Radin Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 9.125

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Radin Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung ranitidine hcl 150 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Radin Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ranitidine HCl
Kelas Terapi
Antasida, antirefluks, dan antiulserasi
Klasifikasi Obat
Antagonis reseptor histamin H2
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet
Produsen
Dexa Medica

Informasi Zat Aktif

Ranitidine termasuk dalam golongan obat H2 blocker. Ranitidine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tukak pada lambung dan usus akibat peningkatan asam lambung. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam lambung, dan meredakan nyeri perut, sensasi terbakar padalambung dan sulit menelan.

Indikasi (manfaat) Obat

Ranitidine adalah obat untuk mengatasi berbagai kondisi karena peningkatan asam lambung, seperti:

  • Luka pada dinding usus 12 jari atau tukak duodenum
  • Luka pada dinding lambung atau tukak lambung
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison)
  • Rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan, sehingga menyebabkan iritasi
  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan refluks cairan lambung atau duodenum esofagus (esofagitis refluks)

Ranitidin mampu menghambat aksi histamin, yaitu bahan kimia alami yang merangsang sel-sel di perut untuk menghasilkan asam. Penghambatan aktivitas histamin pada sel dapat mengurangi produksi asam di perut, sehingga tidak merusak lambung dan usus dua belas jari serta menyebabkan peradangan.

Komposisi Obat

Ranitidine HCl 150 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Tukak usus dua belas jari (duodenum) aktif: 150 mg sebanyak 2 kali/hari atau 300 mg/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu
    • Terapi pemeliharaan: 150 mg/hari pada malam hari
  • Tukak lambung aktif: 150 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 2 minggu
    • Terapi pemeliharaan: 150 mg/hari pada malam hari
  • Keadaan hipersekresi patologis (Zollinger Ellison dan mastositosis sistemik): 150 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Refluks gastroesofagitis: 150 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Esofagitis erosif: 150 mg sebanyak 4 kali/hari
    • Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif: 150 mg sebanyak 2 kali/hari

Aturan pakai obat

Dikonsumsi pada pagi dan malam hari, sesudah makan malam atau sebelum tidur.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit perut
    Cobalah untuk istirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit dan lebih sering. Kompres perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Berkurangnya jumah trombosit (trombositopenia)
  • Sumsum tulang gagal membentuk granulosit, yaitu jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi (granulositopenia)
  • Rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Ruam kulit
  • Lemas

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes)
  • Pasien yang cenderung memiliki gangguan irama jantung
  • Penderita penyakit paru kronis
  • Hati-hati penggunaan obat untuk ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Pasien yang mengalami gangguan kekebalan atau sakit parah

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ranitidine
  • Pasien dengan riwayat kelainan proses pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria akut). Heme merupakan salah satu bagian hemoglobin, yaitu komponen utama sel darah merah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Triazolam, glipizide, midazolam, atazanavir, gefitnib, ketoconazole, dan delaviridin
    Ranitidine mengubah penyerapan obat yang bergantung pada pH yang dapat meningkatkan penyerapan triazolam, glipizid, dan midazolam, serta menurunkan penyerapan atazanavir, gefitnib, ketoconazole, dan delaviridin.
  • Warfarin
    Ranitidine dapat mengubah waktu pembekuan darah (waktu protrombin) dan meningkatkan kadar obat, sehingga meningkatkan efek samping tiap obat.
  • Sukralfat
    Sukralfat dapat menurunkan penyerapan dan efektivitas ranitidine.
  • Prokainamid dan N-asetilprokainamid
    Ranitidine dalam dosis tinggi dapat mengurangi pengeluaran dan meningkatkan konsentrasi plasma prokainamid dan N-asetilprokainamid, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping obat tersebut, seperti nyeri dada dan detak jantung lambat atau cepat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Radin Tablet 150 mg (1 Strip @ 10 Tablet)