SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Rhelafen suspensi berguna untuk meredakan nyeri atau peradangan di tubuh sekaligus menurunkan demam

Rhelafen Suspensi 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 20.405

Jumlah Produk
1

Tersedia 14 Penjual

Urutkan
Apotek Rave Pharma
Rp 26.400
Apotek Rave PharmaKota Jakarta Pusat
3.85 km
Apotek SS Pharmacia 3
Rp 30.600
Apotek SS Pharmacia 3Kota Tangerang
17.71 km
Apotek SS Pharmacia
Rp 29.700
Apotek SS PharmaciaKota Tangerang
18.66 km
Apotek Cinta Sehat
Rp 23.000
Apotek Cinta SehatKota Bekasi
20.98 km

Deskripsi

Rhelafen suspensi merupakan obat yang berfungsi untuk meredakan bengkak, mengurangi nyeri ringan hingga sedang, serta membantu penurunan panas tubuh akibat demam.

Bengkak adalah kondisi timbulnya pembesaran di tubuh yang disertai dengan rasa sakit, panas, kemerahan, serta menyebabkan tubuh yang mengalami bengkak sulit digerakkan.

Bengkak menjadi salah satu ciri dari peradangan (inflamasi). Peradangan sendiri merupakan mekanisme pertahanan tubuh secara alami dari infeksi bakteri, virus, atau jamur. Peradangan akan memicu kinerja sel darah putih untuk melawan infeksi yang sedang terjadi.

Rhelafen suspensi mengandung zat aktif ibuprofen yang bekerja efektif untuk meredakan tanda-tanda peradangan seperti rasa sakit di tubuh, demam, mengempeskan bengkak, dan mengurangi nyeri di pinggang karena rematik.

Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter.

Tersedia juga Rhelafen Forte Suspensi 60 ml dengan kandungan ibuprofen yang lebih tinggi untuk meredakan peradangan.

Beli obat online di Toko SehatQ, pasti asli dan aman digunakan!

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Rhelafen Suspensi 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ibuprofen
Kelas Terapi
Antiinflamasi, antipiretik, analgesik
Klasifikasi
Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan

1 box isi 1 botol @ 60 ml

Produsen
Sanbe Farma

Informasi Zat Aktif

Ibuprofen merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang memiliki aktivitas antiinfllamasi atau anti-peradangan dan analgesik atau antinyeri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap di saluran pencernaan dan sebagian menuju kulit. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) yaitu 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati melalui proses oksidasi.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine dan feses.

Indikasi (manfaat)

  • Meredakan bengkak atau peradangan di tubuh
  • Menurunkan demam akibat flu atau vaksinasi dan imunisasi
  • Mengurangi nyeri menjelang haid (dismenore), sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri pinggang.

Ibuprofen abekerja dengan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2 dalam memproduksi senyawa prostaglandin.

Prostaglandin diketahui menjadi penyebab utama terjadinya peradangan, demam, dan bengkak. Dengan berkurangnya, prostaglandin maka peradangan dan nyeri di tubuh akan mereda.

Komposisi

Tiap 5 ml mengandung: Ibuprofen 100 mg

Dosis

Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Anak-anak:

  • 1-2 tahun: ½ sendok takar (2.5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • 3-7 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • 8-12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

  • Dikocok terlebih dahulu.
  • Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mengantuk
    Hindari berpergian atau melakukan aktivitas berat. Segerakan tidur walaupun hanya sebentar agar keadaan tubuh membaik.
  • Pandangan kabur
    Sebaiknya segera duduk atau berbaring di ruangan yang tenang, kemudian pejamkan mata Anda selama beberapa waktu. Jika efek samping ini terus berlanjut, sebaiknya hubungi dokter.
  • Pusing
    Jika mulai merasa pusing, sebaiknya hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Jika efek samping berlanjut, segera hubungi dokter.
  • Reaksi alergi
    Reaksi alergi yang biasanya muncul akibat penggunaan ibuprofen, antara lain kemerahan atau ruam di kulit, beberapa bagian tubuh membengkak, dan sesak napas. Jika gejala berlanjut, sebaiknya hentikan pemakaian dan hubungi dokter.
  • Nyeri di ulu hati
  • Muntah-muntah
  • Penurunan sel darah merah
  • Tekanan darah meningkat
  • Kenaikan berat badan
  • Gangguan di organ hati

