SehatQ
SehatQ Profile
Sanmol Forte tablet digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam

Sanmol Forte Tablet 650 mg (1 Strip @ 4 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 1.800
Potensi Hemat 9%

Jumlah Produk
1

Tersedia 38 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 1.800
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 4.300
9%
Rp 3.910
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km
Apotek Mestik Jaya
Rp 2.500
Apotek Mestik Jaya
Kota Jakarta Selatan8.25 km
Apotek Fortuna Farma
Rp 3.000
Apotek Fortuna Farma
Kota Jakarta Utara9.13 km

Deskripsi

Sanmol Forte tablet digunakan untuk meredakan nyeri, serta meredakan demam yang menyertai flu dan setelah imunisasi.

Obat ini mengandung paracetamol sebagai zat aktifnya. Paracetamol juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri akibat osteoarthritis atau radang sendi yang disebabkan rusaknya lapisan sendi.

Paracetamol termasuk dalam kelas obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Mekanisme kerjanya adalah dengan mengubah cara tubuh merasakan rasa sakit dan menurunkan suhu tubuh.

Sanmol Forte merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter.

Tersedia juga Sanmol Forte Tablet 650 mg (1 Strip @ 10 Tablet).

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Sanmol Forte Tablet 650 mg (1 Strip @ 4 Tablet)
Golongan Obat
Obat Bebas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol
Kelas Terapi
Analgetik dan antipiretik
Klasifikasi
Analgesik non-opioid
Kemasan
1 strip @ 4 tablet (650 mg)
Produsen
Sanbe Farma

Informasi Zat Aktif

Sanmol Forte tablet digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, nyeri otot, kram menstruasi, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit punggung, dan reaksi terhadap vaksinasi (suntikan).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh.
  • Metabolisme: Sekitar 90% hingga 95% dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresikan atau dikeluarkan dalam urine.

Indikasi (manfaat)

Paracetamol bekerja dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini dapat membentuk prostaglandin atau senyawa yang dapat menyebabkan peradangan. Dengan menghambat enzim COX, jumlah prostaglandin pada sistem saraf akan menurun, sehingga nyeri akan berkurang.

Selain itu, paracetamol dapat menurunkan demam dengan mengontrol pusat pengendali suhu tubuh pada otak.

Komposisi

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia di atas 12 tahun: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari. Dosis maksimal tidak melebihi 4 gram/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. 
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Kerusakan hati jika digunakan jangka panjang
  • Reaksi alergi pada kulit

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati
  • Pasien yang mengalami kekurangan gizi kronis
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal berat
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol

Hentikan penggunaan jika demam tidak turun setelah tiga hari atau nyeri tidak hilang setelah lima hari, serta terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi berat.

Obat ini dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien penderita gangguan hati berat

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Cholestyramine
    Penggunaan bersama cholestyramine dapat menurunkan penyerapan paractamol, sehingga efektivitasnya dalam meredakan nyeri dan menurunkan demam akan berkurang.
  • Chloramphenicol
    Penggunaan bersama paracetamol dapat meningkatkan kadar chloramphenicol dalam tubuh.
  • Metoclopramide dan domperidone
    Jika dikonsumsi bersama obat di atas dapat meningkatkan absorpsi atau penyerapan paracetamol.
  • Phenobarbital, rifampicin, carbamazepin, dan phenytoin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan kadar paracetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan Sanmol Forte tablet dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan setelah 2 hari penggunaan
  • Demam setelah 3 hari penggunaan
  • Ruam kulit, sakit kepala berkelanjutan, mual, muntah, atau kemerahan atau pembengkakan
  • Masih merasakan sakit setelah 7 hari penggunaan atau 5 hari pada anak-anak
  • Gejala memburuk atau timbul gejala baru

Sesuai kemasan per Agustus 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada 16 Agustus 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311949
Diakses pada 16 Agustus 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html
Diakses pada 16 Agustus 2021

Drugs. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 16 Agustus 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada 16 Agustus 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details
Diakses pada 16 Agustus 2021

Patient. https://patient.info/medicine/paracetamol-calpol-disprol-hedex-panadol
Diakses pada 16 Agustus 2021

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/p/paracetamol/
Diakses pada 16 Agustus 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Sanmol Forte Tablet 650 mg (1 Strip @ 4 Tablet)

Total

Rp 1.800