SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Rhemafar Kaplet 4 mg | Manfaat dan Indikasi Obat, Dosis, Efek Samping

Rhemafar Kaplet 4 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.200


Tersedia 113 Penjual

Urutkan
Mandjur
Rp 5.700
MandjurKota Jakarta Pusat
1.32 km
Apotek Komplit Jaya
Rp 9.000
Apotek Komplit JayaJakarta Pusat
3.53 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 7.700
Apotek Plaza Medika GrogolKota Jakarta Barat
3.65 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 15.200
Apotek Sehat KrendangKota Jakarta Barat
3.73 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Rhemafar Tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi alergi dan peradangan, seperti reumatik, penyakit kulit, peradangan pada saluran napas, gangguan endokrin, penyakit autoimun, gangguan pada darah, dan sindrom nefrotik.

Rhemafar Tablet mengandung zat aktif methylprednisolone 4 mg. Methylprednisolone merupakan obat golongan kortikosteroid yang mampu mengurangi respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala peradangan, seperti pembengkakan, nyeri, dan reaksi tipe alergi.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Interaksi obat :

  • Fenilbutazon, barbiturat misalnya fenobarbital, dan obat penenang dan hipnotik lainnya.
    Penggunaan griseofulvin dengan obat di atas dapat menyebabkan penurunan konsentrasi serum obat di atas.
  • Antikoagulan kumarin, kontrasepsi oral, siklosporin, dan salisilat.
    Griseofulvin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi serum obat di atas sehingga efek obat di atas dapat berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Indikasi (manfaat)

  • Kelainan endoktrin: insufisiensi adrenokortikal, adrenal hiperplasia kongenital, tiroid nonsupuratif, hiperkalemia yang berhubungan dengan penyakit kanker.
  • Penyakit reumatik: sebagai terapi tambahan dengan pemberian jangka pendek pada rheumatoid arthritis, ankylosing spondilitis, bursitis akut dan subakut, acute nonspesific tenosynovitis, acute gouty arthritis, post-traumatic osteoarthritis, dan epikodolitis.
  • Penyakit kolagen: lupus eritematosus sistemik, acute carditis rheumatic, dan sistemik dermatomitosis.
  • Penyakit kulit: phempigus, bullous dermatitis herpetiformis, eritema multiforme yang berat. exfoliative dermatitis, mikosis fungoides, psoriasis, dan dermatitis seboroik.
  • Alergi: seasonal atau perennial rhinitis allergic, herpes zoster opthalmicus, konjungtivits alergi, keratitis, chorioretinitis, neuritis optik, iritis, dan iridosiklitis.
  • Penyakit pernapasan: sarkoidosis simptomatik, pulmonary tuberculosis pulminan atau diseminasi.
  • Kelainan darah: idiopatik purpura trobositopenia, trombositopenia sekunder pada orang dewasa, anemia hemolitik, erythroblastopenia, anemia hipoplastik kongenital.
  • Penyakit kanker (neoplastic disease): leukemia dan lymphomas pada orang dewasa dan leukemia akut pada anak.
  • Edema: menginduksi diuresis atau remisi proteinuria pada sindrom nefrotik.
  • Gangguan saluran pencernaan: kolitis ulseratif dan regional enteritis.
  • Sistem saraf: eksaserbasi akut pada multipelsklerosis.
  • Menigitis tuberkulosis.

Komposisi

Methylprednisolone 4 mg.

Dosis

Kondisi alergi:

  • Dewasa: 1-2 tablet (4-8 mg) sebanyak 2-4 kali/hari. Diberikan sesuai dengan kondisi pasien.

Mengatasi peradangan atau sebagai imunosupresif (menurunkan daya tahan tubuh):

  • Dewasa: 2-60 mg/hari dalam 1-4 dosis terbagi, sesuai dengan kondisi pasien.
  • Anak-anak: 0,5-1,7 mg/kgBB/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan makanan.

