SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Sandimmun Neoral kapsul digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan.

Sandimmun Neoral Kapsul 25 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)


Harga Produk
Rp 0

Stok HabisCari produk lain dikategoriObat Kerasataulihat selengkapnya dari Sandimmun

logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Sandimmun Neoral kapsul digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sandimmun Neoral kapsul mengandung zat aktif siklosporin.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Sandimmun Neoral Kapsul 25 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Siklosporin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (25 mg)
Produsen
Novartis Indonesia

Indikasi (manfaat)

Untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan.

Komposisi

Siklosporin 25 mg.

Dosis

  • Transplantasi organ solid 10-15 mg/kgBB/hari terbagi dlm 2 dosis, diberikan 12 jam sebelum operasi dan dilanjutkan 1-2 minggu setelah operasi. Dosis diturunkan bertahap hingga dosis pemeliharaan 2-6 mg/kgBB/hari terbagi dlm 2 dosis.
  • Transplantasi sumsum tulang:
    • Terapi awal:
    • Dosis anjuran: 12,5-25 mg/kg BB dalam 2 dosis terbagi, dimuali pada hari sebelum transplantasi.
  • Uveitis endogen:
    • Dosis awal: 5 mg/kgBB per oral dalam 2 dosis terbagi. Dosis ditingkatkan hingga 7 mg/kgBB/hari selama jangka waktu tertentu.
    • Dosis pemeliharaan: dosis diturunkan perlahan hingga dosis terapeutik terendah yang efektif, dosis tidak boleh melebihi 5 mg/kgBB/hari.
  • Psoriasis:
    • Dosis awal: 2,5 mg/kgBB/hari dikonsumsi per oral dalam 2 dosis terbagi. Jika tidak ada perbaikan setelah 1 bulan, dosis dapat ditingkatkan sebesar 0,5-1 mg/kgBB/bulan, tetapi tidak boleh melebihi 5 mg/kgBB.
  • Rheumatoid artritis: 2,5 mg/kgBB/hari terbagi dalam 2 dosis selama 6 minggu.
    • Dosis maksimal: 4 mg/kg BB.
  • Sindrom nefrotik:
    • Dewasa: 5 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi.
    • Anak-anak: 6 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi.
    • Pasien sindrom nefrotik dengan gangguan fungsi ginjal:
    • Dosis awal: 2,5 mg/kg BB ke bawah. Dihitung dengan mengalikan dengan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi secara konsisten dengaan mempertimbangan jadwal pemberian dan waktu makan, kapsul ditelan secara utuh.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Kesemutan (parestesia).
  • Kram otot.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Kelelahan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap siklosporin dan minyak kastor polioksietilat (pada pemberian secara infus intravena).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi abnormal).
  • Pasien dengan infeksi tak terkendali atau keganasan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Penggunaan bersama dengan terapi UVA atau UVB, metotreksat atau imunosupresan lainnya, terapi dengan radiasi.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aminoglikosida.
  • Amfoterisin B.
  • Siprofloksasin.
  • Kotrimoksasol.
  • Melfalan.
  • Obat antiinflamasi non steroid.
  • Antagonis reseptor H2.
  • Metotreksat.
  • Takrolimus.
  • Nifedipin.
  • Lerkanidipin.
  • Digoksin.
  • Kolkisin.
  • Prednisolon.
  • Penghambat HMG-CoA reduktase (statin).
  • Vaksin hidup.
  • Diuretik hemat kalium atau obat yang mengandung kalium.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Nomor Izin Edar

DKI1921001202A1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan.

Transplantasi organ solid 10-15 mg/kgBB/hari terbagi dlm 2 dosis, diberikan 12 jam sebelum operasi dan dilanjutkan 1-2 minggu setelah operasi. Dosis diturunkan bertahap hingga dosis pemeliharaan 2-6 mg/kgBB/hari terbagi dlm 2 dosis. Transplantasi sumsum tulang: Terapi awal: Dosis anjuran: 12,5-25 mg/kg BB dalam 2 dosis terbagi, dimuali pada hari sebelum transplantasi. Uveitis endogen: Dosis awal: 5 mg/kgBB per oral dalam 2 dosis terbagi. Dosis ditingkatkan hingga 7 mg/kgBB/hari selama jangka waktu tertentu. Dosis pemeliharaan: dosis diturunkan perlahan hingga dosis terapeutik terendah yang efektif, dosis tidak boleh melebihi 5 mg/kgBB/hari. Psoriasis: Dosis awal: 2,5 mg/kgBB/hari dikonsumsi per oral dalam 2 dosis terbagi. Jika tidak ada perbaikan setelah 1 bulan, dosis dapat ditingkatkan sebesar 0,5-1 mg/kgBB/bulan, tetapi tidak boleh melebihi 5 mg/kgBB. Rheumatoid artritis: 2,5 mg/kgBB/hari terbagi dalam 2 dosis selama 6 minggu. Dosis maksimal: 4 mg/kg BB. Sindrom nefrotik: Dewasa: 5 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi. Anak-anak: 6 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi. Pasien sindrom nefrotik dengan gangguan fungsi ginjal: Dosis awal: 2,5 mg/kg BB ke bawah. Dihitung dengan mengalikan dengan berat badan pasien.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi secara konsisten dengaan mempertimbangan jadwal pemberian dan waktu makan, kapsul ditelan secara utuh.

Kesemutan (parestesia). Kram otot. Nyeri otot (mialgia). Kelelahan.

Nama Produk

Sandimmun Neoral Kapsul 25 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)