SehatQ
SehatQ Profile
Ranivel sirup adalah obat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan naiknya asam lambung

Ranivel Sirup 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 59.400

Jumlah Produk
1

Tersedia 99 Penjual

Apotek Sari Suci
Rp 78.625
Apotek Sari Suci
Kota Jakarta Pusat3.29 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 81.200
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 59.400
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 71.000
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Ranivel sirup adalah obat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan naiknya asam lambung, seperti tukak duodenum atau luka pada dinding usus 12 jari, tukak atau luka lambung, dan penyakit saluran cerna kronis.

Selain itu, obat ini juga digunakan mengobati penyakit gastroesophageal reflux (GERD), yaitu kondisi ketika asam naik kembali dari lambung ke kerongkongan dan menyebabkan nyeri atau panas di dada.

Ranivel sirup mengandung ranitidine sebagai zat aktifnya. Ranitidine akan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung untuk mengatasi berbagai gangguan pada saluran pencernaan.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Ranivel Sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ranitidine
Kelas Terapi
Antasida, antirefluks, dan antiulserasi
Klasifikasi
Antagonis reseptor histamin H2
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Novell Pharmaceutical Laboratories

Informasi Zat Aktif

Ranitidine merupakan antasida atau obat penetral asam lambung. Obat ini termasuk dalam golongan antagonis reseptor histamin H2.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ranitidine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: 50% dari dosis yang diberikan diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50%.
  • Distribusi: Menembus sawar darah-otak, melintasi plasenta, dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,4 L/kg. Ikatan protein plasma sekitar 15%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2,5-3 jam.

Indikasi (manfaat)

Ranitidine digunakan untuk mengobati beberapa kondisi akibat tingginya produksi asam lambung, seperti:

  • Luka atau tukak lambung dan usus 12 jari
  • Peradangan pada tenggorokan (esofagitis erosif)
  • Sensasi terbakar pada area dada dan kerongkongan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan (GERD)
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus yang menyebabkan peningkatan asam lambung (sindrom Zollinger-Ellison)

Ranitidin HCl mampu menghambat aksi histamin pada reseptor H2 dari sel parietal lambung. Histamin adalah bahan kimia alami yang merangsang sel-sel di perut untuk menghasilkan asam.

Menghambat aksi histamin akan mengurangi produksi asam berlebihan oleh lambung.

Komposisi

Tiap 5 ml: ranitidine 75 mg

Dosis

Dewasa:

  • Tukak duodenum: 150 mg sebanyak 2 kali/hari, selama 4-8 minggu
    • Terapi pemeliharaan: 150 mg/hari
  • Tukak lambung: 150 mg sebanyak 2 kali/hari, selama 2 minggu
    • Terapi pemeliharaan: 150 mg/hari
  • Pengeluaran zat berlebihan yang menyebabkan suatu penyakit (hipersekresi patologis), seperti Zollinger Ellison dan penumpukan salah satu jenis sel darah putih (mastositosis sistemik)): 150 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Refluks gastroesofagitis: 150 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Esofagitis erosif: 150 mg sebanyak 4 kali/hari
    • Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif: 150 mg, sebanyak 2 kali/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak.
  • Konstipasi (sembelit)
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual dan muntah
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut
  • Pusing

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C. Lindungi dari cahaya matahari langsung dan jauhkan dari tempat lembap.

Perhatian Khusus

  • Obat harus digunakan dengan resep dokter
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Gangguan fungsi ginjal dan hati
  • Pasien yang cenderung memiliki gangguan irama jantung (aritmia)
  • Penderita penyakit paru kronis
  • Pasien yang mengalami gangguan kekebalan atau sakit parah
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes)

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien dengan riwayat porfiria akut, yaitu kelainan akibat proses pembentukan heme (protein dalam sel darah merah atau hemoglobin) yang tidak sempurna

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Prokainamid dan N-asetilprokainamid
    Ranitidine dalam dosis tinggi dapat mengurangi pembuangan dan meningkatkan konsentrasi plasma prokainamid dan N-asetilprokainamid, sehingga dapat meningkatkan efek samping obat tersebut, seperti nyeri dada dan detak jantung lambat atau cepat.
  • Sucralfate
    Sucralfate dapat menurunkan penyerapan dan efektivitas ranitidine.
  • Triazolam, glipizide, midazolam, atazanavir, gefitnib, ketoconazole, dan delaviridin
    Ranitidine dapat mengubah penyerapan obat yang bergantung pada pH. Itu sebabnya, ranitidine dapat meningkatkan penyerapan triazolam, glipizid, dan midazolam, serta menurunkan penyerapan atazanavir, gefitnib, ketoconazole, dan delaviridin.
  • Warfarin
    Ranitidine dapat mengubah waktu pembekuan darah (waktu protrombin) dan meningkatkan kadar obat yang turut meningkatkan risiko efek samping obat tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan ranitidine dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit atau mata menguning
  • Demam, menggigil, batuk berlendir, nyeri dada, atau sesak napas
  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Mudah memar atau berdarah
  • Masalah dengan kulit atau rambut
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Ranivel Sirup 60 ml

Total

Rp 78.625