SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Removchol Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Removchol Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung atorvastatin calcium trihidrate 20 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Removchol Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Atorvastatin calcium trihidrate
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (20 mg)
Produsen
Novell Pharmaceutical Laboratories

Informasi Zat Aktif

Atorvastatin termasuk dalam golongan obat yang disebut HMG-CoA reductase inhibitor, atau golongan statin. Obat ini bekerja dengan menurunkan LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan HDL atau kolesterol baik. Atorvastatin meningkatkan kemampuan tubuh membuang kolesterol LDL melalui hati.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atorvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 12-14%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 381 L. Ikatan protein plasma sebesar 98% ke atas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati. Menjalani metabolisme jalur pertama yang ekstensif di mukosa gastrointestinal dan hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 14 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Meningkatkan kolesterol baik, seperti high density lipoprotein (HDL).
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti low density lipoprotein (LDL) dan trigliserida.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
  • Sebagai tambahan diet untuk menurunkan kadar kolesterol total, LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida yang meningkat pada pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia primer).
  • Mengobati pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia), hiperlipidemia kombinasi, tingginya kadar kolesterol total antara 600-1000 mg/dl (hiperkolesterolemia familial homozigot), dan tingginya kadar kolesterol total yang mencapai 350-600 mg/dl (hiperkolesterolemia familial heterozigot).

Atorvastatin adalah obat golongan statin yang bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri. 

Penumpukan kolesterol dan lemak di sepanjang dinding arteri dapat menurunkan aliran darah dan suplai oksigen ke jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh. Menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah dengan atorvastatin telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung, angina atau nyeri dada, stroke, dan serangan jantung.

Komposisi

Atorvastatin calcium trihidrate 20 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial, dislipidemia campuran, dan hiperkolesterolemia nonfamilial:
    • Dosis awal: 10 atau 20 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai respons pada interval 2-4 minggu.
    • Dosis umum: 10-80 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari.
    • Pasien yang membutuhkan penurunan kolesterol LDL sebanyak 45% ke atas: dosis dimulai pada 40 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi:
    • Dosis awal pencegahan primer: 10 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan untuk mencapai kadar kolesterol LDL yang seharusnya.

Anak-anak berusia 10-17 tahun:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial:
    • Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai respons pada interval 4 minggu.
    • Dosis umum: 10 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mimisan
    Cobalah mengoleskan vaselin tipis-tipis pada tepi dalam hidung.
  • Munculnya gejala pilek
    Minumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter.
  • Sakit kepala
    Beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau gangguan pencernaan
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Minum obat ini setelah makan untuk membantu mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala ini, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala berlanjut beberapa hari atau bertambah parah.
  • Sembelit atau perut kembung
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit tenggorokan
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat. Minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker.
  • Insomnia
  • Sakit perut
  • Kelelahan (astenia)
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis)
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kekakuan otot
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia)
  • Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Kerusakan pada saraf perifer yang menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa,  dan nyeri yang biasanya di tangan dan kaki (neuropati perifer)
  • Kelainan otot (miopati)
  • Nyeri otot (mialgia)
  • Ketidakmampuan ereksi secara konsisten atau mempertahankan ereksi (impotensi)

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang baru mengalami stroke
  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal karena dapat menyebabkan kerusakan hati
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan lakukan pemeriksaan secara berkala
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok dan minum alkohol, serta mengonsumsi diet rendah kolestrol
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme)
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penggunaan Removchol tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengonsumsi obat cilcosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir
  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Asam fusidat sistemik
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol akan berkurang.
  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindron dan etinil estradiol
    Atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala dan mual.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan atorvastatin untuk sementara waktu jika Anda mengalami:

  • Kejang yang tidak terkontrol
  • Infeksi penyakit parah
  • Operasi atau keadaan darurat medis
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah Anda
  • Penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Removchol Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)