Efek Samping

  • Gangguan elektrolit, retensi cairan, hipokalemia alkalosis, kehilangan kalium, gagal jantung kongesif.
  • Gangguan saluran pencernaan: pankreatitis, distensi abdominal, esofagitis ulseratif.
  • Kenaikan enzim - enzim hati: alt, ast, sgot, dan alkali fosfatase.
  • Gangguan pada kulit: gangguan penyembuhan luka, kulit yang tipis dan rapuh, critema pada wajah dan keringat bertambah.
  • Gangguan neuropsikiatri: tekanan intrakanial bertambah, pseudotumor serebri.
  • Ganngguan metabolisme atau endokrin: gangguan pertumbuhan pada anak-anak, menstruasi tidak teratur dan aminore, berat badan bertambah, insufisiensi adrenal sekunder
  • Gangguan sistem penglihatan: kenaikan tekanan intraokular, glaukoma, katarak, subkapsular posterior, eksoftalamos.
  • Gangguan sistem imun: penutupan infeksi, infeksi laten menjadi aktif, infeksi oportunistik, reaksi hipersensitif termasuk anafilaksis, dapat menekan reaksi pada kulit.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30° C. Hindari paparan sinar matahari langsung. Jangan disimpan dilemari es.

Perhatian Khusus

  • Pemberian jangka lama dapat menyebabkan katarak subskapsular, glaukoma, dan infeksi okuler sekunder yang berhubungan dengan jamur dan virus.
  • Pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, retensi garam, dan air, peningkatan ekskresi potasium dan kalsium, menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi jamur, bakteri, dan virus.
  • Pasien penderita tuberkulosis laten atau reaktivitas tuberkulin.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat.

Nomor Izin Edar

DKL9809208404A1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Kelainan endoktrin: insufisiensi adrenokortikal, adrenal hiperplasia kongenital, tiroid nonsupuratif, hiperkalemia yang berhubungan dengan penyakit kanker. Penyakit reumatik: sebagai terapi tambahan dengan pemberian jangka pendek pada rheumatoid arthritis, ankylosing spondilitis, bursitis akut dan subakut, acute nonspesific tenosynovitis, acute gouty arthritis, post-traumatic osteoarthritis, dan epikodolitis.Penyakit kolagen: lupus eritematosus sistemik, acute carditis rheumatic, dan sistemik dermatomitosis.Penyakit kulit: phempigus, bullous dermatitis herpetiformis, eritema multiforme yang berat. exfoliative dermatitis, mikosis fungoides, psoriasis, dan dermatitis seboroik. Alergi: seasonal atau perennial rhinitis allergic, herpes zoster opthalmicus, konjungtivits alergi, keratitis, chorioretinitis, neuritis optik, iritis, dan iridosiklitis. Penyakit pernapasan: sarkoidosis simptomatik, pulmonary tuberculosis pulminan atau diseminasi. Kelainan darah: idiopatik purpura trobositopenia, trombositopenia sekunder pada orang dewasa, anemia hemolitik, erythroblastopenia, anemia hipoplastik kongenital. Penyakit kanker (neoplastic disease): leukemia dan lymphomas pada orang dewasa dan leukemia akut pada anak. Edema: menginduksi diuresis atau remisi proteinuria pada sindrom nefrotik. Gangguan saluran pencernaan: kolitis ulseratif dan regional enteritis. Sistem saraf: eksaserbasi akut pada multipelsklerosis.Menigitis tuberkulosis.

Kondisi alergi:Dewasa: 1-2 tablet (4-8 mg) sebanyak 2-4 kali/hari. Diberikan sesuai dengan kondisi pasien.Mengatasi peradangan atau sebagai imunosupresif (menurunkan daya tahan tubuh):Dewasa: 2-60 mg/hari dalam 1-4 dosis terbagi, sesuai dengan kondisi pasien.Anak-anak: 0,5-1,7 mg/kgBB/hari.

Dikonsumsi dengan makanan.

Gangguan elektrolit, retensi cairan, hipokalemia alkalosis, kehilangan kalium, gagal jantung kongesif.Gangguan saluran pencernaan: pankreatitis, distensi abdominal, esofagitis ulseratif.Kenaikan enzim - enzim hati: alt, ast, sgot, dan alkali fosfatase. Gangguan pada kulit: gangguan penyembuhan luka, kulit yang tipis dan rapuh, critema pada wajah dan keringat bertambah.Gangguan neuropsikiatri: tekanan intrakanial bertambah, pseudotumor serebri. Ganngguan metabolisme atau endokrin: gangguan pertumbuhan pada anak-anak, menstruasi tidak teratur dan aminore, berat badan bertambah, insufisiensi adrenal sekunder Gangguan sistem penglihatan: kenaikan tekanan intraokular, glaukoma, katarak, subkapsular posterior, eksoftalamos. Gangguan sistem imun: penutupan infeksi, infeksi laten menjadi aktif, infeksi oportunistik, reaksi hipersensitif termasuk anafilaksis, dapat menekan reaksi pada kulit.

Nama Produk

Rhemafar Kaplet 4 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 5.700