Pyrflox Tablet 400 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Pyrflox Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung norfloxacin 400 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Pyrflox Tablet 400 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Norfloxacin
Kelas Terapi
Antibiotik
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet (400 mg)
Produsen
Pyridam Farma

Indikasi (manfaat) Obat

Pyrflox (norfloxacin) digunakan untuk infeksi saluran berkemih, infeksi saluran gastrointestinal yang spesifik disebabkan oleh shigella.Â

Komposisi Obat

Norfloxacin 400 mg

Dosis Obat

  • infeksi saluran kemih tanpa komplikasi : 2 x sehari 200 mg 3-10 hari
  • infeksi saluran kemih  dengan komplikasi 2 x sehari 400 mg,
  • infeksi saluran pencernaan : 2 - 3 sehari 400 mg 10-21 hari
  • prostatitis bacterial kronis 2 x sehari 200 mg selama 28 hari

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • mual
  • muntah
  • diare
  • tes fungsi hati yang abnormal
  • dispepsia
  • konstipasi
  • flatulen
  • heartburn
  • mulut kering
  • nyeri punggung
  • hiper hidrosis dan ruam pada kulit

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • hati-hati pemberian pyrflox (norfloxacin) pada pasien dengan penyakit hati.
  • efektivitas dan keamanan pemakaian pada anak-anak, wanita hamil dan menyusui belum terbukti.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan norfloksasina (norfloxacin) memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia , tetapi jika manfaat potensial terhadap ibu lebih besar daripada risiko pada janin maka obat ini bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • pyrflox (norfloxacin) harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap pyrflox (norfloxacin) atau antibiotik golongan kuinolon lainnya,
  • pasien myasthenia gravis
  • pyrflox (norfloxacin) sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan riwayat tendon pecah.
  • jangan memberikan pyrflox (norfloxacin) untuk anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui.
  • pyrflox (norfloxacin) juga kontra indikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya.
  • Gangguan irama jantung (pemanjangan QT interval)
  • Hypokalemia belum terkoreksi
  • Gangguan sistem syaraf pusat (arteriosclerosis cerebral parah)
  • Penerima transplan ginjal dan jantung

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • pyrflox (norfloxacin) menghambat kerja enzim pada metabolisme anti koagulan oral seperti warfarin, derivatnya maupun anti koagulan sejenisnya, juga obat-obat seperti theophylline, methylxanthines, tizanidine. Akibatnya kerja obat-obat itu akan meningkat sehingga meningkatkan resiko efek samping.
  • Pemberian pyrflox (norfloxacin) bersamaan dengan anti inflamasi non steroid (NSAID) akan meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat dan menyebabkan kejang.
  • pyrflox (norfloxacin) juga meningkatkan level siklosporin dalam darah sehingga potensi efek samping akan meningkat.
  • Pada penderita diabetes yang menggunakan obat golongan sulfonilurea, pemberian bersamaan dengan pyrflox (norfloxacin) beresiko menurunkan kadar glukosa dalam darah secara drastis meskipun kejadiannya relatif jarang.
  • resiko otot tendon pecah juga meningkat jika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid oral.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Pyrflox Tablet 400 mg (1 Strip @ 10 Tablet)