Rechol tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan lemak yang tinggi

Rechol Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 79.500

Jumlah Produk
1

Tersedia 8 Penjual

Apotek Nasifa Farma
Rp 79.500
Apotek Nasifa Farma
Kota Batam866.98 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 79.800
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
Apotek Golden Sehat
Rp 79.800
Apotek Golden Sehat
Kota Bekasi21.74 km
Apotek Sambuja 2
Rp 84.000
Apotek Sambuja 2
Kota Bogor31.29 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Rechol kaplet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan lemak yang tinggi di dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Rechol kaplet mengandung simvastatin sebagai zat aktifnya. Simvastatin adalah obat golongan statin yang bekerja dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat hati. Menurunkan kolesterol jahat dan lemak akan mengurangi risiko penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.

Penggunaan simvastatin harus diiringi dengan mengonsumsi makanan yang tepat, seperti diet rendah kolesterol atau rendah lemak, serta mengubah gaya hidup, misalnya berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok. Hal ini dapat membantu obat bekerja lebih baik.

Informasi zat aktif :

Simvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh. Hal ini akan menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, simvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan, sekitar 85%. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 5% ke bawah. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma selama 1,3-2,4 jam.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma sekitar 95%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses sebanyak 60% dan urine sebanyak 13%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 1,9 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Rechol tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Itraconazole, ketoconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erythromycin, telithromycin, nefazodone, nelfilvir, bocistrevirporin, produk yang mengandung gemistlosporin, danazol dan asam fusidat, amiodaron, amlodipin, verapamil, diltiazem, lomitapide, daptomycin, dan colchicine
    Simvastatin dapat meningkatkan risiko gangguan otot, seperti kelainan otot (miopati) dan kerusakan atau kematian otot rangka (rhabdomyolysis) bila digunakan bersama obat di atas.
  • Kumarin
    Simvastatin dapat meningkatkan waktu pembekuan darah atau waktu protrombin bila digunakan dengan kumarin.
  • Elbasvir dan grazoprevir
    Simvastatin dapat meningkatkan konsentrasi atau kadar obat di atas.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri otot, nyeri tekan, kelemahan atau kram karena bisa menjadi tanda kerusakan otot dan ginjal
  • Kulit atau bagian putih mata menguning, feses pucat, dan urine berwarna gelap karena bisa menjadi tanda masalah hati
  • Ruam kulit dengan bercak merah muda-merah, terutama di telapak tangan atau telapak kaki
  • Sakit perut parah karena bisa menjadi tanda masalah pankreas
  • Batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan karena bisa menjadi tanda penyakit paru-paru

Indikasi (manfaat) Obat

Kegunaan obat Simvastatin, antara lain:

  • Membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung
  • Membantu mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung
  • Membantu menurunkan kolesterol jahat dan lemak (LDL atau Low-Density Lipoprotein dan trigliserida) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL atau High Density Lipoprotein) dalam darah

Simvastatin termasuk dalam golongan obat HMG-CoA reductase inhibitors, atau disebut juga statin. Obat ini digunakan untuk mengurangi jumlah kolesterol jahat dan trigliserida yang terdapat di seluruh tubuh. Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung.

Komposisi Obat

Simvastatin 10 mg

Dosis Obat

  • Dosis awal yang dianjurkan: 5-10 mg/hari sebagai dosis tunggal pada malam hari
  • Dosis awal untuk pasien dengan kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterolemia) ringan sampai sedang: 5 mg/hari

Dosis dapat disesuaikan dengan selang waktu kurang dari 4 minggu sampai maksimum 40 mg/hari sebagai dosis tunggal malam hari. Lakukan pengukuran kadar lipid dengan selang waktu kurang dari 4 minggu. Dosis disesuaikan respons penderita.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut
    Ketika Anda merasa sakit perut, cobalah beristirahat dan rileks. Makanah dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat. Jika sakit perut memburuk, bicarakan dengan dokter atau apoteker.
  • Diare
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah
    Muntah dapat menyebabkan dehidrasi Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala
    Ketika sakit kepala, beristirahat dan minumlah banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi simvastatin. Jika sakit kepala terjadi selama lebih dari seminggu atau memburuk, konsultasikan dengan dokter.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).]
    Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah minum banyak air dan konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran dan buah segar.
  • Pria yang mengalami pembesaran pada kelenjar payudara (ginekomastia)
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor)
  • Pasien yang mengalami sakit kepala dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo)
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia)
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah
  • Nyeri sendi
  • Kesemutan (parestesia)
  • Gangguan pada otot, seperti nyeri otot
  • Nyeri sendi (athralgia)
  • Ruam pada kulit

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat gangguan otot pribadi atau keluarga
  • Pasien dengan riwayat toksisitas otot dengan statin atau fibrat
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus)
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati
  • Penggunaan dosis 80 mg harus dibatasi untuk pasien yang telah menggunakan simvastatin 80 mg selama 12 bulan atau lebih
  • Pasien dengan faktor risiko mengalami gangguan otot, seperti miopati atau rhabdomyolysis
  • Pasien dengan kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme) yang tidak terkontrol
  • Anak-anak dan orang tua
  • Hentikan sementara simvastatin sebelum operasi besar

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penggunaan bersama ketoconazole, itraconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erithronycin, telithromycin, produk yang mengandung cobicistat, asam fusidat, nefazodon, ciclosporin, danazol, dan gemfibil
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien penderita gangguan otot (miopati sekunder) akibat agen penurun lipid lainnya
  • Pasien penyakit hati aktif tanpa diketahui penyebab jelas
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Rechol Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 79.500