SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Propranolol Tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi

Propranolol Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 2.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 28 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 4.400
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 2.700
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 3.300
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Madinah Farma
Rp 2.000
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Propranolol Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, kondisi jantung yang tidak teratur, mencegah sakit kepala migrain, nyeri dada, dan serangan jantung.
Propranolol Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Propranolol
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (40 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Propranolol adalah obat golongan beta-blocker yang mampu memengaruhi kerja jantung serta sirkulasi atau aliran darah melalui arteri dan vena. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, propranolol diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Hampir seluruhnya diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 25%.
  • Distribusi: Tersebar luas. Melintasi sawar darah otak dan plasenta, serta memasuki ASI. Volume distribusi sebanyak 4 L/kg.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine.

Indikasi (manfaat)

Mengobati tekanan darah tinggi, kondisi jantung yang tidak teratur, mencegah sakit kepala migrain, nyeri dada, dan serangan jantung.

Komposisi

Propranolol 40 mg.

Dosis

Phaeochromocytoma

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet atau sirup dosis 60 mg/hari dalam dosis terbagi diberikan 3 hari sebelum operasi dengan kombinasi α-blocker. Jika tumor tidak dapat dioperasi, 30 mg/hari dalam dosis terbagi.
  • Anak: dalam bentuk sediaan tablet atau sirup dosis 0,25-0,5 mg/kg sebanyak 3-4 kali/hari.

Hipertensi

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 40-80 mg dua kali sehari. Rentang dosis yang lazim digunakan 160-320 mg/hari. Maks: 640 mg/hari. Dalam bentuk sediaan kapsul lepas lambat dosis 80 mg satu kali sehari. Rentang dosis yang lazim digunakan: 120-160 mg satu kali sehari. Maks: 640 mg/hari.
  • Anak: sediaan tablet konvensional dosis 1 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Rentang dosis yang lazim digunakan: 2-4 mg/kg/hari dalam 2 dosis. Maks: 4 mg/kg/hari dalam 2 atau 3 dosis.

Infark miokard

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 40 mg 4 kali sehari selama 2-3 hari diikuti dengan 80 mg dua kali sehari. Dosis alternatif : 180-240 mg/hari dalam dosis terbagi. Dosis diberikan dalam 5-21 hari setelah serangan jantung.

Hipertensi Portal

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 40 mg sebanyak 2 kali/hari dapat ditingkatkan dengan interval tiap satu minggu hingga 160 mg. Sebagai sediaan kapsul lepas lambat : 80 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg/hari. Maksimal: 320 mg/hari.

Profilaksis migrain

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 40 mg sebanyak 2-3 kali/hari. Rentang dosis yang lazim digunakan: 120-240 mg/hari. Dalam bentuk sediaan kapsul lepas lambat dosis 80 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg sekali sehari. Maks: 240 mg/hari.
  • Anak: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis diberikan sesuai usia : kurang dari 12 thn 10-20 mg sebanyak 2-3 kali/hari. Lebih dari 12 thn, 40 mg dua kali sehari atau tiga kali sehari meningkat dalam interval 1 minggu hingga 160 mg/hari. Maks: 240 mg/hari.

Aritmia Cardiac

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 30-160 mg / hari dalam dosis terbagi.
  • Anak: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 0,25-0,5 mg / kg 3-4 kali sehari.

Tremor Esensial

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis awal 40 mg dua kali sehari atau tiga kali sehari. Rentang dosis yang lazim digunakan : 120-240 mg / hari.  dalam bentuk sediaan kapsul lepas lambat : 80 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg sekali sehari. Maks: 240 mg / hari.

Kecemasan/serangan panik/anxietas

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 10-40 mg dua kali sehari atau tiga kali sehari. Dalam bentuk sediaan kapsul lepas lambat: 80 mg sekali sehari. Max: 160 mg satu kali sehari.

Pectoris Angina

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 40 mg dua kali sehari atau tiga kali sehari. rentang dosis yang lazim digunakan : 120-240 mg / hari. Maks: 320 mg / hari. dalam sediaan kapsul lepas lambat : 80 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg sekali sehari. Maks: 240 mg / hari.

Kardiomiopati Hypertrophic/pelebaran batas jantung

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 10-40 mg, 3-4 kali sehari.

Hipertiroidisme

  • Dewasa: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 10-40 mg, 3-4 kali sehari. Dalam bentuk sediaan kapsul lepas lambat dosis : 80 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg sekali sehari. Maks: 240 mg / hari.
  • Anak: dalam bentuk sediaan tablet konvensional atau sirup dosis 0,25-0,5 mg / kg 3-4 kali sehari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong.

Perlu Resep

Ya

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Penderita elainan irama jantung
  • Diabetes melitus,
  • Penderita riwayat bronkospasme nonalergik.
  • Penderita hipertiroidisme dan hipoglikemia dikarenakan pemberian obat ini dapat menutup tanda-tanda hipertiroidisme dan hipoglikemia.
  • Penderita angguan ginjal dan hati.
  • Penghentian obat tiba-tiba dapat memperburuk gejala angina atau mencetuskan infark miokard/serangan jantung pada pasien dengan penyakit arteri koroner.
  • Penderita usia lanjut.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Propranolol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penderita sinus bradikardi, syok kardiogenik, sindrom sick sinus, sindrom Raynaud, gagal jantung derajat 2 dan 3, angina Prinzmetal, penyakit arteri perifer berat, asidosis metabolik.
  • Penggunaan bersamaan dengan tioridazin.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Miokard lain, antagonis kalsium, dan obat penurun kadar gula darah (hipoglikemia)
    Propranolol dapat menyebabkan peningkatan efek depresan jika dikonsumsi dengan obat di atas.
  • Isoprenalin
    Isoprenalin dapat menurunkan efek obat propranolol, sehingga propranolol bekerja tidak maksimal.
  • Noradrenalin dan adrenalin
    Penggunaan propranolol dapat meningkatkan efek penyempitan pembuluh darah (vasokonstriktor) perifer.
  • Penghambat neuron adrenergik dan penghilang katekolamin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek obat propranolol, sehingga dapat menyebabkan risiko penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Propranolol Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 4.400