SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Spasmal Tablet adalah obat untuk nyeri paroxismal pada lambung atau usus halus nyeri.

Spasmal Tablet (1 Strip @ 10 tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.292

Jumlah Produk
1

Tersedia 12 Penjual

Urutkan
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 6.292
Apotek Sehat Bersama 1Kota Jakarta Timur
10.72 km
Apotek Aldi
Rp 12.800
Apotek AldiKota Jakarta Utara
13.81 km
Apotek Pinang Sehat
Rp 6.900
Apotek Pinang SehatKota Tangerang
19.88 km
Apotek Alpharma
Rp 6.900
Apotek AlpharmaKota Tangerang Selatan
20.86 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Spasmal tablet adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi keadaan kolik abdomen, yaitu nyeri atau kram perut. Spasmal mengandung zat aktif antalgin, papaverine HCl, dan ekstrak belladonna. Antalgin umumnya digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan peradangan.

Kolik abdomen dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri, radang usus dan pankreas, serta usus buntu. Kolik abdomen bisa bersifat intermiten atau episodik. Maksudnya adalah nyeri yang dirasakan bisa hilang, lalu timbul tiba-tiba.

Obat ini juga dapat diberikan untuk pasien kolik ureter, yaitu nyeri di bagian bawah pinggang yang terjadi karena adanya gangguan pada ginjal.

Obat ini merupakan obat keras, sehingga penggunaannya harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan seperti dokter atau apoteker untuk mencegah penyalahgunaan obat.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Spasmal Tablet (1 Strip @ 10 tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama

Antalgin, papaverine HCl, dan ekstrak belladonna

Kelas Terapi

Sistem Saraf Pusat

Klasifikasi

Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)

Kemasan

1 box isi 1 strip @ 10 tablet

Produsen
Darya-Varia Laboratoria

Indikasi (manfaat)

  • Nyeri paroxismal pada lambung atau usus halus
  • Nyeri spastik pada saluran empedu, saluran kemih dan organ genital wanita

Komposisi

  • Antalgin 500 mg
  • Belladonna extract 5 mg
  • Papaverine HCl 30 mg

Dosis

Dewasa: 1-2 tablet, 3 kali sehari. Maksimal: 6 tablet per hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Adanya peningkatan tekanan intraokular pada mata
  • Pelumpuhan otot siliaris mata (siklopegi)
  • Pelebaran pupil mata (midriasis)
  • Mulut kering
  • Pandangan kabur
  • Kemerahan pada wajah

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

Karena adanya risiko yang memicu hiperpireksia, gunakan dengan hati-hati pada pasien terutama anak-anak, saat suhu lingkungan tinggi, lansia dan dalam kondisi yang ditandai dengan takikardia dan PPOK.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Glaukoma sudut tertutup
  • Hernia hiatal
  • Gangguan hati dan ginjal kronik
  • Atonia usus
  • Ileus paralitik
  • Obstruksi saluran kemih atau salurah cerna
  • Miastenia gravis
  • Kolitis ulseratif
  • Asma

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Verapamil, diltiazem, dan amiodaron.
    Peningkatan risiko hipotensi dengan penghambat saluran Ca yang dimetabolisme oleh CYP3A4 seperti obat di atas.
  • Kolkisin.
    Eritromisin dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan pada kadar plasma kolkisin.
  • Rifampisin dan fenitoin.
    Eritromisin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi serum dengan penginduksi CYP3A4 seperti obat di atas.
  • Kontrasepsi.
    Eritromisin dapat menyebabkan penurunan efektivitas dari kontrasepsi.
  • Warfarin.
    Eritromisin dapat meningkatkan efek antikoagulan oral seperti warfarin, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Midazolam.
    Eritromisin dapat meningkatkan kadar obat midazolam dalam plasma.
  • Zopiklon.
    Eritromisin dapat menyebabkan peningkatan efek farmakodinamik dari obat di atas.
  • Simetidin.
    Penggunaan eritromisin bersama simetidin dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar obat dalam plasma.
  • Simvastatin dan lovastatin.
    Penggunaan eritromisin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kelemahan otot (rhabdomyolysis).
  • Antiaritmia kelas IA seperti prokainamid atau kuinidin atau Kelas III misalnya amiodaron, sotalol, dofetilid, antiaritmia, cisapride.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi serum dan meningkatkan perpanjangan interval QT.
  • Astemizol, terfenadin, pimozid, tolterodin, mizolastin, dan amisulprid.
    Penggunaan obat di atas dengan eritromisin dapat meningkatan risiko kejadian kardiovaskuler serius.
  • Ergotamin atau dihidroergotamin.
    Eritromisin dapat meningkatkan risiko terjadinya toksisitas ergot akut jika dikonsumsi dengan obat di atas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika mengalami nyeri dada atau jantung Anda berdetak tidak normal, ruam kulit, dan sakit perut yang parah bisa menjadi tanda masalah pankreas.
  • Jika mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih mata yang menjadi kekuningan, atau kotoran pucat dengan urin berwarna gelap bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.
  • Jika mengalami kejang, halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada), telinga berdenging, gangguan pendengaran sementara, atau rasa tidak stabil di kaki Anda, dan suhu 38°C ke atas.

Nomor Izin Edar

DKL1804527617A1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Nyeri paroxismal pada lambung atau usus halusNyeri spastik pada saluran empedu, saluran kemih dan organ genital wanita

Dewasa: 1-2 tablet, 3 kali sehari. Maksimal: 6 tablet per hari.

Dikonsumsi sesudah makan

Efek samping yang mungkin timbul adalah:Adanya peningkatan tekanan intraokular pada mataPelumpuhan otot siliaris mata (siklopegi)Pelebaran pupil mata (midriasis)Mulut keringPandangan kaburKemerahan pada wajah

Nama Produk

Spasmal Tablet (1 Strip @ 10 tablet)

Total

Rp 6.292