SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Rifampicin Indofarma Tablet 600 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 36.930

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Rifampicin Indofarma tablet adalah obat untuk mengatasi tuberkulosis dan infeksi lainnya. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. 

Rifampicin berada dalam kelas obat antibakteri atau antibiotik. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi. Rifampicin juga digunakan bersama obat lain untuk mengobati tuberkulosis (TB) yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis dan lepra.

Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk melawan bakteri Neisseria meningitidis yang menyebabkan meningitis.

Informasi zat aktif :

Rifampicin menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri untuk mengobati infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, rifampicin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan baik dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi dan menunda penyerapan obat. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) adalah 2-4 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan sawar darah-otak, memasuki ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme cepat di hati.
  • Ekskresi: Melalui feses dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) 3-4 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Rifampicin Indofarma tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Quinidine, phenytoin, dan theophylline
    Penggunaan bersama rifampicin dapat mempercepat metabolisme obat di dalam tubuh, sehingga akan mengurangi efek obat di atas.
  • Atovaquone
    Penggunaan bersama rifampicin dapat mengurangi kadar atovaquone dan meningkatkan kadar rifampicin.
  • Halotan, isoniazid, dan kombinasi saquinavir atau ritonavir
    Penggunaan bersama rifampicin dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Ketoconazole
    Penggunaan bersama rifampicin dapat mengurangi efektivitas ketoconazole dan rifampicin.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Mudah memar atau perdarahan tidak biasa seperti mimisan dan gusi berdarah
  • Berdebar-debar di dada
  • Sakit perut parah dan diare berair atau berdarah
  • Nyeri dada, batuk, dan sesak napas
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Gejala flu, seperti demam, menggigil, badan pegal, sakit kepala, lemas, mual, dan muntah
  • Masalah hati, seperti sakit perut bagian atas, kelelahan, kehilangan nafsu makan, urine gelap, feses berwarna seperti tanah liat, dan kulit atau mata menguning

Indikasi (manfaat)

  • Mengobati tuberkulosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis
  • Mengobati meningitis yang disebabkan bakteri Neisseria meningitidis
  • Mengobati penyakit legionnaires berupa peradangan paru-paru akibat infeksi bakteri
  • Mengobati infeksi serius yang disebabkan staphylococcal dan brucellosis
  • Mengobati kusta atau leprosy, yaitu infeksi bakteri yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran napas

Rifampicin adalah antibiotik yang mampu membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat ini bekerja dengan menargetkan dan menonaktifkan enzim bakteri yang disebut RNA-polimerase.

Bakteri menggunakan RNA-polimerase untuk membuat protein penting dan menyalin informasi genetik (DNA) mereka sendiri untuk memperbanyak diri dan bertahan hidup.

Komposisi

Rifampicin 600 mg

Dosis

Tuberkulosis

  • Dewasa: 8–12 mg/kgBB/hari
    • Dosis maksimal:
      • 50 kg ke ke bawah: 450 mg/hari
      • 50 kg ke atas: 600 mg/hari
  • Anak-anak: 10–20 mg/kgBB/hari
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari

Pencegahan meningitis

  • Dewasa: 600 mg sebanyak 2 kali/hari, selama 2 hari
  • Anak-anak:
    • 1 bulan ke bawah: 5 mg/kgBB sebanyak 2 kali/hari
    • 1 bulan ke atas: 10 mg/kgBB sebanyak 2 kali/hari

Kusta

  • Dewasa: 600 mg/bulan, selama 6–12 bulan
  • Dosis alternatif: 10 mg/kgBB/bulan
    • Pasien berat badan 50 kg ke bawah: 450 mg/hari
    • Pasien berat badan 50 kg ke atas: 600 mg/hari

Brucellosis, penyakit Legionnaire, Infeksi staphylococcal yang parah

  • Dewasa: 600-1200 mg/hari dalam 2-4 dosis terbagi

Aturan pakai

Harus diminum saat perut kosong. Lebih baik diminum saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa kuat, seperti makanan pedas.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit perut
    Cobalah beristirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit dan lebih sering. Kompres perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • kelemahan otot dan nyeri di lengan atau kaki
  • Masalah keseimbangan atau gerakan otot
  • Mati rasa
  • Kebingungan, perubahan perilaku, dan kesulitan berkonsentrasi

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C. Jauhkan dari tempat panas dan cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat alkoholisme atau penyalahgunaan alkohol
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien lanjut usia dan anak berusia kurang dari 2 tahun yang kekurangan nutrisi (malnutrisi)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak dan lansia
  • Pasien dengan riwayat kelainan proses pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria akut). Heme merupakan salah satu bagian hemoglobin, yaitu komponen utama sel darah merah.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap rifampicin
  • Pasien penderita penyakit kuning (ikterus), yaitu menguningnya kulit atau bagian putih mata
  • Penggunaan bersama obat saquinavir atau ritonavir
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Rifampicin Indofarma Tablet 600 mg (1 Strip @ 10 Tablet)