SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Redusec kapsul adalah obat untuk mengatasi penyakit kelebihan asam lambung seperti tukak lambung

Redusec Kapsul 20 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.314

Jumlah Produk
0

Tersedia 14 Penjual

Apotek Madinah Farma
Rp 6.400
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Charista
Rp 6.200
Apotek Charista
Kota Jakarta Barat11.18 km
Apotek Budi Jaya
Rp 6.400
Apotek Budi Jaya
Kota Jakarta Barat12.5 km
Apotek Bintang Sehat
Rp 6.200
Apotek Bintang Sehat
Kota Jakarta Barat13.54 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Redusec kapsul adalah obat untuk mengatasi penyakit kelebihan asam lambung, seperti tukak lambung dan usus yang disebabkan penggunaan obat-obatan NSAID dalam jangka waktu lama.

Obat ini juga digunakan untuk mengatasi peradangan dinding esofagus atau kerongkongan akibat naiknya cairan lambung ke esofagus (esofagitis refluks) dan tumor pada pankreas dan usus dua belas jari (sindrom Zollinger-Ellison).

Redusec kapsul mengandung zat aktif omeprazole. Omeprazole merupakan obat yang umum digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Zat aktif ini akan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung untuk meredakan gejala gangguan pencernaan yang terjadi.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Redusec Kapsul 20 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Omeprazole
Kelas Terapi
Antasida, agen antirefluks, dan antiulserasi
Klasifikasi
Penghambat Pompa Proton (PPI)
Kemasan
1 strip @ 6 kapsul (20 mg)
Produsen
Solas Langgeng

Informasi Zat Aktif

Omeprazole merupakan obat golongan penghambat pompa proton atau pompa proton inhibitor (PPI). Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, omeprazole memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat tetapi bervariasi dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 30-40%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 0,5-3,5 jam.
  • Distribusi: Sekitar 95% terikat protein.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama dikeluarkan ginjal. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 30 menit hingga 1 jam, tetapi efek obat dapat bertahan selama berhari-hari.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menurunkan asam lambung berlebih dalam tubuh
  • Mengatasi penyakit karena tumor yang menyebabkan perut memproduksi terlalu banyak asam, sehingga menimbulkan tukak lambung (sindrom Zollinger-Ellison)
  • Mengatasi kerusakan karena asam pada esofagus atau kerongkongan (esofagitis erosif), luka pada dinding lambung (tukak lambung), atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum)
  • Mengobati penyakit yang menimbulkan rasa terbakar pada dada karena asam lambung naik ke kerongkongan (gastroesophageal reflux atau GERD)
  • Mengobati infeksi lambung yang disebabkan bakteri Helicobacter pylori

Omeprazole akan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung dengan cara memblokir pompa proton.

Pompa proton, yang juga disebut pompa hidrogen-kalium, terletak di sepanjang lapisan dalam perut. Pompa ini bertanggung jawab untuk melepaskan asam ke dalam perut.

Memblokir aktivitas pompa proton dalam melepaskan asam akan menurunkan jumlah asam di dalam perut.

Omeprazole membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memblokir produksi asam lambung. Sementara, efek maksimalnya terjadi sekitar dua jam setelah mengonsumsi obat.

Komposisi

Omeprazole 20 mg

Dosis

Tukak duodenum: 20 mg/hari selama 2-4 minggu

  • Pasien dengan respons buruk: 40 mg/hari selama 4 minggu
  • Pencegahan: 10-20 mg/hari

Tukak lambung: 20 mg/hari selama 4-8 minggu

  • Pencegahan kekambuhan: 20-40 mg/hari

Tukak lambung, tukak duodenum, dan lesi gastroduodenal akibat penggunaan obat NSAID: 20 mg/hari

Esofagitis refluks: 20 mg/hari selama 4-8 minggu

  • Kasus berat: 40 mg/hari selama 8 minggu
  • Terapi jangka panjang: 10-20 mg/hari

Sindrom Zollinger-Ellison: awal 60 mg/hari

  • Dosis akut: 20-120 mg/hari. Untuk dosis lebih dari 80 mg/hari diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Aturan pakai

