Renadinac tablet adalah obat untuk mengobati nyeri dan peradangan sendi seperti rheumatoid arthritis

Renadinac Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 3.631

Jumlah Produk
1

Tersedia 49 Penjual

Apotek Sehat Bersama 1
Rp 3.631
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.71 km
Apotek Sehat Bersama 2
Rp 4.100
Apotek Sehat Bersama 2
Kota Jakarta Timur13.59 km
Apotek Berkah Farma
Rp 4.300
Apotek Berkah Farma
Kabupaten Cianjur79.26 km
Apotek Wibawa Mukti
Rp 4.500
Apotek Wibawa Mukti
Kota Bekasi20.86 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Renadiac tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan sendi atau rheumatoid arthritis. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Renadaic tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak. Natrium diklofenak adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang setelah melakukan operasi, ketika pasien juga mengalami peradangan. Tidak hanya itu, natrium diklofenak juga mampu meringankan nyeri pada tulang, gangguan peradangan (inflamasi), nyeri haid (dismenore), sakit gigi, asam urat, dan nyeri karena batu ginjal dan batu empedu.

Informasi zat aktif :

Natrium diklofenak merupakan obat golongan Nonsteroidal Anti-inflammatory (NSAID) yang berasal dari asam fenilasetat. Obat ini memiliki sifat meringankan nyeri (analgesik), meredakan peradangan (antiinflamasi), dan menurunkan demam (antipiretik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Tingkat penyerapan menurun dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah adalah 55%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat dalam kondisi puasa sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,3-1,4 L / kg. Ikatan protein plasma lebih dari 99%, terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (sekitar 60%) dan empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 1-2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Renadinac tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat meningkatkan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Obat yang mengandung hormon steroid (kortikosteroid) dan obat SSRI untuk mengatasi depresi.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kolestipol dan colestiramine.
    Natrium diklofenak dapat menurunkan efektivitas obat di atas.
  • Melancarkan pengeluaran urine (diuretik), ciclosporin, dan tacrolimus.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Mifepriston.
    Interaksi obat natrium diklofenak dengan mefiproston dapat mengurangi efek mefipriston.
  • Glikosida jantung.
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Azithromycin.
    Azithromycin dapat meningkatkan terjadinya keracunan pada darah.
  • Digoxin, lithium, metotreksat, dan phenytoin.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Merasa lemah.
  • Kelemahan di satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara atau berpikir.
  • Ruam, gatal, atau kulit bengkak.
  • Muntah darah atau kotoran hitam. Hal tersebut bisa menjadi tanda pendarahan di perut atau usus.
  • Gangguan pencernaan parah, mulas atau sakit perut, serta muntah atau diare. Hal tersebut bisa menjadi tanda maag atau pembengkakan di perut atau usus.
  • Terjadi tanda masalah hati, seperti kulit atau bagian putih mata menguning.
  • Pusing atau perasaan cemas yang luar biasa. Hal tersebut bisa menjadi tanda serangan jantung.
  • Terjadi tanda stroke, seperti kehilangan keseimbangan atau penglihatan kabur.

Indikasi (manfaat) Obat

Fungsi obat Renadinac adalah mengatasi nyeri pada kondisi:

  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri atau rheumatoid artritis.
  • Peradangan ringan akibat gesekan ujung tulang penyusun sendi atau osteoartritis.
  • Peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang belakang atau ankylosing spondylitis.

Natrium diklofenak bekerja dengan cara mengurangi produksi zat dalam tubuh bernama prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan mengurangi produksi zat tersebut, natrium diklofenak dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.

Komposisi Obat

Natrium dikofenak 50 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Dosis maksimal: 2 tablet (100 mg)/hari.
  • Dosis awal maksimal: 3 tablet (150 mg)/hari, diberikan di hari pertama terapi. Dosis dapat dibagi dengan durasi yang sesingkat mungkin.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut.
  • Pusing.
    Berisitirahatlah ketika Anda merasa pusing agar tidak pingsan. Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda.
  • Sakit kepala hingga merasa seperti berputar (vertigo).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Perut kembung.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Luka pada saluran pencernaan.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Gangguan fungsi hati.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien gangguan pembentukan heme atau bagian sel darah merah yang terdiri dari zat besi (porfiria).
  • Pasien penderita gangguan pembekuan darah yang mengakibatkan perdarahan berlebih (koagulopati).
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus.
  • Pasien yang mengalami kekurangan darah dan cairan dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien penderita peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK).
  • Pasien penderita penyakit autoimun lupus eritematous sistemik (SLE).
  • Pasien penyakit mata termasuk infeksi pada mata.
  • Pasien yang mengalami kehilangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita peradangan pada rongga hidung (rhinitis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita infeksi saluran pernapasan.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang merokok.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit penyempitan pembuluh darah di daerah kaki (arteri perifer).
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG).
  • Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau penghambat pembekuan darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung dan pemuluh darah (kardiovaskular).
  • Pasien penderita luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien penderita jantung iskemik.
  • Pasien penderita asma.
  • Wanita hamil trimester ketiga.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Renadinac Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 3.631

Jual dan Beli Renadinac Tablet 50 mg dari Apotek Online Toko SehatQ


Merek:
Bentuk sediaan:
Principal/Distributor obat:
Manufacture:
Kemasan obat:

Indikasi/Manfaat Renadinac Tablet 50 mg


Dosis Renadinac Tablet 50 mg



Cara Penggunaan Renadinac Tablet 50 mg



Cara Menyimpan Renadinac Tablet 50 mg



Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Renadinac Tablet 50 mg Jika:



Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Renadinac Tablet 50 mg



Efek Samping Obat Renadinac Tablet 50 mg