SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Renabetic tablet adalah obat untuk terapi tambahan pada pasien diabetes melitus tipe 2

Renabetic Tablet 5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.000

Jumlah Produk
0

Tersedia 27 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 33.948
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Putih
Rp 30.000
Apotek Putih
Kota Jakarta Selatan6.45 km
Apotek Zea
Rp 24.260
Apotek Zea
Kota Jakarta Timur12.39 km
Apotek Aldi
Rp 43.000
Apotek Aldi
Kota Jakarta Utara13.8 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Renabetic tablet adalah obat untuk terapi tambahan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kondisi diabetes disebabkan tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin yang dibuatnya secara efektif. 

Insulin adalah hormon yang dibuat secara alami di tubuh, terutama di pankreas. Hormon ini dapat membantu mengontrol kadar gula atau glukosa dalam darah.

Renabetic tablet mengandung zat aktif glibenclamide 5 mg. Obat glibenclamide bekerja dengan meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi pankreas untuk membantu mengurangi jumlah gula dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Glibenclamide dapat menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas. Obat ini juga dapat mengurangi pengeluaran glukosa dari hati dan meningkatkan sensitivitas insulin. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glibenclamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran gastrointestinal atau pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2-4 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta. Pengikatan protein plasma sekitar 99% (ekstensif), terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati menjadi metabolit yang sangat aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (50%) dan feses (50%) sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 10 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Remabetic tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Rifampicin, barbiturat, diazoksida, klorpromazin, loop dan diuretik tiazid, estrogen, progesteron, kontrasepsi oral, kortikosteroid, dan hormon tiroid
    Obat di atas dapat mengurangi efektivitas glibenclamide dalam menurunkan gula darah.
  • Mikonazol dan flukonazol
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar gula darah hingga di bawah normal (hipoglikemia).
  • Azapropazon, kloramfenikol, siprofloksasin, kotrimoksazol, sulfonamid, tetrasiklin, antikoagulan, disopiramid, TCA, penghambat monoamin oksidas (MAO), allopurinol, sulfinpirazon, steroid testosteron, steroid inhibitor, dan ACE steroid
    Obat di atas dapat meningkatkan efektivitas glibenclamide dalam menurunkan gula darah.
  • Warfarin
    Glibenclamide dapat mengubah efek antikoagulan (mencegah penggumpalan darah) warfarin.
  • Kolesevalam
    Glibenclamide dapat mengurangi konsentrasi dan paparan plasma jika digunakan dengan kolesevalam.
  • Bosentan
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatan risiko kerusakan hati (hepatotoksisitas).
  • Beta blocker
    Meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala hipoglikemia.
  • Klofibrat
    Klofibrat dapat memberikan efek tambahan pada glibenclamide.
  • Ciclosporin
    Glibenclamide dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera beri tahu dokter jika Anda memiliki efek samping yang serius, seperti:

  • Tanda-tanda infeksi, seperti sakit tenggorokan yang terus-menerus dan demam
  • Mudah berdarah, memar, sakit perut, mata atau kulit menguning, urine berwarna gelap, kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan mendadak, perubahan mental atau mood, tangan atau kaki bengkak, dan kejang

Indikasi (manfaat)

  • Membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak bisa hanya dikontrol dengan diet saja

Glibenklamid bekerja dengan meningkatkan produksi insulin pada pankreas, sehingga mampu menurunkan kadar gula dalam darah.

Komposisi

Glibenclamide 5 mg

Dosis

  • Dosis awal: ½-1 tablet/hari. Jika dalam 7 hari tidak mengalami penurunan kadar gula darah, maka dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sebanyak 2,5 mg/minggu.
  • Dosis maksimal: 20 mg/hari. Dosis 10 mg ke atas harus dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi.
  • Pasien lanjut usia dan mengalami malnutrusi:

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan atau bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual atau muntah
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Konsumsi makanan yang seimbang dan kaya akan serat, serta minum banyak cairan.
  • Diare
    Minum banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Peningkatan berat badan
    Jika mengalami peningkatan berat, segera hubungi dokter Anda.
  • Penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal (hipoglikemia)
    Ditandai dengan adanya perasaan gemetar atau cemas, berkeringat, tampak pucat, rasa lapar, perasaan jantung berdebar-debar, dan pusing. Konsumsilah makanan yang mengandung gula, seperti biskuit atau minuman manis dan lanjutkan dengan camilan, seperti sandwich. Segera hubungi dokter Anda jika mengalami gejala tersebut.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung dan tempat lembap.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kondisi yang meningkatkan risiko pengembangan hipoglikemia.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati ringan sampai sedang.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskuler.
  • Pasien yang lemah dan kurang gizi.
  • Pasien yang telah menjalani bypass lambung dan gastrektomi lengan.
  • Pasien dengan defisiensi G6PD.
  • Pasien dengan gangguan kelenjar adrenal atau hipofisis.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien gangguan fungsi hati
  • Pasien gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal
  • Penderita yang memiliki alergi terhadap glibenklamid
  • Penderita komplikasi diabetes yang disebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (diabetes ketoasidosis)
  • Pasien diabetes melitus tipe 1
  • Diabetes melitus dengan komplikasi yang disertai gejala demam, trauma, dan luka diabetes
  • Wanita hamil
  • Pasien prekoma dan koma diabetes
  • Pasien gangguan fungsi ginjal berat
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Renabetic Tablet 5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0