SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Scanaflam Tablet 25 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 96.500

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Scanaflam Tablet 25 mg (5 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk pengobatan jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut sebagai berikut: - nyeri inflamasi setelah trauma, seperti terkilir. - nyeri dan inflamasi setelah operasi. seperti operasi gigi atau tulang.
Scanaflam Tablet 25 mg (5 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Kalium diklofenak
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (25 mg)
Produsen
Tempo Scan Pasific

Informasi Zat Aktif

Diklofenak termasuk dalam golongan NSAID yang berasal dari asam fenilasetat, memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Ini menghambat reversibel siklooksigenase-1 dan 2, juga menghambat sintesis prostaglandin.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan, kulit. Tingkat penyerapan menurun dengan makanan. Ketersediaan hayati: 55%. Waktu untuk punvak konsentrasi plasma (dalam kondisi puasa): Sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi: Sekitar 1,3-1,4 L / kg. Ikatan protein plasma: Lebih dari 99% terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme first-pass di hati melalui hidroksilasi dan metoksilasi menjadi metabolit termasuk 4'-hydroxydiclofenac (mayor), 3'-hydroxydiclofenac, 5-hydroxydiclofenac, 4 ', 5-dihydroxydiclofenac dan 3'-hydroxy-4'-methoxydiclofenac; selanjutnya dimetabolisme melalui glukuronidasi.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 60% sebagai metabolit termasuk konjugat glukuronida; <1% sebagai obat tidak berubah); empedu (sekitar 35%). Waktu paruh eliminasi terminal: Sekitar 1-2 jam.

Indikasi (manfaat)

Pengobatan jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut sebagai berikut: - Nyeri inflamasi setelah trauma, seperti terkilir. - Nyeri dan inflamasi setelah operasi. seperti operasi gigi atau tulang.

Komposisi

Kalium diklofenak 50 mg.

Dosis

Dewasa :

  • Dosis awal: 100-150 mg/hari terbagi dalam 2-3 dosis.
  • Anak 14 tahun ke atas: 75-100 mg/hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Berisitirahat dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum alkohol terlalu banyak dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker anda. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama minum diklofenak. Jika sakit kepala bertahan selama satu minggu lebih atau bahkan semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut, kembung, atau kehilangan nafsu makan.
    Hindari makanan yang mengandung gas seperti kacang polong, bawang merah, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit, makan dan minum secara perlahan, dan olahraga secara teratur.
  • Pusing atau sakit kepala hingga membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
    Hentikan aktivitas yang dilakukan dan duduk atau berbaring hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda merasa pusing atau pusing. Efek samping ini akan hilang ketika sudah terbiasa mengonsumsi diklofenak.
  • Mual.
    Cobalah untuk konsumsi diklofenak sesudah makan. Hindari makan terlalu banyak dan hindari makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Konsumsi banyak air atau cairan. Hubungi dokter jika mengalami tanda dehidrasi seperti urin berkurang, urin berwarna gelap, dan berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat lain tanpa konsultasi ke dokter atau apoteker.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Luka pada saluran pencernaan.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus.
  • Pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien yang mengalami asma, peradangan pada rongga hidung (rhinitis), peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK), infeksi saluran pernapasan, lupus eritematous sistemik (SLE), gangguan jaringan ikat campuran, gangguan pembentukan heme (porfiria), penyakit mata termasuk infeksi pada mata.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil pada trimester kedua.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang merokok.
  • Gangguan pembekuan darah yang mengakibatkan perdarahan yang berlebihan (koagulopati).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami kekurangan kadar kalium dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Scanaflam tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal berat.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap diklofenak atau NSAID lain.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien yang sedang menjalani perawatan CABG.
  • Pasien penderita gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien penderita penyempitanpembuluh darah arteri pada jantung atau penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita penyakit dimana terjadinya sumbatan aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah (arteri perifer).
  • Pasien penderita penyakit serebrovaskular.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiplatelet, antikoagulan, dan NSAID.
  • Pasien yang memiliki luka pada saluran pencernaan.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Mefiproston.
    Natrium diklofenak dapat mengurangi efek mifepriston.
  • NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat menyebabkan peningkatan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kortikosteroid dan obat SSRI.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Glikosida jantung.
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping terkait dengan gangguan kardiovaskular.
  • Vorikonazol.
    Kalium diklofenak dapat meningkatkan konsentrasi puncak plasma jika dikonsumsi dengan penghambat CYP2C9 seperti vorikonazol.
  • Kolestipol dan kolestiramin.
    Natrium diklofenak dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat kolestipol dan kolestiramin.
  • Digoksin, lithium, metotreksat, dan fenitoin.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan takrolimus.
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Azitromisin.
    Azitromisin dapat meningkatkan terjadnya toksisitas hematologis.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
  • Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
  • Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika terdapat darah pada muntah atau kotoran berwarna hitam bisa menjadi tanda terjadinya perdarahan pada perut atau usus.
  • Jika mengalami gangguan pencernaan yang parah disertai dengan mulas, sakit perut, diare atau muntah bisa menjadi tanda terjadinya maag atau pembengkakan pada perut atau usus.
  • Warna kulit menjadi kekuningan dan perubawah warna sklera mata menajdi kekuningan bisa menjadi tanda terjadinya gangguan pada hati.
  • Timbul ruam pada kulit, gatal atau bengkak pada kulit bisa menjadi tanda gatal (urtikaria) atau pembengkakan.
  • Jika mengalami sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki bisa menjadi tanda gagal jantung.
  • Jika mengalami nyeri dada, sesak napas, merasa pusing dan kelelahan atau merasa cemas yang berlebihan bisa menjadi gejala serangan jantung.
  • Jika merasa kelelahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau berfikir, kehilangan keseimbangan atau penglihatan kabur bisa menjadi gejala stroke.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Scanaflam Tablet 25 mg (5 Strip @ 10 Tablet)