SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Selvim tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan lemak yang tinggi dalam darah

Selvim Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.750

Jumlah Produk
1

Tersedia 25 Penjual

Apotek Kranggan
Rp 4.750
Apotek Kranggan
Kota Bekasi23.43 km
Apotek Bahagia Bekasi
Rp 5.300
Apotek Bahagia Bekasi
Kota Bekasi20.49 km
Apotek Angkot Sari
Rp 5.400
Apotek Angkot Sari
Kota Denpasar964.95 km
Apotek Simpenan
Rp 5.775
Apotek Simpenan
Kota Sukabumi98.76 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Selvim tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, misalnya LDL atau low-density lipoprotein dan lemak, misalnya trigliserida yang tinggi dalam darah. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik, seperti HDL atau high-density lipoprotein dalam darah. 

Selvim tablet mengandung zat aktif simvastatin. Penggunaan simvastatin harus diiringi dengan mengonsumsi makanan yang tepat, seperti diet rendah kolesterol atau rendah lemak. Menjalani gaya hidup sehat, seperti berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok juga dapat meningkatkan efektivitas obat.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Simvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, simvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah kurang dari 5%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1,3-2,4 jam.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma sekitar 95%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 1,9 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Selvim tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Kumarin

    Simvastatin dapat meningkatkan waktu pembekuan darah atau waktu protombin jika digunakan dengan kumarin.
  • Elbasvir dan grazoprevir

    Simvastatin dapat meningkatkan konsentrasi atau kadar obat di atas.
  • Itraconazole, ketoconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erithromycin, telithromycin, nefazodon, nelfilvir, bocistrevirporin, produk yang mengandung gemistlosporin, danazol dan asam fusidat, amiodaron, amlodipin, verapamil, diltiazem, lomitapid, daptomisin, dan colchicine

    Simvastatin dapat meningkatkan risiko gangguan pada otot, seperti kelainan otot (miopati) dan kerusakan atau kematian otot rangka (rhabdomyolisis) jika digunakan bersama obat di atas.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda masalah hati, seperti kulit atau bagian putih mata menguning, feses pucat, dan urine berwarna gelap
  • Ruam kulit dengan bercak merah muda-merah, terutama di telapak tangan atau telapak kaki.
  • Tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal, seperti nyeri otot, nyeri tekan, kelemahan, atau kram
  • Tanda masalah pankreas, seperti sakit perut parah
  • Tanda penyakit paru-paru, seperti batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan

Indikasi (manfaat)

Kegunaan simvastatin, di antaranya:

  • Membantu menurunkan kolesterol jahat dan lemak di dalam darah
  • Meningkatkan kolesterol baik di dalam darah
  • Membantu menurunkan risiko penyakit jantung
  • Membantu mencegah stroke dan serangan jantung

Simvastatin adalah obat golongan HMG-CoA reductase inhibitors atau juga disebut statin.

Komposisi

Simvastatin 10 mg

Dosis

  • Dosis awal yang dianjurkan: 5-10 mg/hari sebagai dosis tunggal pada malam hari
  • Dosis awal untuk pasien dengan kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) ringan sampai sedang: 5 mg/hari

Dosis dapat disesuaikan dengan selang waktu kurang dari 4 minggu, sampai maksimum 40 mg/hari sebagai dosis tunggal malam hari. Lakukan pengukuran kadar lipid dengan selang waktu kurang dari 4 minggu. Dosis disesuaikan dengan respons penderita.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit perut
    Ketika Anda merasa sakit perut, cobalah beristirahat agar lebih rileks. Makanlah dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Kompreslah perut menggunakan handuk hangat atau botol berisi air hangat. Jika sakit perut memburuk, bicarakan dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala
    Ketika sakit kepala, beristirahat dan minumlah banyak air. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi simvastatin. Jika sakit kepala terjadi selama lebih dari seminggu atau memburuk, konsultasikan dengan dokter.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah
    Muntah dapat menyebabkan dehidrasi. Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah minum banyak air dan konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran dan buah segar.
  • Pria yang mengalami pembesaran kelenjar payudara (ginekomastia)
  • Gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor)
  • Pasien yang mengalami sakit kepala dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo)
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah
  • Kesemutan (parestesia)
  • Gangguan pada otot, seperti nyeri otot
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia)
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
  • Nyeri sendi (athralgia)
  • Ruam pada kulit
  • Nyeri sendi

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat gangguan otot, pribadi atau keluarga
  • Pasien dengan riwayat toksisitas otot dengan statin atau fibrat
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus)
  • Hentikan sementara simvastatin sebelum operasi besar
  • Penggunaan dosis 80 mg harus dibatasi untuk pasien yang telah menggunakan simvastatin 80 mg selama 12 bulan atau lebih
  • Pasien dengan risiko mengalami gangguan otot, seperti miopati atau rhabdomyolysis
  • Pasien dengan kadar tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme) yang tidak terkontrol.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penggunaan bersama ketoconazole, itraconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erythromycin, telithromycin, produk yang mengandung cobicistat, asam fusidat, nefazodon, ciclosporin, danazol, dan gemfibil
  • Pasien penderita gangguan otot (miopati sekunder) akibat agen penurun lipid lainnya
  • Pasien penderita penyakit hati aktif tanpa diketahui penyebab jelas
  • Ibu hamil dan menyusui
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Selvim Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 4.750