Rantin tablet adalah obat untuk terapi pengobatan tukak lambung, duodenum, dan hiperasiditas

Rantin Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 43.036

Jumlah Produk
1

Tersedia 57 Penjual

Apotek Sahabat
Rp 43.036
Apotek Sahabat
Kota Bekasi25.39 km
Apotek Apollo Bandung
Rp 46.038
Apotek Apollo Bandung
Kota Bandung119.73 km
Apotek Subur Jaya
Rp 47.370
Apotek Subur Jaya
Jakarta Utara8.91 km
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Rp 47.539
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Kota Jakarta Pusat1.54 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Rantin tablet adalah obat untuk terapi pengobatan luka pada dinding lambung (tukak lambung), luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum), dan sekresi berlebihan dari asam lambung (hiperasiditas). Obat Rantin merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Rantin 150 mg mengandung zat aktif ranitidine HCl. Ranitidine adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati gejala sakit maag yang berhubungan dengan gangguan pencernaan asam dan asam lambung.

Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi penyakit gastroesophageal reflux (GERD), yaitu naiknya asam dari perut ke kerongkongan yang menyebabkan mulas dan iritasi pada kerongkongan, serta kondisi ketika perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison.

Informasi zat aktif :

Obat maag ranitidine merupakan antasida atau obat penetral asam lambung. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ranitidine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: 50% dari dosis yang diberikan diserap dari saluran pencernaan. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak selama 2-3 jam. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50%.
  • Distribusi: Minimal menembus sawar darah-otak, melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,4 L/kg. Ikatan protein plasma sekitar 15%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sebanyak 30% dan feses . Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 2,5-3 jam .

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Prokainamid dan N-asetilprokainamid
    Ranitidine dalam dosis tinggi dapat mengurangi ekskresi dan meningkatkan konsentrasi plasma prokainamid dan N-asetilprokainamid, sehingga dapat meningkatkan efek samping prokainamid dan N-asetilprokainamid, seperti nyeri dada dan detak jantung lambat atau cepat.
  • Sukralfat
    Sukralfat dapat menurunkan penyerapan dan efektivitas ranitidine.
  • Triazolam, glipizide, midazolam, atazanavir, gefitnib, ketoconazole, dan delaviridin
    Ranitidine mengubah penyerapan obat yang bergantung pada pH yang dapat meningkatkan penyerapan triazolam, glipizid, dan midazolam, serta menurunkan penyerapan atazanavir, gefitnib, ketoconazole, dan delaviridin.
  • Warfarin
    Ranitidine dapat mengubah waktu pembekuan darah (waktu protrombin) dan meningkatkan kadar obat, sehingga meningkatkan risiko efek samping tiap obat.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Berhenti menggunakan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut dan kehilangan nafsu makan
  • Urine gelap dan kulit atau mata menguning
  • Demam, menggigil, batuk berlendir, nyeri dada, dan sesak napas
  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Mudah memar atau berdarah
  • Masalah dengan kulit atau rambut

Indikasi (manfaat) Obat

Obat Rantin dapat mengatasi peningkatan asam lambung, seperti pada kondisi:

  • Sensasi terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi kerongkongan (GERD)
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus yang menyebabkan peningkatan asam lambung (sindrom Zollinger-Ellison)
  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus (esofagitis refluks)
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum)
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung)

Ranitidin HCl adalah obat yang mampu menghalangi produksi asam oleh sel penghasil asam di lambung. Obat ini termasuk dalam kelas obat penghambat H2 (histamin-2). Histamin adalah bahan kimia alami yang merangsang sel-sel di perut untuk menghasilkan asam.

Obat penghambat H2 akan menghambat aksi histamin pada sel, sehingga mengurangi produksi asam oleh lambung. Asam lambung berlebihan dapat merusak esofagus, lambung, dan duodenum serta menyebabkan peradangan dan ulserasi.

Itu sebabnya, mengurangi asam lambung dapat mencegah dan menyembuhkan peradangan dan tukak yang disebabkannya.

Komposisi Obat

Ranitidine HCl 150 mg

Dosis Obat

Dewasa:

  • Tukak duodenum: 150 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu
  • Tukak lambung: 150 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 2 minggu
  • Keadaan hipersekresi patologis (Zollinger Ellison, mastositosis sistemik): 150 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Refluks gastroesofagitis: 150 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Esofagitis erosif: 150 mg sebanyak 4 kali/hari

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Sakit perut
    Cobalah untuk istirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit dan lebih sering. Kompres perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk
  • Sumsum tulang gagal membentuk granulosit, yaitu jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi (granulositopenia)
  • Rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Ruam kulit
  • Lemas
  • Berkurangnya jumah trombosit (trombositopenia)

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang cenderung memiliki gangguan irama jantung
  • Penderita penyakit paru kronik
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Pasien yang mengalami gangguan kekebalan atau sakit parah
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes)

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien dengan riwayat kelainan proses pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria akut). Heme merupakan salah satu bagian hemoglobin, yaitu komponen utama sel darah merah.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Rantin Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 43.036