SehatQ
SehatQ Profile
Ramipril Kaplet adalah obat untuk mencegah serangan jantung, stroke, dan gangguan pada ginjal

Ramipril Kaplet 5 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.350

Jumlah Produk
1

Tersedia 89 Penjual

Apotek Kota Bambu
Rp 8.300
Apotek Kota Bambu
Kota Jakarta Barat2.96 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 8.700
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 7.700
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Mitra Bahari
Rp 7.800
Apotek Mitra Bahari
Kota Jakarta Utara5.92 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Ramipril Kaplet 5 mg (1 Strip @ 10 Kaplet) adalah obat untuk
mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, dan gangguan pada ginjal
mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi)
mengatasi gagal jantung

ramipril adalah obat yang dapat menghambat perubahan angiotensin i, yaitu hormon yang mengatur tekanan darah, menjadi angiotensin ii, yaitu hormon yang dapat menyempitkan pembuluh darah. penghambatan inilah yang membuat pembuluh darah melebar dan menurunkan tekanan darah.

Informasi zat aktif :

Ramipril adalah obat golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini bekerja dengan merelaksasikan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan jantung dapat memompa darah lebih efisien.

Selain mengatasi tekanan darah tinggi, obat ini juga juga digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat) dan 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Ramipril hampir sepenuhnya dimetabolisme menjadi ramiprilat.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 13-17 jam (ramiprilat).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Aliskiren
    Penggunaan ramipril dengan aliskiren dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi), dan memicu kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) pada pasien penderita diabetes atau gangguan ginjal.
  • Obat peluruh air seni (diuretik) atau obat antihipertensi lain
    Penggunaan ramipril dan obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Obat NSAID, misalnya asam mefenamat dan ibuprofen
    Penggunaan ramipril bersama obat golongan NSAID dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal.
  • Lithium
    Ramipril dapat meningkatkan kadar lithium dalam tubuh dan menyebabkan keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, serta gejala pilek atau flu
  • Kalium tinggi yang ditandai dengan mual, lemas, perasaan geli, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dan kehilangan gerak
  • Kulit atau mata menguning)
  • Sedikit atau tidak bisa  buang air kecil

Ramipril Kaplet 5 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ramipril
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet (5 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Ramipril adalah obat golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini bekerja dengan merelaksasikan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan jantung dapat memompa darah lebih efisien.

Selain mengatasi tekanan darah tinggi, obat ini juga juga digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat) dan 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Ramipril hampir sepenuhnya dimetabolisme menjadi ramiprilat.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 13-17 jam (ramiprilat).

Indikasi (manfaat)

  • Mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, dan gangguan pada ginjal
  • Mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengatasi gagal jantung

Ramipril adalah obat yang dapat menghambat perubahan angiotensin I, yaitu hormon yang mengatur tekanan darah, menjadi angiotensin II, yaitu hormon yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Penghambatan inilah yang membuat pembuluh darah melebar dan menurunkan tekanan darah.

Komposisi

Ramipril 5 mg.

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

Hipertensi:

  • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Sebaiknya dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur.
  • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg/hari sekali sehari, dapat dikonsumsi hingga 10 mg/hari jika diperlukan.

Setelah serangan jantung:

  • Dosis awal: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 2 hari hingga 5 mg sebanyak 2 kali/hari. Pengobatan dimulai pada hari ke 3-10 setelah terjadi infark jantung.
  • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg sebanyak 2 kali/hari.

Mencegah timbulnya serangan jantung pada pasien yang berisiko tinggi:

  • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sekali sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi.
  • Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari setelah 3 minggu berikutnya.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Beristirahat dan minumlah banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Pusing
    Jika ramipril membuat Anda merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Batuk kering yang mengiritasi
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak meredakan batuk yang disebabkan ramipril. Terkadang, batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Konsultasikan dengan dokter jika batuk berlanjut dan mengganggu tidur Anda. Jika Anda berhenti mengonsumsi ramipril, batuk mungkin baru akan sembuh dalam beberapa hari hingga satu bulan.
  • Gatal atau ruam ringan pada kulit
    Minumlah antihistamin atau obat antialergi yang dapat Anda beli di apotek. Tanyakan kepada apoteker mengenai jenis obat antialergi yang cocok untuk Anda.
  • Penglihatan kabur
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin saat ini terjadi. Jika berlangsung selama lebih dari satu hari, bicarakan dengan dokter karena perawatan Anda mungkin perlu diubah.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati
  • Pasien penderita katup aorta atau mitral yang tidak dapat tertutup sempurna (stenosis katup aorta atau mitral)
  • Pasien dengan penyempiran pembuluh darah arteri menuju ginjal
  • Pasien yang berisiko mengalami penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi)
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah

Kategori Kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus) atau penderita gangguan ginjal yang mengonsumsi aliskiren
  • Pasien dengan riwayat pembengkakan pada mukosa atau jaringan di bawah kulit (angioedema)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aliskiren
    Penggunaan ramipril dengan aliskiren dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi), dan memicu kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) pada pasien penderita diabetes atau gangguan ginjal.
  • Obat peluruh air seni (diuretik) atau obat antihipertensi lain
    Penggunaan ramipril dan obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Obat NSAID, misalnya asam mefenamat dan ibuprofen
    Penggunaan ramipril bersama obat golongan NSAID dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal.
  • Lithium
    Ramipril dapat meningkatkan kadar lithium dalam tubuh dan menyebabkan keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, serta gejala pilek atau flu
  • Kalium tinggi yang ditandai dengan mual, lemas, perasaan geli, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dan kehilangan gerak
  • Kulit atau mata menguning)
  • Sedikit atau tidak bisa  buang air kecil
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Ramipril Kaplet 5 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 8.300