Diberikan segera sebelum makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Sakit perut, seperti merasa mual, kembung, dan muntah
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat atau botol berisi air panas.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Konstipasi (sembelit)
    Konsumsi makanan sehat dan minum beberapa gelas air setiap hari. Pilihlah makanan yang mengandung serat, seperti sayuran, buah segar, serta sereal.
  • Ruam, peradangan pada kulit (dermatitis), dan gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Pasien yang mengalami patah tulang karena pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Pusing hingga membuat penderitanya merasa seperti berputar (vertigo)
  • Penurunan kadar magnesium dalam tubuh (hipomagnesia)
  • Kekurangan vitamin B12 jika digunakan jangka panjang
  • Kesemutan (paresthesia)
  • Infeksi saluran cerna
  • Nyeri punggung
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia)
  • Batuk
  • Kelelahan

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C. Terlindung dari cahaya dan kelembaban.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi omeprazole dalam jangka waktu lama
  • Pasien yang memiliki risiko kekurangan beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin B12 dan magnesium
  • Pasien dengan risiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Pasien penderita gangguan organ hati dan ginjal
  • Pasien yang mengalami penyakit autoimun, seperti lupus
  • Pasien lanjut usia
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Redusce kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap omeprazole
  • Pasien yang mengonsumsi bersama rilpivirine, nelfinavir, dan atazanavir

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketoconazole
    Pada penggunaan bersama, omeprazole dapat menghambat penyerapan dari ketoconazole, sehingga efektivitas ketoconazole dalam mengatasi infeksi jamur akan menurun.
  • Citalopram
    Pada penggunaan bersama, omeprazole dapat meningkatkan kadar citalopram di tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan pada irama jantung.
  • Digoxin
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan kadar digoxin dalam tubuh dan menyebabkan risiko gangguan irama jantung.
  • Erlotinib
    Pada penggunaan bersama, omeprazole dapat mengganggu penyerapan dari erlotinib, sehingga efektivitas erlotinib dalam terapi kanker akan berkurang.
  • Saquinavir
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat sangat meningkatkan kadar saquinavir dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Phenytoin
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan kadar phenytoin, sehingga dapat menyebabkan mual dan muntah
  • Warfarin
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan kadar warfarin, sehingga dapat menyebabkan memar dan perdarahan.
  • Tacrolimus
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan kadar tacrolimus dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi dan gatal.
  • Diazepam
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan kadar dan efektivitas diazepam dalam mengatasi kejang, sehingga gangguan kecemasan akan meningkat.
  • Cilostazol
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan kadar dan efektivitas cilostazol, sehingga dapat memicu timbulnya efek samping, seperti pusing dan memar.
  • Methotrexate
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat meningkatkan efek methotrexate dalam mengatasi radang sendi.
  • Garam besi
    Pada penggunaan bersama, omeprazol dapat mencegah tubuh Anda menyerap sepenuhnya obat-obatan yang mengandung zat besi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda masalah hati, seperti kulit kuning, urine berwarna gelap, dan kelelahan
  • Nyeri sendi bersamaan dengan ruam kulit merah, terutama di bagian tubuh yang terkena sinar matahari, seperti lengan, pipi dan hidung. Hal ini bisa menjadi tanda kondisi langka yang disebut lupus eritematosus kulit subakut, yaitu peradangan pada beberapa bagian tubuh seperti kulit dan sendi. Peradangan ini dapat terjadi jika telah menggunakan omeprazole dalam waktu yang lama.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/omeprazole?mtype=generic
Diakses pada 15 Juni 2021

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325840#how-it-works
Diakses pada 15 Juni 2021

Drugs. https://www.drugs.com/omeprazole.html
Diakses pada 15 Juni 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3766-2250/omeprazole-oral/omeprazole-delayed-release-tablet-oral/details
Diakses pada 15 Juni 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_omeprazole_prilosec/drugs-condition.htm
Diakses pada 9 Juni 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/omeprazole/
Diakses pada 9 Juni 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/omeprazole-oral-capsule
Diakses pada 15 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Redusec Kapsul 20 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)

Total

Rp 0