SehatQ
SehatQ Profile
Sanaflu Forte kaplet berfungsi untuk meredakan gejala flu seperti demam, bersin-bersin, dan sakit kepala

Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 2.100

Jumlah Produk
1

Tersedia 37 Penjual

Mandjur
Rp 2.500
Mandjur
Kota Jakarta Pusat1.37 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 2.800
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Rave Pharma
Rp 1.900
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Madinah Farma
Rp 2.300
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km

Deskripsi

Sanaflu Forte kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala flu yang ditandai dengan pilek, bersin-bersin, demam, hidung tersumbat, dan nyeri di kepala atau bagian tubuh lainnya.

Obat ini juga dapat membantu mengurangi pilek dan hidung tersumbat akibat alergi dan rhinitis, yaitu peradangan di rongga hidung.

Sanaflu Forte kaplet mengandung zat aktif paracetamol. Kegunaan paracetamol yaitu menurunkan panas tubuh (demam), sekaligus mengurangi nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, nyeri sendi ringan, dan sakit gigi.

Dipadukan juga dengan phenylpropanolamine HCl yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi bersin-bersin akibat flu atau alergi, serta membantu memperbaiki pembuluh darah di hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.

Sanaflu Forte Kaplet termasuk golongan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dari dokter.

Tersedia varian lain obat Sanaflu, yaitu:

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol dan phenylpropanolamine HCI
Kelas Terapi
Obat flu dan demam
Klasifikasi
Dekongestan, analgesik, antipiretik
Kemasan
1 strip @ 4 kaplet
Produsen
Sanbe

Informasi Zat Aktif

Phenylpropanolamine HCl termasuk dalam kelas obat dekongestan, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi penyumbatan di rongga hidung dan membantu pengeluaran lendir.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenylpropanolamine HCl diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1-3 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil dan melalui berbagai jaringan, seperti cairan serebrospinal di otak.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Paracetamol termasuk dalam golongan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun suhu tubuh (antipiretik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 10-60 menit setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Meredakan gejala flu yang meliputi bersin-bersin, hidung tersumbat, dan demam
  • Membantu meredakan pilek akibat alergi atau peradangan di rongga hidung (rhinitis)
  • Mengurangi sakit kepala dan nyeri lainnya di tubuh

Paracetamol atau acetaminophen bekerja dengan cara menghambat respons otak terhadap sinyal nyeri yang terjadi di tubuh, serta mengendalikan kinerja bagian otak pengatur suhu tubuh (hipotalamus) yang dapat menimbulkan demam.

Kemudian, phenylpropanolamine HCl bekerja dengan cara menyusutkan pembuluh darah di dinding hidung, sehingga lendir berlebih dalam hidung lebih mudah dikeluarkan.

Komposisi

Dosis

  • Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari
  • Anak usia 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai

Dapat diminum sebelum atau setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Pusing
    Jika mulai merasa pusing, sebaiknya hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Merasa mual dan timbul rasa tidak nyaman di perut
    Konsumsi makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Seimbangkan dengan minum air putih sebanyak enam gelas/hari dan jangan berbaring setelah makan.
  • Muntah
    Perbanyak minum air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Timbul reaksi alergi
    Alergi yang dapat terjadi, meliputi sesak napas dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti bibir, lidah, dan wajah.
  • Jantung berdebar dengan kencang (takikardi)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Gangguan pencernaan lainnya
  • Gangguan pergerakan tubuh (psikomotor)
  • Penumpukan urine di dalam saluran kemih (retensi urine)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar (25°C-30°C).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang menderita stroke
  • Pasien yang memiliki berat badan berlebih (obesitas)
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien yang menggunakan obat antidepresan
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Pasien yang mengalami gangguan di saraf mata (glaukoma)
  • Anak-anak berusia di bawah 6 tahun

