SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Pletaal Tablet 50 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 860.000

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Pletaal tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit pembuluh darah perifer atau penyempitan arteri yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kaki, atau disebut klaudikasio intermiten

Klaudikasio intermiten dapat menyebabkan nyeri otot atau kram saat berolahraga atau berjalan. Nyeri ini timbul akibat kurangnya oksigen yang masuk ke otot.

Pletaal tablet mengandung cilostazol zat aktifnya. Cilostazol akan mengatasi permasalahan tersebut dengan mencegah platelet atau keping darah saling menempel, sehingga pembuluh darah di kaki melebar. Efeknya, aliran darah dan jumlah oksigen ke otot pun akan meningkat.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Cilostazol adalah vasodilator, yaitu obat yang bekerja dengan melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah. Obat ini akan meningkatkan sirkulasi darah dengan menjaga platelet atau trombosit agar agar tidak saling menempel dan menggumpal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cilostazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Peningkatan penyerapan jika dikonsumsi dengan makanan berlemak tinggi.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma sekitar 95-98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urine sebanyak 74% dan feses 20%. Waktu obat dikeluarkan tubuh sekitar 11-13 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Pleetal tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Clarithromycin dan esomeprazole
    Clarithromycin secara signifikan dapat meningkatkan kadar cilostazol dalam darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko atau keparahan efek samping seperti pusing, pingsan, mual, diare, perdarahan, jantung berdebar-debar, atau detak jantung tidak teratur.
  • Rivaroxaban
    Penggunaan rivaroxaban bersama cilostazol dapat meningkatkan risiko perdarahan, termasuk perdarahan yang parah dan terkadang fatal.
  • Celecoxib
    Penggunaan celecoxib bersama cilostazol dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan pada saluran pencernaa.
  • Aspirin dan clopidogrel
    Penggunaan cilostazol bersama aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan. Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami perdarahan atau memar yang tidak biasa atau memiliki tanda dan gejala perdarahan lain, seperti pusing, feses berwarna merah atau hitam, batuk atau muntah darah segar, sakit kepala parah, dan merasa lemah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada atau detak jantung berdebar-debar
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, dan seriawan
  • Mudah memar, pendarahan yang tidak biasa, dan bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit

Indikasi (manfaat)

  • Membantu mencegah penggumpalan darah dan mengencerkan darah (antiplatelet)
  • Mengurangi gangguan akibat kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh karena permasalahan pada pembuluh darah (iskemia) yang disebabkan penyakit oklusif arteri kronis
  • Mengobati nyeri yang timbul saat berolahraga atau berjalan (klaudikasio intermiten)

Cilostazol termasuk dalam kelas obat inhibitor agregasi platelet atau antiplatelet. Obat ini mampu menghambat penggumpalan darah (agregasi platelet) dan melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi). 

Komposisi

Cilostazol 50 mg

Dosis

Dewasa: 2 tablet sebanyak 2 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi saat perut kosong, minimal 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Jika Anda mengalami diare setelah mengonsumsi cilostazol, minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Pusing atau kelelahan
    Jika Anda mengalami pusing atau kelelahan, jangan mengemudi dan menggunakan alat atau mesin.
  • Sakit kepala
    Jika Anda mengalami sakit kepala, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai untuk Anda. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Kehilangan nafsu makan, detak jantung cepat, nyeri dada, pilek, pergelangan kaki atau kaki bengkak, dan ruam kulit yang gatal
    Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa hal tersebut, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual, muntah, gangguan pencernaan, sakit perut, dan perut kembung
    Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa hal tersebut, cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan berat atau pedas.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki risiko perdarahan atau perdarahan abnormal karena suatu pemicu (diatesis hemoragik)
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal berat
  • Wanita yang sedang mengalami menstruasi

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan nyeri dada karena penyakit jantung koroner (angina pektoris)
  • Pasien penderita kerusakan pada mukosa otot saluran cerna (ulserasi peptik)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat
  • Pasien penderita gangguan hati sedang atau berat
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Penggunaan bersamaan dengan lebih dari dua obat antiplatelet atau antikoagulan tambahan, misalnya aspirin, klopidogrel, heparin, warfarin, dabigatran, rivaroksaban, atau apiksaban
  • Pasien yang mengalami serangan jantung (infark miokard) dalam 6 bulan terakhir
  • Pasien yang mengalami pecahnya salah satu pembuluh darah otak (stroke hemoragik) baru-baru ini
  • Pasien yang mengalami pertumbuhan pembuluh darah baru dalam retina akibat penyakit gula darah tinggi (retinopati diabetik proliferatif)
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif dengan tingkat keparahan apa pun
  • Pasien dengan riwayat detak jantung cepat (takikardia)
  • Pasien dengan irama jantung tidak teratur (fibrilasi)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Pletaal Tablet 50 mg (10 Strip @ 10 Tablet)