SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Rhomuz tablet adalah obat untuk mengobati penyakit diare akut ataupun diare kronis.

Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 21.218

Jumlah Produk
0

Tersedia 18 Penjual

Apotek Madinah Farma
Rp 33.200
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Evita
Rp 31.700
Apotek Evita
Jakarta Barat9.41 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 27.671
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.74 km
Apotek Charista
Rp 31.700
Apotek Charista
Kota Jakarta Barat11.18 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Rhomuz tablet adalah obat untuk mengobati penyakit diare akut ataupun diare kronis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhomuz tablet mengandung zat aktif loperamid. Loperamid adalah obat untuk mengatasi diare yang bekerja dengan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus dan dengan memperlambat gerakan usus sehingga mengurangi jumlah buang air besar.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

Mengobati penyakit diare akut ataupun diare kronis.

Komposisi

Loperamid 2 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Diare akut:
    • Dosis awal: 2 tablet/hari.
    • Dosis Maksimal: 8 tablet/hari.
    • Diare kronis: Dosis awal: 2-4 tablet/hari.
    • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.

Anak-anak:

  • Umur 4-8 tahun:
    • Diare akut: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Umur 8-12 tahun:
    • Diare akut: 1 tablet sebanyak 4 kali/hari.
  • Umur 12 tahun ke atas: Diare akut: 2-4 tablet/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Zat (gas atau cairan) menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen).
  • Nyeri pada perut.
  • Feses berdarah.
  • Kehilangan kesadaran sementara (sinkop).
  • Detak jantung berdetak terlalu cepat.
  • Nyeri pada perut.
  • Pelebaran atau pembesaran usus besar (megakolon toksik).
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Lesu.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam pada kulit.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita AIDS. Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pyloric.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi ketika ada gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebapkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi ketika otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien disentri akut.
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita infeksi diare.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Hindari penggunaan sebagai terapi primer pasien disentri akut.
  • Pasien diare yang disebabkan karena infeksi bakteri.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0

Jual dan Beli Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Rhomuz tablet adalah obat untuk mengobati penyakit diare yang berlangsung selama 2 minggu ke bawah (akut) atau 2 minggu ke atas (kronis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhomuz tablet mengandung zat aktif loperamide.

Indikasi obat:

  • Mengobati penyakit diare akut ataupun diare kronis.

Loperamide adalah obat untuk mengatasi diare yang bekerja dengan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus dan dengan memperlambat gerakan usus sehingga mengurangi jumlah dan frekuensi buang air besar.

Komposisi obat: Loperamide 2 mg.

Dosis obat:

Dewasa:

  • Diare akut:
  • Diare kronis:

Anak-anak:

  • 4-8 tahun:
  • 8-12 tahun:
  • 12 tahun ke atas:

Aturan pakai obat: Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat:

  • Pusing.
    Jika loperamide membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan angin seperti lentil, kacang-kacangan, dan bawang. Mungkin juga membantu untuk makan lebih sedikit dan lebih sering, makan dan minum perlahan, dan berolahraga secara teratur. Konsumsi produk yang bisa Anda beli dari apotek untuk membantu mengatasi angin, seperti tablet arang atau simetikon.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Hentikan penggunaan loperamid. Minum banyak air. Jika ini tidak membantu, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Mual.
    Coba minum loperamide dengan atau setelah makan atau ngemil. Ini juga dapat membantu jika Anda tetap mengonsumsi makanan sederhana dan tidak makan makanan kaya rasa atau pedas.

Kontraindikasi:

  • Pasien dengan kondisi ketika ada gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebapkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi ketika otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir (disentri akut).
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita infeksi diare.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Hindari penggunaan sebagai terapi utama pada pasien infeksi bakteri Shigella atau disentri akut.
  • Pasien diare yang disebabkan karena infeksi bakteri.

Perhatian khusus:

  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pilorus sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan dan dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).

Interaksi obat:

  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek dari loperamide sehingga dapat menyebabkan terjadinya sembelit.

Kandungan utama: Loperamide.

Kelas terapi: Antidiare.

Kategori kehamilan:

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Rhomuz tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Informasi zat aktif:

Loperamide adalah golongan agonis opioid yang berikatan dengan reseptor opioid langsung di dinding usus pada otot usus sehingga dapat mengurangi pergerakan usus dan memperpanjang waktu transit makanan, dan meningkatkan penyerapan air dan elektrolit. Sehingga dapat mengatasi terjadinya diare.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, loperamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Buruk, diserap di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Buruk, didistribusikan ke otak. Memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses dan urine.
  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Diare yang berair atau berdarah.
  • Sakit perut atau kembung.
  • Diare yang sedang berlangsung atau memburuk, atau
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar, dada berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba (seperti Anda mungkin akan pingsan).

Merek: Rhomuz
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Pharos Indonesia
Manufacture: Pharos Indonesia
Kemasan obat: 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (2 mg).

Indikasi/Manfaat Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dosis Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)



Cara Penggunaan Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)



Cara Menyimpan Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 20-25°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:



Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)



Efek Samping Obat Rhomuz Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)