, serta usus buntu. Kolik abdomen bisa bersifat intermiten atau episodik. Maksudnya adalah nyeri yang dirasakan bisa hilang, lalu timbul tiba-tiba.

Obat ini juga dapat diberikan untuk pasien kolik ureter, yaitu nyeri di bagian bawah pinggang yang terjadi karena adanya gangguan pada ginjal.

Spasminal mengandung zat aktif metamizole, papaverine HCl, dan ekstrak belladonna. Metamizole umumnya digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan peradangan.

Spasminal tablet merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Spasminal Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Metamizole, papaverine HCl, dan ekstrak belladonna
Kelas Terapi
Antispasmodik
Klasifikasi
Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan

1 strip @ 10 tablet

Produsen
Hexpharm Jaya

Informasi Zat Aktif

Metamizole merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang memiliki sifat analgesik atau antinyeri, antipiretik atau antidemam, dan antiinflamasi atau anti-peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh metamizole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Kadar obat di dalam peredaran darah sekitar 90%.
  • Distribusi: Melewati plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi kolik abdomen atau kram perut
  • Mengobati kolik ureter, yaitu nyeri di bagian bawah pinggang karena gangguan pada ginjal

Metamizole bekerja dengan cara menghambat aksi enzim siklooksigenase (COX) 1 dan 2 yang berperan dalam sintesis atau pembentukan prostaglandin.

Prostaglandin merupakan senyawa yang menyebabkan gejala peradangan. Itu sebabnya, menghambat kerja enzim siklooksigenase akan mengurangi jumah prostaglandin di dalam tubuh, sehingga akan meredakan peradangan yang terjadi.

Komposisi

  • Metamizole 500 mg
  • Papaverine HCl 25 mg
  • E kstrak Belladonna 10 mg

Dosis

Dewasa: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari, maksimal sebanyak 4 tablet sehari

Aturan pakai

Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual
    Konsumsi makanan ringan dan jangan makan terlalu banyak. Hindarilah makanan pedas.
  • Diare 
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare tanpa berkonsultasi ke dokter.
  • Sakit kepala atau pusing
    Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Merasa lemah
  • Merasa gugup
  • Konstipasi atau sembelit
  • Mulut kering
  • Pandangan kabur sementara
  • Reaksi hipersensitivitas berupa munculnya kemerahan pada kulit
  • Agranulositosis, yaitu kondisi akut dari rendahnya jumlah sel darah putih

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Tidak ditujukan untuk mengobati sakit otot akibat flu, reumatik, lumbago, sakit punggung, bursitis, dan sindroma bahu lengan.
  • Dapat menimbulkan agranulositosis, yaitu kegagalan sumsum tulang belakang membentuk jenis sel darah putih untuk melawan infeksi, yang berakibat fatal, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan jangka panjang.

Kategori Kehamilan

Penggunaan Metamizole pada kehamilan masuk kategori C untuk trimester pertama dan kedua dan kategori D untuk trimester ketiga. Metamizole tidak disarankan digunakan pada ibu menyusui karena dikeluarkan ke dalam ASI.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasein yang hipersensitif atau memiliki reaksi imun berlebihan terhadap kandungan obat ini
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien dengan tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg (Hipotensi)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat pencegah penggumpalan darah (antikoagulan)
    Penggunaan bersama obat antikoagulan dapat menurunkan jumlah keping darah (trombositopenia).
  • Phenotiazin dan chlorpromazine
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh (hipotermia).
  • Barbiturat, glutethimide, phenylbutazone
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat menyebabkan efektivitas metamizole berkurang.
  • Bupropion dan ciclosporin
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat menurunkan kadar bupropion dan siklosporin.
  • Digoksin
    Penggunaan bersama digoksin akan meningkatkan kadar digoksin di dalam darah, sehingga efek samping obat akan meningkat.
  • Topiramate
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan penurunan keringat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Reaksi alergi, seperti pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, kesulitan bernapas, penutupan tenggorokan, atau gatal-gatal
  • Detak jantung tidak teratur atau cepat
  • Ruam
  • Sakit mata

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/Metamizole
Diakses pada 14 Juli 2021

Pubchem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Metamizol#section=Top
Diakses pada 14 Juli 2021

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=spasminal&t=dosage
Diakses pada 14 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Spasminal Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)