Jika gejala flu dan pilek tidak mereda dalam tiga hari, segera konsultasikan ke dokter. Jangan diminum melebihi dosis yang dianjurkan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Sanaflu Forte kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi yang berat (hipertensi)
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat
  • Pasien yang mengalami pembengkakan di kelenjar prostat
  • Pasien gagal jantung
  • Pasien yang memiliki luka di lambung (tukak lambung)
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin
    Warfarin merupakan obat pengencer darah yang jika digabungkan dengan paracetamol akan menyebabkan pendarahan karena interaksi yang terjadi di trombosit.
  • Obat antidepresan tipe obat golongan penghambat monoamine oxidase (MAO inhibitor)
    Jika digunakan bersama phenylpropanolamine dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.
  • Obat nyeri dan antiinflamasi, seperti ibuprofen, diklofenak, dan naproxen
    Jika digunakan bersama paracetamol akan meningkatkan risiko pendarahan di saluran pencernaan.
  • Paroxetine
    Jika obat tersebut digunakan bersama paracetamol, dapat meningkatkan efek samping, seperti merasa gelisah, mual, dan kesulitan tidur.
  • Obat untuk kejang-kejang (epilepsi) dan peradangan paru (tuberkulosis)
    Jika digunakan bersama paracetamol dapat mengurangi efektivitas masing-masing obat serta meningkatkan risiko efek samping, seperti muntah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Muntah-muntah yang terlalu sering
  • Telinga berdenging, kebingungan, dan halusinasi
  • Flu tidak kunjung reda dalam tiga hari
  • Pembengkakan di tubuh
  • Pusing dan tubuh terasa sangat lemah
  • Jantung berdebar dengan cepat

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html
Diakses 01 September 2021

NHS.UK. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses 01 September 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses 01 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses 01 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sanaflu
Diakses 01 September 2021

Sesuai kemasan per September 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)

Total

Rp 2.500

Jual dan Beli Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Sanaflu forte adalah obat yang berfungsi untuk meredakan gejala flu disertai demam. Sanaflu Forte mengandung bahan aktif paracetamol yang sejak lama dikenal berguna untuk meredakan nyeri di tubuh. Sementara itu kandungan phenylpropanolamine HCl terbukti efektif untuk meredakan bersin-bersin. Hidung tersumbat akibat pilek, sinusitis, alergi, dan sakit kepala dapat diatasi dengan Sanaflu Forte. Sanaflu Forte mengandung paracetamol dengan dosis yang lebih tinggi dibandingkan Sanaflu biasa sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan anjuran pada kemasan atau resep dari dokter. Beli online Sanaflu Forte dengan harga terbaru hanya di Toko SehatQ, pasti asli!
Merek: Sanaflu
Bentuk sediaan: Kaplet
Principal/Distributor obat: Sanbe Farma
Manufacture: Sanbe Farma
Kemasan obat: Strip 4 tablet

Indikasi/Manfaat Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)

Untuk meredakan gejala flu, demam, sakit kepala dan hidung tersumbat.

Dosis Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)


  • Dewasa : 1 kaplet 3 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun : ½ kaplet 3 kali sehari.

Cara Penggunaan Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)


Diberikan sesuai dengan petunjuk dosis penggunaan, leaflet/brosur, dokter atau apoteker

Cara Menyimpan Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)


Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet) Jika:


Hipertensi berat, mendapat terapi MAOI. Gangguan fungsi hati berat

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)


  • Hipertensi, punya potensi hipertensi atau stroke, gangguan fungsi hati/ ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, retensi urin, gagal jantung dan DM.
  • Anak <6 tahun.
  • Hamil dan laktasi.
  • Penggunaan bersama dengan alkohol dapat meningkatkan risiko timbulnya gangguan fungsi hati.
  • Palpitasi

Efek Samping Obat Sanaflu Forte Kaplet (1 Strip @ 4 Tablet)


  • Gangguan GI, gangguan psikomotor, takikardi, aritmia, palpitasi, retensi urin.
  • Kerusakan hati (dosis besar, pemakaian jangka lama)