SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Rantin tablet adalah obat untuk terapi pengobatan tukak lambung, duodenum, dan hiperasiditas

Rantin Tablet 150 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 49.000

Jumlah Produk
0

Tersedia 25 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 651.180
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Ade
Rp 641.250
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.31 km
Apotek Zea
Rp 640.330
Apotek Zea
Kota Jakarta Timur12.39 km
Apotek Aldi
Rp 664.000
Apotek Aldi
Kota Jakarta Utara13.8 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Rantin tablet adalah obat untuk terapi pengobatan luka pada dinding lambung (tukak lambung), luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum), dan sekresi berlebihan dari asam lambung (hiperasiditas). Obat Rantin ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rantin 150 mg mengandung zat aktif ranitidine HCl.
Obat maag ranitidine termasuk dalam kelompok obat yang disebut penghambat histamin-2. Ranitidine bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung Anda.
Ranitidine adalah obat untuk mengobati penyakit gastroesophageal reflux (GERD), suatu kondisi di mana aliran asam dari perut ke belakang menyebabkan mulas dan cedera pada kerongkongan, dan kondisi di mana perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison. Ranitidine digunakan untuk mencegah dan mengobati gejala sakit maag yang berhubungan dengan gangguan pencernaan asam dan asam lambung.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

Obat Rantin dapat mengatasi peningkatan asam lambung seperti pada kondisi:

  • Sensasi rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan karena peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan.
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison).
  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus (esofagitis refluks).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Ranitidin HCl adalah obat yang mampu menghalangi produksi asam oleh sel penghasil asam di lambung. Obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat H2 (histamin-2). Histamin adalah bahan kimia alami yang merangsang sel-sel di perut untuk menghasilkan asam. H2-blocker menghambat aksi histamin pada sel, sehingga mengurangi produksi asam oleh lambung. Karena asam lambung yang berlebihan dapat merusak esofagus, lambung, dan duodenum serta menyebabkan peradangan dan ulserasi, mengurangi asam lambung mencegah dan menyembuhkan peradangan dan tukak yang disebabkan oleh asam.

Komposisi

Ranitidine HCl 150 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Tukak duodenum: 150 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu.
    • Terapi pemeliharaan: 150 mg/hari.
  • Tukak lambung: 150 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 2 minggu.
    • Terapi pemeliharaan: 150 mg/hari.
  • Keadaan hipersekresi patologis (Zollinger Ellison, mastositosis sistemik): 150 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Refluks gastroesofagitis: 150 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Esofagitis erosif: 150 mg sebanyak 4 kali/hari.
    • Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif: 150 mg, sebanyak 2 kali/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Sakit perut.
    Cobalah untuk istirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit dan lebih sering. Kompres perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sumsum tulang gagal membentuk granulosit, yaitu jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi (granulositopenia).
  • Rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Ruam kulit.
  • Lemas.
  • Berkurangnya jumah trombosit (trombositopenia).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang cenderung memiliki gangguan irama jantung.
  • Penderita penyakit paru kronik.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami gangguan kekebalan atau sakit parah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan riwayat kelainan proses pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria akut). Heme merupakan salah satu bagian hemoglobin, yaitu komponen utama sel darah merah.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Rantin Tablet 150 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0