SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Rhemacox Tablet adalah obat untuk terapi jangka pendek untuk eksaserbasi akut osteoartritis

Rhemacox Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0


logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Rhemacox Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk terapi simtomatik jangka pendek untuk eksaserbasi akut osteoartritis (oa) dan terapi simtomatik jangka panjang untuk arthritis reumatoid/ar (poliartritis kronik)

Rhemacox Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan

1 strip @ 10 tablet (15 mg)

Produsen
Actavis

Informasi Zat Aktif

Meloxicam digunakan untuk meredakan nyeri, bengkak, dan kaku akibat peradangan sendi. Misalnya, osteoartritis atau radang sendi yang disebabkan kerusakan lapisan sendi dan rheumatoid arthritis, yaitu radang sendi yang disebabkan pembengkakan lapisan sendi. Obat ini juga digunakan untuk meredakan nyeri tekan, bengkak, dan kaku yang disebabkan juvenile rheumatoid arthritis, yaitu sejenis artritis atau radang sendi yang menyerang anak-anak berusia 2 tahun ke atas. Meloxicam berada dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghentikan produksi zat yang menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan oleh tubuh.

Indikasi (manfaat)

Terapi simtomatik jangka pendek untuk eksaserbasi akut osteoartritis (OA) dan terapi simtomatik jangka panjang untuk arthritis reumatoid/AR (poliartritis kronik)

Komposisi

Meloxicam

Dosis

  • AR 15 mg/hr, dpt diturunkan s/d 7.5 mg/hr.
  • OA 7.5 mg/hr, dpt ditingkatkan s/d 15 mg/hr.
  • Pasien dg risiko tinggi efek samping Dosis awal 7.5 mg/hr.
  • Pasien gagal ginjal berat dg dialisis Dosis maks 7.5 mg/hr.

Aturan pakai

Sebaiknya diberikan bersama makanan

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Dispepsia,
  • mual,
  • muntah,
  • nyeri abdomen,
  • konstipasi,
  • kembung,
  • diare,
  • parameter fungsi hati abnormal (sementara),
  • esofagitis,
  • tukak gastroduodenal,
  • pendarahan GI tersamar atau makroskopik,
  • kolitis.
  • Anemia,
  • leukopenia,
  • trombositopenia.
  • Pruritus,
  • ruam kulit,
  • stomatitis,
  • urtikaria,
  • fotosensitisasi.
  • Asma akut.
  • Kepala terasa ringan,
  • sakit kepala,
  • vertigo,
  • tinitus,
  • mengantuk.
  • Edema,
  • peningkatan TD,
  • palpitasi,
  • parameter fungsi ginjal abnormal,
  • peningkatan kadar transaminase atau bilirubin serum.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Riwayat peny GI atas, sedang mendapat terapi antikoagulan.
  • Riwayat tukak peptik atau pendarahan GI.
  • Pasien dehidrasi, gagal jantung kongestif, retensi cairan, hipertensi, sirosis hati, sindrom nefrotik, peny ginjal, sedang mendapat terapi diuretik, atau menjalani prosedur op mayor yg dpt menyebabkan hipovolemia.
  • Monitor volume diuresis & fungsi ginjal pd awal terapi.
  • Pasien dlm kondisi lemah atau lanjut usia.
  • Hamil.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dg asma, polip nasal, angioedema, urtikaria ssdh penggunaan asam asetilsalisilat atau AINS lain.
  • Tukak peptik aktif. Insufisiensi hati berat.
  • Insufisiensi ginjal berat non dialisis.
  • Anak & remaja <15 thn.
  • Hamil atau laktasi.
  • Pendarahan GI, serebrovaskular, atau pendarahan lain.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • AINS lain,
  • antikoagulan,
  • tiklopidin,
  • heparin (pemberian sistemik),
  • trombolitik,
  • litium,
  • metotreksat,
  • IUD,
  • diuretik,
  • antihipertensi,
  • kolestiramin,
  • siklosporin,
  • antidiabetes oral.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Terapi simtomatik jangka pendek untuk eksaserbasi akut osteoartritis (OA) dan terapi simtomatik jangka panjang untuk arthritis reumatoid/AR (poliartritis kronik)

AR 15 mg/hr, dpt diturunkan s/d 7.5 mg/hr.OA 7.5 mg/hr, dpt ditingkatkan s/d 15 mg/hr.Pasien dg risiko tinggi efek samping Dosis awal 7.5 mg/hr.Pasien gagal ginjal berat dg dialisis Dosis maks 7.5 mg/hr.

Sebaiknya diberikan bersama makanan

Dispepsia,mual,muntah,nyeri abdomen,konstipasi,kembung,diare,parameter fungsi hati abnormal (sementara),esofagitis,tukak gastroduodenal,pendarahan GI tersamar atau makroskopik,kolitis.Anemia,leukopenia,trombositopenia.Pruritus,ruam kulit,stomatitis,urtikaria,fotosensitisasi.Asma akut.Kepala terasa ringan,sakit kepala,vertigo,tinitus,mengantuk.Edema,peningkatan TD,palpitasi,parameter fungsi ginjal abnormal,peningkatan kadar transaminase atau bilirubin serum.

Nama Produk

Rhemacox Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)