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami nyeri berat di ulu hati
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi ringan
  • Pasien yang mengalami kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Pasien dengan gangguan sirkulasi darah
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang ringan
  • Pasien yang mengalami radang di saluran pernapasan
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang memiliki kadar lemak dalam darah yang tinggi (hiperlipidemia)
  • Pasien yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Rhelafen suspensi pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami gagal jantung
  • Pasien yang sedang melakukan operasi cangkok arteri koroner
  • Pasien yang memiliki riwayat asma akut
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati berat
  • Pasien dengan penyakit kencing manis (diabetes)
  • Pasien yang mengalami luka di lambung (tukak lambung)
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi yang berat (hipertensi)
  • Pasien yang alergi berat terhadap ibuprofen
  • Pasien yang mengalami pendarahan di saluran pencernaan

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Asam lemak omega 3 (minyak ikan)
    Omega 3 ditujukkan untuk perkembangan fungsi otak dan melancarkan sirkulasi darah. Penggunaan produk yang mengandung omega 3 bersama dengan ibuprofen dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Aspirin, warfarin, kortikosteroid, dan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor)
    Penggunaan ibuprofen dengan obat sejenis antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, antikoagulan seperti warfarin, dan kortikosteroid lainnya dapat meningkatkan risiko pendarahan dan peradangan di usus besar.
  • Siklosporin dan takrolimus
    Obat di atas merupakan jenis obat penekan imun (imunosupresan) yang jika diberikan bersama ibuprofen dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia) dan risiko keracunan pada ginjal.
  • Methotrexate
    Obat ini digunakan untuk membantu penyembuhan kanker. Jika diberikan bersamaan dengan ibuprofen akan meningkatkan risiko keracunan dalam tubuh.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi
    Apabila Anda mengonsumsi obat tekanan darah tinggi bersamaan dengan ibuprofen, kemungkinan terjadi interaksi dalam darah yang menyebabkan hilangnya efektivitas kedua obat (efek antagonis).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Gangguan kardiovaskular, seperti jantung berdebar dengan cepat atau terjadi ketidakmampuan jantung untuk memompa darah (syok kardiogenik)
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Mengalami tekanan darah tinggi secara drastis
  • Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan
  • Muntah darah atau feses mengeluarkan darah
  • Sakit di dada atau perut yang berlangsung lama
  • Gejala asma memburuk

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rhelafen-rhelafen%20forte
Diakses pada 01 Oktober 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/fish-oil-with-ibuprofen-1749-3873-1310-0.html
Diakses pada 01 Oktober 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/iprox
Diakses pada 01 Oktober 2021

Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 01 Oktober 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 01 Oktober 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen?mtype=generic
Diakses pada 01 Oktober 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 01 Oktober 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Meredakan bengkak atau peradangan di tubuhMenurunkan demam akibat flu atau vaksinasi dan imunisasiMengurangi nyeri menjelang haid (dismenore), sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri pinggang.Ibuprofen abekerja dengan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2 dalam memproduksi senyawa prostaglandin.Prostaglandin diketahui menjadi penyebab utama terjadinya peradangan, demam, dan bengkak. Dengan berkurangnya, prostaglandin maka peradangan dan nyeri di tubuh akan mereda.

Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hariAnak-anak:1-2 tahun: ½ sendok takar (2.5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari3-7 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari 8-12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Dikocok terlebih dahulu.Dikonsumsi setelah makan.

MengantukHindari berpergian atau melakukan aktivitas berat. Segerakan tidur walaupun hanya sebentar agar keadaan tubuh membaik.Pandangan kaburSebaiknya segera duduk atau berbaring di ruangan yang tenang, kemudian pejamkan mata Anda selama beberapa waktu. Jika efek samping ini terus berlanjut, sebaiknya hubungi dokter.PusingJika mulai merasa pusing, sebaiknya hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.MualKonsumsilah makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Jika efek samping berlanjut, segera hubungi dokter.Reaksi alergiReaksi alergi yang biasanya muncul akibat penggunaan ibuprofen, antara lain kemerahan atau ruam di kulit, beberapa bagian tubuh membengkak, dan sesak napas. Jika gejala berlanjut, sebaiknya hentikan pemakaian dan hubungi dokter.Nyeri di ulu hatiMuntah-muntahPenurunan sel darah merahTekanan darah meningkatKenaikan berat badanGangguan di organ hati

Nama Produk

Rhelafen Suspensi 60 ml

Total

Rp 26.400