SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Pyridol drops berguna untuk meredakan demam sekaligus mengurangi nyeri di tubuh pada bayi dan balita

Pyridol Drops 25 ml


Stok HabisCari produk lain dikategoriDemamataulihat selengkapnya dari Pyridol

Deskripsi

Pyridol drop adalah obat berbentuk tetes yang berfungsi untuk menurunkan panas tubuh karena demam dan mengurangi nyeri tubuh pada balita. 

Demam merupakan respons alami tubuh terhadap peradangan atau infeksi yang terjadi. Selain menyebabkan peningkatan suhu tubuh, demam juga seringkali disertai nyeri sendi atau nyeri otot.

Tidak hanya itu, demam akan mengurangi energi tubuh si kecil dan menurunkan daya tahan tubuhnya. Oleh karena itu, segera berikan Pyridol drops yang mengandung zat aktif paracetamol.

Paracetamol seringkali digunakan sebagai pertolongan pertama jika mengalami demam, sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri sendi. Bahkan, obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi peradangan ringan, seperti bengkak.

Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak membutuhkan resep dokter.

Tersedia juga varian lain Pyridol, yaitu:

Beli obat online di Toko SehatQ, pasti asli dan aman digunakan!

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Pyridol Drops 25 ml
Golongan Obat
Obat Bebas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Paracetamol
Kelas Terapi
Analgesik dan antipiretik
Klasifikasi
Analgesik non-opioid
Kemasan

1 box isi 1 botol @ 25 ml

Produsen
Pyridam Farma

Informasi Zat Aktif

Paracetamol termasuk dalam golongan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun suhu tubuh (antipiretik). Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 10-60 menit setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil dan didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Mengurangi nyeri sendi dan nyeri otot yang timbul akibat demam
  • Menurunkan demam pada balita
  • Menguarangi nyeri haid (dismenore), sakit kepala, sakit gigi, dan sakit sehabis pembedahan gigi

Paracetamol bekerja langsung di pusat saraf otak untuk mengatur suhu tubuh (hipotalamus). Paracetamol akan menghambat respons hipotalamus terhadap sinyal infeksi atau peradangan, sehingga demam akan segera menurun.

Selain itu, paracetamol juga bekerja dengan meningkatkan ambang rasa sakit, sehingga walaupun faktor penyebab rasa nyeri masih ada (zat prostaglandin), tetapi rasa nyeri tersebut akan berangsur sembuh.

Komposisi

Tiap 0,6 ml mengandung: paracetamol 60 mg

Dosis

Anak-anak:

  • Di bawah 1 tahun: 60 mg (alat tetes 0,6 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • 1-2 tahun: 60-120 mg (alat tetes 0,6 ml-1,2 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

  • Dikocok terlebih dahulu.
  • Dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Muntah
    Berikan ASI pada bayi atau air putih untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Tubuh terasa lelah
    Kemungkinan bayi atau anak akan merasa ngantuk setelah mengonsumsi obat ini, sehingga tubuhnya terasa lelah. Segera bantu si kecil untuk tidur agar keadaan tubuhnya semakin membaik.
  • Reaksi alergi
    Timbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.
  • Pusing
    Jika bayi dan anak merasa pusing, segera bantu si kecil untuk tidur diruangan yang tenang agar efek samping ini berangsur pulih.
  • Kulit dan mata berwarna kuning
  • Merasa mual dan timbul rasa tidak nyaman di perut
  • Sulit buang air kecil (retensi urine)
  • Sakit tenggorokan
  • Jantung berdebar dengan kencang
  • Urine bewarna keruh
  • Nyeri di bagian punggung bawah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri di ulu hati

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat yang kering pada suhu antara 15-30°C dan terhindar dari sinar matahari.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan denyut jantung tidak teratur
  • Pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang ringan
  • Pasien yang mengalami pembesaran prostat jinak
  • Pasien yang mengalami gangguan di saraf mata (glaukoma)

Pemakaian dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan hati.

