SehatQ
SehatQ Profile
Salbutamol Kimia Farma tablet adalah obat untuk mengatasi asma dan melebarkan saluran pernapasan

Salbutamol Kimia Farma Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 13.010

Jumlah Produk
1

Tersedia 6 Penjual

Apotek Farhana
Rp 15.913
Apotek Farhana
Kota Jakarta Timur16.16 km
Apotek Manjur Sehat
Rp 21.000
Apotek Manjur Sehat
Kota Tangerang Selatan20.58 km
Apotek Satrio Intermoda BSD
Rp 18.600
Apotek Satrio Intermoda BSD
Kabupaten Tangerang24.76 km
Apotek Lily
Rp 13.010
Apotek Lily
Kabupaten Cianjur79.23 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Salbutamol Kimia Farma tablet adalah obat untuk mengatasi asma dan melebarkan saluran pernapasan pada paru-paru. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi bronkitis dan emfisema.

Salbutamol Kimia Farma tablet mengandung zat aktif salbutamol sulfate. Kandungan zat aktif dalam obat ini umumnya digunakan untuk mencegah dan mengobati sesak napas serta batuk yang disebabkan penyakit paru-paru, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu sekelompok penyakit yang mempengaruhi paru-paru dan saluran udara.

Obat ini adalah obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Obat salbutamol berada dalam kelas obat yang disebut bronkodilator. Mekanisme kerja salbutamol adalah merelaksasi dan membuka saluran udara ke paru-paru untuk mempermudah pernapasan.


Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, salbutamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme di hati dan di dinding usus.
  • Ekskresi: Melalui urine sebagai metabolit dan obat tidak berubah, serta feses dalam jumlah kecil.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Salbutamol Kimia Farma tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Obat yang menurunkan jumlah kalium dalam darah, seperti kortikosteroid, diuretik, xanthines, dan digoxin
    Dapat meningkatkan risiko hipokalemia atau kadar kalium yang sangat rendah dalam tubuh.
  • Kortikosteroid
    Dapat meningkatkan risiko pembengkakan (edema) pada paru.
  • Obat antidiabetes
    Salbutamol dapat memberikan efek berlawanan pada obat antidiabetes, sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi dalam tubuh.
  • Guanetidin, reserpin, metildopa, TCAs, dan MAOIs
    Efek salbutamol dapat diubah oleh obat-obatan di atas, sehingga asma akan tetap terjadi.
  • Metildopa
    Penggunaan salbutamol bersama metildopa dapat menyebabkan hipotensi akut atau penurunan tekanan darah dalam waktu cepat.
  • Obat simpatomimetik
    Peningkatan risiko efek kardivaskular, seperti gangguan irama jantung jika dikonsumsi dengan obat simpatomimetik lain.
  • Beta-blocker
    Salbutamol akan menghasilkan efek berlawanan jika dikonsumsi dengan obat golongan beta-blocker.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Efek samping yang jarang tetapi sangat serius, seperti nyeri dada dan detak jantung tidak teratur
  • Detak jantung cepat
  • Gugup, gemetar (tremor), sakit kepala, atau pusing

Indikasi (manfaat)

Fungsi salbutamol, antara lain:

  • Mengobati penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme)
  • Mengatasi kerusakan pada kantung udara yang menyebabkan napas menjadi pendek (emfisema)
  • Mengatasi gangguan saluran pernapasan, seperti asma bronkial

Salbutamol bekerja secara selektif pada reseptor beta 2 adrenergik dengan merelaksasi otot saluran udara (bronkus) dan menyebabkan pelebaran pada bronkus (bronkodilatasi). Obat ini akan mengendurkan otot di sekitar saluran udara, sehingga membuat Anda lebih mudah bernapas.

Komposisi

Salbutamol 2 mg

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 2-4 mg sebanyak 3-4 kali/hari

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: 1-2 sebanyak 3-4 kali/hari
  • 6-12 tahun: 2 mg sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong. Diberikan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Muntah
    Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan. Tanda-tanda dehidrasi adalah buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Jangan minum obat lain tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Nyeri otot
    Jika Anda mengalami nyeri otot yang tidak biasa dan bukan karena olahraga atau kerja keras, segera hubungi dokter.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi salbutamol. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor)
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah kadar normal (hipotensi)
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Hiperaktif
  • Kram oto
  • Mimisan
  • Nafsu makan meningkat atau menurun
  • Kulit pucat
  • Pusing
  • Gangguan kesulitan tidur

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid tinggi dalam tubuh
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi
  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien yang mengalami kencing manis
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien yang memiliki kadar keton terlalu tinggi dalam tubuh
  • Pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia)
  • Pasien dengan gangguan kejang
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien yang rentan mengalami perpanjangan interval QT atau gangguan irama jantung

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap salbutamol
  • Pasien penderita penyakit jantung
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Salbutamol Kimia Farma Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 15.913