SehatQ
SehatQ Profile
Simarc tablet digunakan untuk pengobatan dan pencegahan penggumpalan darah di pembuluh vena

Simarc Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 13.200

Jumlah Produk
1

Tersedia 122 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 20.421
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 20.100
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 13.500
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 18.000
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Simarc digunakan untuk mengobati dan mencegah penggumpalan darah di pembuluh vena.

Obat ini juga digunakan untuk mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah pada kondisi fibrilasi atrium dan stroke ringan (transient ischaemic attack), setelah pemasangan katup jantung prostetik, dan saat pengobatan trombosis vena.

Simarc mengandung zat aktif warfarin yang merupakan golongan obat antikoagulan. Antikoagulan merupakan obat yang berfungsi mencegah terjadinya penggumpalan darah, sehingga juga disebut sebagai obat pengencer darah. 

Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Simarc Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Warfarin
Kelas Terapi
Antikoagulan, antiplatelet, dan fibrinolitik
Klasifikasi
Antagonis vitamin K
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Fahrenheit

Informasi Zat Aktif

Warfarin menghambat terjadinya koagulasi atau penggumpalan dengan mencegah reduksi vitamin K secara enzimatik di dalam hati. Akibatnya, aktivasi faktor pembekuan darah terganggu.

Berdasarkan cara kerja obat dalam tubuh, warfarin memiliki status seperti:

  • Absorpsi: Cepat dan sepenuhnya diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Melintasi plasenta. 
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati, terutama oleh CYP2C9.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Mencegah penggumpalan darah di pembuluh vena (trombosis vena)
  • Mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah pada kondisi fibrilasi atrium dan stroke ringan (transient ischaemic attack)
  • Mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah saat pengobatan trombosis vena
  • Mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah setelah pemasangan katup jantung prostetik

Komposisi

Warfarin sodium 2 mg

Dosis

Dosis bersifat individual.

  • Dosis awal: 5-10 mg/hr selama 2 hari, dosis disesuaikan menurut hasil INR (International Normalized Ratio)
  • Dewasa: 40-60 mg/hari
  • Orang tua atau pasien yang lemah: 20-30 mg/hari. Dosis pemeliharaan sebanyak 2-10 mg/hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

Efek samping yang terjadi, bisa menandakan terjadinya perdarahan adalah:

  • Gusi berdarah
  • Mimisan yang sering dengan durasi lama
  • Feses berwarna hitam dan terdapat darah
  • Munculnya darah pada urine
  • Mudah memar
  • Muntah darah atau batuk darah
  • Menstruasi berlebihan pada wanita
  • Sakit punggung parah yang muncul tiba-tiba

Efek samping lain yang umum terjadi:

  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kulit gatal
  • Diare
  • Sembelit
  • Rambut rontok
  • Sakit dan nyeri kepala
  • Nyeri dan sesak pada dada
  • Rasa terbakar di dada (heartburn)
  • Kulit dan putih mata menguning (penyakit kuning)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan warfarin pada kondisi:

  • Diabetes
  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal atau menjalani cuci darah
  • Riwayat gangguan pembekuan darah
  • Kadar trombosit rendah selama terapi dengan warfarin

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penggunaan Simarc tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat fibrinolitik, seperti streptokinase dan alteplase
  • Wanita yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Pasien dengan risiko perdarahan tinggi atau mengidap kelainan darah, misalnya perdarahan pembuluh darah otak, pembesaran atau penonjolan pembuluh darah otak akibat melemahnya dinding pembuluh darah (aneurisma otak) dan pembedahan aorta
  • Pasien dengan risiko perdarahan tinggi karena infeksi bakteri pada bagian dalam jantung (endokarditis bakterial), abortus, serta peningkatan tekanan darah disertai adanya protein dalam urine (preeklampsia), maupun komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan kejang sebelum, selama, atau setelah persalinan atau eklampsia

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ticlopidine
    Penggunaan bersama ticlopidine dapat menyebabkan hepatitis kolestatis, yaitu penyakit pada hati yang disebabkan aliran empedu dari hati melambat atau tersumbat.
  • Obat antikoagulan lain (seperti argatroban, dabigatran, dan heparin), agen antiplatelet (seperti aspirin, cilostazol, dan clopidogrel), obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID (seperti celecoxib, diclofenac, dan ibuprofen), serta inhibitor serotonin reuptake (seperti citalopram, paroxetine, dan venlafaxine)
    Penggunaan warfarin dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti sesak dada, demam, gatal, batuk parah, warna kulit biru, kejang, atau pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda-tanda tekanan darah rendah, seperti pusing, lemas, atau lelah, pingsan, kulit yang pucat, dingin, dan lembap
  • Detak jantung cepat
  • Muntah yang sangat buruk
  • Sakit perut yang sangat parah
  • Memar atau perdarahan yang tidak normal
  • Perubahan periode menstruasi seperti banyak perdarahan atau bercak

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/simarc-2?lang=id
Diakses pada 6 Juli 2021

DrugBank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00682
Diakses pada 6 Juli 2021

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/coumadin-jantoven-warfarin-342182#91
diakses pada 6 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Simarc Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 20.421