Jika nyeri atau demam tidak kunjung reda dalam dua hari, segera hubungi dokter. Hentikan pemakaian satu minggu sebelum operasi karena akan menghambat proses pembekuan darah.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien yang menderita penyakit kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang mengalami tekanan darah tinggi akut (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki penyakit ginjal.
  • Pasien yang mengalami gangguan paru-paru dan hati yang berat.
  • Pasien yang alergi berat terhadap paracetamol.
  • Pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung (infark miokard).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko keracunan.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Carbamazepine, fenobarbital, dan fenitoin
    Obat tersebut merupakan obat untuk pasien kejang (epilepsi). Jika digunakan bersama paracetamol dapat mengurangi efektivitas masing-masing obat (efek antagonis) serta meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Phenothiazine
    Obat ini biasa digunakan pada pasien dengan ganggguan mental. Apabila diberikan bersama paracetamol akan menyebabkan tubuh tidak mampu mengatasi suhu dingin (hipotermia berat).
  • Cholestyramine
    Obat ini dikhususkan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Apabila Anda mengonsumsi paracetamol kemudian satu jam setelahnya mengonsumsi cholestyramine, penyerapan paracetamol akan terganggu.
  • Warfarin dan kumarin
    Pemberian dua jenis obat tersebut dengan paracetamol dapat meningkatkan efek antikoagulan atau menghambat pembekuan darah dan menyebabkan pendarahan.
  • Ranitidine
    Obat ini biasa digunakan untuk menurunkan asam lambung. Apabila diberikan bersama paracetamol dalam dosis tinggi akan meningkatkan risiko keracunan di organ hati.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung berdebar dengan cepat atau tidak teratur
  • Sesak napas
  • Tubuh mengalami pembengkakan
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Demam atau nyeri tidak kunjung sembuh dalam dua hari
  • Mual dan muntah berkepanjangan

PyridamFarma. https://pyfahealth.com/product/pyridol-drops-paracetamol-60-mg-untuk-nyeri-dan-demam-60-mg-06-ml/
Diakses pada 01 Oktober 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
Diakses pada 01 Oktober 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/drug-interactions/acetaminophen,paracetamol.html
Diakses pada 01 Oktober 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada tanggal 01 Oktober 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada tanggal 01 Oktober 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 01 Oktober 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/sfx/paracetamol-side-effects.html
Diakses pada 01 Oktober 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/prostaglandins
Diakses pada 01 Oktober 2021

Sesuai kemasan per Oktober 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Mengurangi nyeri sendi dan nyeri otot yang timbul akibat demamMenurunkan demam pada balitaMenguarangi nyeri haid (dismenore), sakit kepala, sakit gigi, dan sakit sehabis pembedahan gigiParacetamol bekerja langsung di pusat saraf otak untuk mengatur suhu tubuh (hipotalamus). Paracetamol akan menghambat respons hipotalamus terhadap sinyal infeksi atau peradangan, sehingga demam akan segera menurun.Selain itu, paracetamol juga bekerja dengan meningkatkan ambang rasa sakit, sehingga walaupun faktor penyebab rasa nyeri masih ada (zat prostaglandin), tetapi rasa nyeri tersebut akan berangsur sembuh.

Anak-anak:Di bawah 1 tahun: 60 mg (alat tetes 0,6 ml) sebanyak 3-4 kali/hari1-2 tahun: 60-120 mg (alat tetes 0,6 ml-1,2 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Dikocok terlebih dahulu.Dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

MuntahBerikan ASI pada bayi atau air putih untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.Tubuh terasa lelahKemungkinan bayi atau anak akan merasa ngantuk setelah mengonsumsi obat ini, sehingga tubuhnya terasa lelah. Segera bantu si kecil untuk tidur agar keadaan tubuhnya semakin membaik.Reaksi alergiTimbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.PusingJika bayi dan anak merasa pusing, segera bantu si kecil untuk tidur diruangan yang tenang agar efek samping ini berangsur pulih.Kulit dan mata berwarna kuningMerasa mual dan timbul rasa tidak nyaman di perutSulit buang air kecil (retensi urine)Sakit tenggorokanJantung berdebar dengan kencangUrine bewarna keruhNyeri di bagian punggung bawahSakit tenggorokanNyeri di ulu hati

Nama Produk

Pyridol Drops 25 ml